Taat Suami atau Orangtua? Ini yang Benar dalam Islam

0
1269
Taat-Suami-atau-Orangtua

Taat Suami atau Orangtua – Sobat Cahaya Islam semua pasti tahu bahwa seorang anak harus taat pada orangtuanya. Di sisi lain, seorang istri wajib taat pada suaminya. Lalu, bagi seorang anak perempuan yang sudah menikah, mana yang harus lebih ia taati? Suami atau orangtua?

Kewajiban Taat pada Orangtua

Tiap anak, baik laki-laki maupun perempuan, wajib berbakti pada bapak dan ibunya. Jangankan melanggar perintah orangtua, menggerutu atau berkata ‘ah’ kepada mereka saja tidak boleh. Hal itu menunjukkan bahwa seorang anak tidak hanya wajib berbakti pada orangtua, tetapi juga wajib menghormati dan memperlakukan mereka dengan baik.

Kewajiban Taat pada Suami

Ada banyak sekali hadits yang menjelaskan wajibnya seorang istri untuk taat suami. Bahkan, seorang istri yang sedang sibuk di dapur sekalipun harus lebih mengutamakan panggilan suaminya di ranjang. Selain itu, Rasulullah juga mengatakan bahwa seorang wanita yang menolak ajakan suami untuk berhubungan badan di malam hari akan mendapat laknat malaikat sepanjang malam.

Tentu saja, ketaatan seorang anak pada orangtuanya atau istri pada suaminya punya batasan, yaitu selama tidak melanggar syariat Islam. Meski orangtuanya beragama selain Islam, seorang anak tetap harus memperlakukan mereka dengan baik. Begitu juga seorang istri harus tetap berbakti pada suaminya meski suaminya sering memarahinya.

Lebih Utama Taat Suami atau Orangtua?

Anak punya kewajiban berbakti pada kedua orangtua. Tapi bagi perempuan yang telah menikah, dalam hirarki pengabdian, derajat orangtua telah tergeser oleh suami. Artinya, seorang wanita harus lebih mengutamakan taat pada suami daripada orangtuanya. Hal ini berdasarkan hadits dari ‘Aisyah berikut ini:

سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النَّاسِ أَعْظَمُ حَقًّا عَلَى الْمَرْأَةِ؟ قَالَ: (زَوْجُهَا) قُلْتُ: فَأَيُّ النَّاسِ أَعْظَمُ حَقًّا عَلَى الرَّجُلِ؟ قَالَ: (أُمُّهُ)

Aku (‘Aisyah) bertanya pada Rasulullah: Siapa orang yang paling berhak atas seorang perempuan? Rasulullah menjawab: Suaminya. Aku bertanya: Siapa orang yang paling berhak atas seorang laki-laki? Rasulullah menjawab: Ibunya. (1)

Kita harus paham bahwa taat pada suami itu wajib bagi istri. Tentu saja, ia tak boleh melanggar perintah suaminya untuk sesuatu yang tidak wajib. Misalnya seorang istri ingin mengunjungi orangtuanya yang sakit, tapi suami tidak mengizinkan. Apa yang harus istri lakukan?

Dalam Madzhab Hanbali, seorang istri tidak boleh keluar rumah tanpa seizin suami. Sementara itu, Madzhab Hanafi membolehkan seorang istri yang ingin menjenguk orangtuanya sendiri meski tanpa seizin suami. Lain halnya dengan Madzhab Syafi’i, suami memang punya hak melarang istrinya, tapi lebih baik tidak melarang istri yang ingin menjenguk orangtuanya.

Yang jelas, perempuan wajib tahu bahwa mematuhi suami adalah wajib sedangkan menjenguk orangtua tidaklah wajib. Begitu juga dengan laki-laki, ia tidak boleh semena-mena melarang istrinya tanpa ada alasan yang jelas. Wallahu a’lam.


Referensi:

(1) H.R. An-Nasa’i no 3231

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY