Stop Ruminasi dan Kepedihan Tentang Masa Lalu dengan Indahnya Islam

0
340
Stop Ruminasi dan Kepedihan Tentang Masa Lalu dengan Indahnya Islam

Ruminasi – Pernah gak sih sobat cahaya islam tetiba inget kejadian di masa lalu yang menyakitkan? kemudian setelahnya kita merasa letih dan bersedih. Menyesali apa yang terjadi dulu dan berharap semuanya tak pernah terjadi. Well, semua orang mengalami masa lalu yang memiliki unsur sedih pun gembira. Kita manusia pernah pula gagal dalam suatu hal, namun bukan berarti kita harus enggan menatap masa depan yang ada di depan kita dengan tegak.

Dalam ilmu psikologi. Istilah Ruminasi itu sendiri artinya adalah kecenderungan untuk terus-menerus memikirkan atau merenungkan peristiwa atau masalah masa lalu. Hal ini menjadi parah bila dilakukan dengan intensitas yang tinggi. Sering kali dalam pola berulang yang tidak sehat. Ini bisa berdampak negatif pada kesejahteraan mental, terutama jika ruminasi terkait dengan perasaan sedih atau penyesalan terhadap masa lalu. Islam memiliki panduan yang dapat membantu individu mengatasi rasa sedih masa lalu dan menghindari jatuh dalam pola ruminasi yang merugikan. Penasaaran?

Penerimaan Takdir, Bertaubat dan Pengampunan Allah

Sejatinya, tiada hal yang bisa membuat hati kita lebih lega selain menerima dengan ikhlas. Islam mengajarkan pentingnya menerima takdir Allah dengan hati yang ikhlas. Meskipun peristiwa masa lalu mungkin memiliki kesedihan atau penyesalan, menerima bahwa semuanya adalah bagian dari rencana Allah dapat membantu meredakan perasaan tersebut.

Bila masa lalu anda pedih dan kelam dengan kubangan dosa. Selanjutnya, sobat cahayaislam bisa merampungkannya dengan taubat.

إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَبَيَّنُوا فَأُولَئِكَ أَتُوبُ عَلَيْهِمْ وَأَنَا التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Artinya: “Kecuali mereka yang telah bertaubat, mengadakan perbaikan dan menjelaskan(nya). Mereka itulah yang Aku terima taubatnya, dan Akulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Baqarah ayat 160)

Islam mendorong umatnya untuk bertaubat jika mereka melakukan kesalahan. Taubat yang tulus dan memohon pengampunan Allah dapat memberikan perasaan lega dan meredakan beban hati.

Gunakan Ruminasi untuk Kontemplasi dan Pembelajaran Hidup, Bukan Alasan Untuk Bersedih

Layaknya sebuah buku, kita bisa belajar dari kesalahan dan masa lalu yang telah kita lewati. Beralihlah dari merenungkan masa lalu dengan lebih mendalam dengan fokus pada tindakan positif di masa sekarang dan masa depan. Berfokus pada hal-hal yang Anda lakukan saat ini dapat membantu mengurangi ruminasi.

Sebaliknya dari merenungkan masa lalu secara berlebihan, ambillah waktu untuk merenungkan pelajaran yang dapat dipetik dari pengalaman tersebut. Fokus pada bagaimana Anda dapat berkembang dan tumbuh dari kesalahan dan pengalaman masa lalu.

Berdoa, Berusaha dan Tawakkal untuk Lepas dari Ruminasi yang Negatif

Berdoa kepada Allah untuk memberikan ketenangan hati dan bantuan dalam mengatasi perasaan sedih atau penyesalan. Memohon pertolongan-Nya dapat memberikan rasa harapan dan dukungan. Bertawakal berarti mengandalkan dan mempercayai Allah sepenuhnya dalam segala situasi. Mengingatkan diri sendiri bahwa Allah adalah Pemberi Rezeki dan Penjaga hati dapat membantu mengurangi kekhawatiran tentang masa lalu.

Dalam beberapa kasus, bantuan dari konselor atau dukungan sosial dari teman dan keluarga bisa sangat bermanfaat. Berbicara dengan seseorang yang dipercayai tentang perasaan Anda dapat membantu meringankan beban emosional.

***

Penting untuk diingat bahwa mengatasi rasa sedih dan mencegah ruminasi memerlukan waktu dan usaha. Melibatkan diri dalam praktek-praktek spiritual dan nilai-nilai Islam, bersama dengan dukungan dari komunitas dan profesional, dapat membantu Anda meraih kedamaian dan ketenangan dalam menghadapi masa lalu.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY