Perayaan Hari Valentine, Bukti Kasih Sayang Atau Sekedar Hura-hura?

0
239
perayaan hari Valentine

Perayaan hari Valentine – Sobat Cahaya Islam sebentar lagi perayaan hari Valentine akan tiba. Tanggal 14 Februari yang tinggal menghitung hari disebut-sebut sebagai hari kasih sayang yang dirayakan di seluruh dunia.

Di hari ini orang menyatakan perasaan cinta pada pasangan dengan berbagai cara. Beragama cara juga digelar untuk merayakan hari yang identik dengan warna merah muda ini.

Perayaan Hari Valentine di Seluruh Dunia

Di hari Valentine orang mengadakan berbagai acara seperti bertukar kado, memberi bunga dan coklat atau berkirim kartu ucapan. Pusat-pusat perbelanjaan dan restoran dihias dengan nuansa merah muda sehingga menambah suasana romantis.

Setiap negara bahkan memiliki tradisi yang khusus dalam melakukan perayaan hari Valentine. Sesungguhnya Apakah sobat Cahaya Islam tahu apa makna dibalik Perayaan Hari Valentine yang megah ini? Ada sejarah apa di balik Perayaan Hari Valentine yang kita rayakan setiap tanggal 14 Februari tersebut?

Sejarah Dibalik Perayaan Hari Kasih Sayang

Sobat Cahaya Islam ada banyak versi mengenai sejarah hari Valentine. Namun sesungguhnya hari valentine merujuk pada sebuah peristiwa di mana seorang Uskup bernama Santo Valentine atau dikenal juga sebagai Valentinus, dihukum mati pada abad 270 Masehi.

Santo Valentine merupakan pendeta yang sangat taat kepada ajaran agamanya. Ia juga dikenal sangat peduli dan sering membantu orang-orang Kristen yang melarikan diri dari penjara Romawi.

perayaan hari Valentine

Santo Valentine menentang keputusan Kaisar Claudius 2 yang mewajibkan para pemuda lajang untuk tidak boleh menikah dan pergi berperang. Sebagai bukti protes Ia lalu menikahkan para pasangan muda dan akibatnya ia harus menerima hukuman mati dengan cara dipenggal.

Sebelum dipenggal, Iya sempat menuliskan sebuah surat cinta bagi anak gadis kepala sipir penjara . Di akhir suratnya ia menuliskan from your Valentine, sebuah kalimat yang akhirnya menjadi Legenda.

Sejak saat itulah setiap hari Valentine semua orang di dunia saling mengungkapkan perasaan kasih sayang kepada pasangannya.

Merayakan Hari Kasih Sayang Dalam Kacamata Islam

Melalui fatwa nomor 3 tahun 2017 ternyata Majelis Ulama Indonesia melarang perayaan hari Valentine dan menyatakan bahwa hukum merayakannya adalah haram. Hal ini didasari pada pemikiran bahwa tradisi Valentine bukan bagian dari tradisi agama Islam.

Bahkan tradisi ini memicu munculnya perzinahan di kalangan anak muda terlebih lagi sejarah di balik perayaan hari kasih sayang ini dilatarbelakangi oleh peristiwa tragis yang menimpa Seorang pendeta agama Kristen sehingga sangat jelas umat Islam tidak sepatutnya ikut merayakan.

Fatwa MUI tersebut diperkuat Dengan hadis Abu Daud nomor 4.031,

 “Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk dari golongan kaum tersebut” (HR. Abu Dawud no. 4031).

Dalam kacamata Islam perayaan ini juga lebih banyak unsur mubazir dan hura-hura Hal ini disebabkan banyak pasangan muda yang menghabiskan banyak uang untuk membeli hadiah bagi pasangan yang belum tentu halal dan belum tentu memiliki hak untuk diberikan hadiah.

Bahkan ada banyak orang yang membuat acara khusus yang berkesan hura-hura karena berisi pesta yang akhirnya berujung kepada kegiatan mendekati perzinahan karena dihadiri oleh pasangan muda-mudi yang saling menunjukkan kasih sayang dan sikap yang romantis.

perayaan hari Valentine

Namun walau tidak memperbolehkan adanya perayaan hari kasih sayang umat Islam sangat dianjurkan untuk menunjukkan rasa cinta kasih kepada sesama tanpa pandang bulu dan memandang hari.

Hal ini sejalan dengan hadits dari Abu Daud yang berbunyi,

“Orang-orang yang saling berkasih sayang akan disayang oleh Dzat yang maha penyayang. Maka sayangilah penduduk bumi maka Allah yang berada di atas langit akan menyayangi kalian.” (HR. Abu Dawud, No. 4941).

Islam mengajarkan umatnya untuk selalu bersikap romantis kepada pasangan halalnya di setiap saat tanpa menentukan harinya

Sobat Cahaya Islam, tanpa adanya perayaan hari Valentine kita tetap dapat menyatakan kasih sayang kepada orang-orang yang kita sayangi. Ini lebih baik untuk dilakukan agar kita juga terhindar dari perbuatan hura-hura yang mendekati zina.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY