Bentrokan Karyawan PT GNI Makan Korban Jiwa, Bagaimana Adab Mempekerjakan Seseorang dalam Islam?

0
298
PT GNI

PT GNI – Merupakan salah satu perusahaan di Indonesia yang cukup populer di tanah air. Tak heran pemberitaan tentang perusahaan tersebut menyedot perhatian banyak orang.

Namun sayangnya, perusahaan GNI belakangan menjadi sorotan karena sebuah kejadian negative. Tak pelak, publik kembali menjadikan perusahaan GNI sebagai bahan pembicaraan.

Bentrokan Antara Karyawan PT GNI dan Serikat Pekerja

Terbaru, pihak Serikat Pekerja Nasional mengungkap kronologi yang menyebabkan terjadinya bentrokan maut di PT GNI, yang berdiri di Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Rupanya insiden tersebut berawal dari adanya surat aduan ke Kemnaker yang tak kunjung mendapatkan respon.

Ramidi Abdul Majid selaku sekretaris Umum DPP SPN mengatakan bahwa Pimpinan Serikat Pekerja nasional PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) telah menyampaikan surat pengaduan ke Menteri Ketenagakerjaan sampai Komisi IX DPR RI.

Namun menurut mereka surat tersebut tidak mendapat respon sama sekali. Pasalnya, sampai beberapa waktu lalu tidak ada statement yang berasal dari kementrian ataupun dinas lantaran kasus satu ini sudah begitu lama.

PT GNI

Dalam surat itu, para pekerja PT GNI menyebut 7 tuntutan utama supaya pemerintah melakukan upaya investigasi. Di mana karyawan menuntut agar perusahaan menyediakan APD, sistem manajemen K3, menyetop skema PKWT, sampai menghentikan pemotongan upah yang sifatnya tak jelas.

Masih banyak lagi tuntutan yang diajukan oleh karyawan perusahaan GNI yang pada intinya meminta perusahaan untuk mensejahterakan para karyawan. Namun sayangnya, aduan itu berbuntut bentrok yang memakan korban jiwa.

Adab Mempekerjakan Orang

Jika melihat tuntutan yang diajukan para pekerja perusahaan GNI, terlihat ada beberapa hak karyawan yang tidak perusahaan penuhi. Memang konflik antara pihak pekerja dan manajemen perusahaan sebagai yang mempekerjakan sering terjadi.

PT GNI

Dalam agama islam sendiri ada beberapa adab mempekerjakan orang lain yang sesuai menurut Al Quran dan Hadist. Lalu apa saja adab yang perlu para pengusaha perhatikan ketika mempekerjakan orang lain?

Berikut lima adab yang berada dalam penjelasan di bawah ini:

1. Sebaiknya Mempekerjakan Seorang Muslim

Umar bin Khattab sempat marah kepada Abu Musa Al Asyari karena sudah menyewa juru tulis Nasrani dalam masa kepemimpinannya. Menurut Umar, hal tersebut baru boleh kalau tidak menemukan orang muslim yang menguasai bidang.

Tentunya syarat tidak memberikan kekuasaan orang atas aset-aset kaum muslim. Allah SWT berfirman dalam QS. An Nisa ayat 4 yang menyebut:

 وَاٰتُوا النِّسَاۤءَ صَدُقٰتِهِنَّ نِحْلَةً ۗ فَاِنْ طِبْنَ لَكُمْ عَنْ شَيْءٍ مِّنْهُ نَفْسًا فَكُلُوْهُ هَنِيْۤـًٔا مَّرِيْۤـًٔا

4. Dan berikanlah maskawin (mahar) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan. Kemudian, jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari (maskawin) itu dengan senang hati, maka terimalah dan nikmatilah pemberian itu dengan senang hati.

2.  Mempekerjakan Orang yang Kuat dan Terpercaya

Seorang muslim sebaiknya mempekerjakan seseorang yang ada dalam dirinya sifat Amanah, kuat, bagus agamanya, serta layak. Allah SWT pun berfirman dalam QS. Al Qashash ayat 28 yang berbunyi:

 قَالَ ذٰلِكَ بَيْنِيْ وَبَيْنَكَۗ اَيَّمَا الْاَجَلَيْنِ قَضَيْتُ فَلَا عُدْوَانَ عَلَيَّۗ وَاللّٰهُ عَلٰى مَا نَقُوْلُ وَكِيْلٌ ࣖ

28. Dia (Musa) berkata, “Itu (perjanjian) antara aku dan engkau. Yang mana saja dari kedua waktu yang ditentukan itu yang aku sempurnakan, maka tidak ada tuntutan (tambahan) atas diriku (lagi). Dan Allah menjadi saksi atas apa yang kita ucapkan.”

Orang yang mempunyai sifat seperti itu akan mampu melaksanakan tugas dan lebih bertakwa kepada Allah SWT.

3.       Kesepakatan

Ajaran agama islam juga mensyaratkan adanya kesepakatan di antara pemberi kerja dan pekerja. Kesepakatan tersebut meliputi pekerjaan, penjelasan karakter, serta perinciannya.

Selain itu, kesepakatan juga mencakup upah yang pantas sehingga tidak ada pihak yang merugi.

Besar harapan agar tidak terjadi lagi bentrokan karyawan PT GNI di perusahaan lainnya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY