Sholat Tarawih 2022, Pilih 11 atau 23 Rakaat?

0
799
tarawih 2022

cahayaislam.id – Bulan suci Ramadhan akhirnya tiba. Sholat tarawih 2022 kali ini pertama kali dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 2 April 2022. Sebab awal puasa Ramadhan 1443 Hijriah jatuh pada hari Minggu, 3 April 2022.

Diketahui, bahwa sholat tarawih adalah salah satu ibadah yang bisa kita lakukan selama satu bulan penuh. Meski wabah Covid-19 belum sepenuhnya lenyap di Indonesia, namun pada Ramadhan tahun ini, shalat tarawih bisa dilaksanakan di masjid maupun mushola secara berjamaah.

Sebelumnya, selama dua tahun belakangan, sholat tarawih selalu diawasi dengan ketat dengan berbagai protocol kesehatan yang harus diterapkan tanpa terkecuali. Hal ini disebabkan karena pandemi belum berakhir dan masih terus menaikkan angka korban.

Sholat Tarawih 2022, Pilih 11 atau 23 Rakaat?

Nah, Sobat Cahaya Islam, dalam melaksanakan ibadah sholat tarawih, ada beberapa di antaranya yang hanya melakukannya sebanyak 8 rakaat. Sementara sebagiannya lagi ada yang 23 rakaat. Lantas mana yang lebih baik dan dianjurkan menurut syariat agama Islam? Demikian penjelasannya.

tarawih 2022

Sebenarnya, perbedaan jumlah rakaat sholat tarawih bukanlah suatu masalah, sebab keduanya boleh dilakukan namun hanya berbeda dasar. Adapun landasan hukum menunaikannya dengan jumlah rakaat berbeda adalah sebagai berikut:

1.      Sholat Tarawih dengan 11 Rakaat

Yang pertama, ada keterangan dari sebuah hadits yang mana isinya adalah Rasulullah SAW selalu melakukan sholat di malam hari tidak lebih dari 11 rakaat.

“Diriwayatkan dari Abu Salamah Ibn ‘Abdul Rahman bahwa Abu Salamah bertanya kepada Aisyah r.a bagaimana cara shalat Rasulullah SAW di bulan Ramadhan. Aisyah menjawab “Baik di bulan Ramadhan ataupun di luar bulan Ramadhan, Rasulullah saw selalu melakukan shalat (malam) tidak lebih dari sebelas rakaat. Rasulullah melaksanakan shalat empat rakaat; dan jangan ditanyakan tentang baik dan panjangnya shalat yang beliau lakukan. Kemudian shalat lagi empat rakaat, dan jangan ditanyakan tentang baik dan panjangnya shalat yang beliau lakukan. Lalu beliau shalat (witir) tiga rakaat,” (HR Bukhari).

2.      Sholat Tarawih dengan 23 Rakaat

Yang kedua, menurut sejarah Islam, di mana Khalifah Umar bin Khattab biasanya melaksanakan sholat tarawih dengan witir 23 rakaat selama di bulan Ramadhan.

Sebagaimana dilihat di kitab al-Muwaththa’ Yazid bin Huzaifah yang berkata: “Kaum muslimin pada masa Umar bin Khattab melakukan shalat tarawih (dan witir) di bulan Ramadhan sebanyak 23 rakaat.”

Dari kedua keterangan yang sudah dipaparkan di atas, maka masalah jumlah tarawih bukan hal yang perlu diperdebatkan lagi. Karena keduanya memiliki dasar dan landasannya masing-masing.

Maka dari itu, daripada mendebatkan hal-hal yang bisa memicu perpecahan maka sebaiknya saling menghormati pilihan serta pandangan orang lain sesuai dengan mazhab yang diyakininya.

tarawih 2022

Pemahaman agama sendiri itu luas sekali, bahkan ketika Rasulullah SAW dimintai pendapat terkait dua hal, maka Beliau pasti akan mengambil yang termudah untuk dilaksanakan seluruh umatnya.

Yang terpenting, bukan perkara jumlah rakaatnya. Namun bagaimana cara Nabi Muhammad SAW melakukannya. Alih-alih mendebatkan mengenai jumlah rakaat yang sama-sama shahih, alangkah baiknya untuk menyikapi geliat masyarakat era kini yang cenderung menurun di minggu ketiga dan keempat bulan Ramadhan.

Menyoroti masjid-masjid yang selalu berkurang jamaahnya pada pertengahan bulan puasa itu justru lebih efektif. Padahal umat Muslim seharusnya rajin ke masjid untuk menjalani sholat tarawih. Demikian akan terasa luar biasa, baik dari sisi ibadah mahdhah maupun dakwahnya.

Selain itu, ada beberapa keutamaan dari menjalani sholat tarawih, di antaranya adalah: pertama, apabila ada yang melaksanakan sholat tarawih karena iman dan tujuan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu pun akan ikut diampuni.

Syekh Khatib al-Syarbini menegaskan:

 وَقَدْ اتَّفَقُوا عَلَى سُنِّيَّتِهَا وَعَلَى أَنَّهَا الْمُرَادُ مِنْ قَوْلِهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – «مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ» رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَقَوْلُهُ: إيمَانًا: أَيْ تَصْدِيقًا بِأَنَّهُ حَقٌّ مُعْتَقِدًا فَضِيلَتَهُ، وَاحْتِسَابًا: أَيْ إخْلَاصًا، 

“Ulama sepakat atas kesunnahan tarawih dan sesungguhnya tarawih adalah shalat yang dikehendaki dalam hadits Nabi, Barang siapa ibadah (tarawih) di bulan Ramadhan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau. Hadits diriwayatkan al-Bukhari. Adapun sabda Nabi “imanan”, maksudnya adalah membenarkan bahwa yang demikian itu haq seraya meyakini keutamaannya. Sabda Nabi “wahtisaban”, maksudnya ikhlas” (Syekh Khatib al-Syarbini, Mughni al-Muhtaj, juz 1, hal. 459).

Kedua, apabila ada yang ikut sholat tarawih berjamaah dari awal hingga akhir bersama dengan imam, maka baginya akan dicatat seperti melakukan sholat semalam suntuk.

Demikian di atas adalah ulasan mengenai sholat tarawih 2022 yang masih mendebatkan jumlah antara 11 rakaat atau 23 rakaat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY