Sameer Sharma Ditemukan Tewas Bunuh Diri, Ini Pandangan Hukum Islam Terkait Bunuh Diri

0
54

Sameer Sharma –  Salah satu bintang film di Bollywood dikabarkan meninggal dunia. Dia temukan meninggal dunia dalam keadaan gantung diri di apartemennya di Mumbai. Diperkirakan dia telah meninggal sejak dua hari yang lalu, namun baru diketahui pada tanggal 5 Agustus 2020 sebab dia tinggal sendiri di apartemennya.

Kiprah Sameer Sharma dalam dunia perfilman telah banyak, ia telah membintangi serial Yeh Rishtey Hain Pyaar Ke,  Hasee Toh Phasee pada 2014 yang menjadi debutnya di industri Bollywood, dan film Ittefaq pada 2017, dan sejumlah film India lainnya.

Namun, sayang namanya yang menyebar di ranah luas berakhir dengan hayatnya yang tragis. Bunuh diri merupakan tindakan keji yang bisa menyebabkan orang rugi. Rugi dalam segala hal karena tinggal nama saja.

Setiap peristiwa yang terjadi, diharapkan sebagai umat Islam perlu mengambil hikmahnya, sebagai peringatan jangan sampai terjerumus dalam hal yang sama. Lalu, bagaimana pandangan Islam terkait kasus bunuh diri?

Pandangan Islam tentang Sameer Sharma yang Bunuh Diri

Bunuh diri termasuk tindakan yang tidak sesuai menurut agama. Tindakan ini hanya menggoreskan luka yang berkepanjangan, bunuh diri memang biasa dilakukan untuk menghindar dari masalah.

Berbeda dengan jargon pegadaian yang berbunyi “menyelesaikan masalah tanpa masalah”, bunuh diri justru menghindar dari masalah masuk terperangkap dalam lubang masalah yang lebih dalam. Miris bukan sobat Cahaya Islam?

Akibat dari bunuh diri yang didapat oleh orang yang melakukan bila ditarik dari segi keagamaan dapat terjabar dalam berbagai hal. Sebab tindakan bunuh diri jelas dilarang agama.

Akibat Tindakan Bunuh Diri

Hukum kausalitas atau sebab akibat akan sampai pula ke tempat keabadian yakni akhirat.

  1. Mendapatkan Ganjaran Siksa Kubur dan Siksa di Akhirat

Allah SWT telah menjelaskan terkait tindakan bunuh diri dalam kalam-Nya Al-Qur’an Al-Karim tepatnya dalam surah An-Nisa’ ayat 29 sampai 30 yang berbunyi

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَأۡكُلُوٓاْ أَمۡوَٰلَكُم بَيۡنَكُم بِٱلۡبَٰطِلِ إِلَّآ أَن تَكُونَ تِجَٰرَةً عَن تَرَاضٖ مِّنكُمۡۚ وَلَا تَقۡتُلُوٓاْ أَنفُسَكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُمۡ رَحِيمٗا ٢٩ وَمَن يَفۡعَلۡ ذَٰلِكَ عُدۡوَٰنٗا وَظُلۡمٗا فَسَوۡفَ نُصۡلِيهِ نَارٗاۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرًا ٣٠

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.

Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (QS. An-Nisa: 29-30)

Tertera jelas di dalam dua ayat tersebut bahwa ganjaran dari orang yang bunuh diri yaitu di masukkan dalam neraka. Berasal dari sumber lain, apabila orang yang bunuh diri dengan cara gantung diri maka di akhirat kelak akan disiksa dengan digantung juga.

  1. Termasuk dalam Kategori Orang yang Kufur Nikmat

Mengapa demikian? Orang bunuh diri disangkutpautkan dengan kufur nikmat. Sebab orang yang bunuh diri sama halnya tidak mensyukuri nikmat yang Allah SWT berikan. Banyak di antara orang-orang di luar sana yang terbaring sakit dan berharap akan kesembuhan.

  1. Dapat Disebut sebagai Orang yang Berputus Asa

Kebanyakan kasus bunuh diri karena merasa tidak ada jalan keluar dalam menghadapi permasalahan. Padahal bila kita tahu dalam setiap  satu permasalahan Allah SWT memberikan dua solusi, sebagaimana dalam surah Al-Insyiroh ayat lima dan enam yang intinya setiap kesulitan pasti ada kemudahan.

  1. Dicap Buruk oleh Masyarakat

Sebaik apapun orang itu, bila berakhir dengan tindakan yang menjerumuskan, tidak lain lagi adalah bunuh diri. Maka otomatis dicap buruk masyarakat, hal ini sama halnya dengan orang yang awalnya bejat namun sudah tobat dan meninggal saat sholat.

Sobat Cahaya Islam itu empat poin akibat dari bunuh diri. Semoga kasus seperti Sameer Sharma, meninggal dengan tragis tidak terjadi lagi. Semoga pula kita termasuk dalam orang yang meninggal khusnul khotimah. Aamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!