Jonathan Christie Tinggalkan Pelatnas Cipayung Demi Istirahat, Begini Caranya agar Bernilai Ibadah

0
1078
Jonathan christie

Jonathan Christie – Jonathan Christie baru saja mengucap salam perpisahannya melalui akun Instagramnya kepada pelatnas Cipayung.

Ia mengunggah lapangan bulu tangkis di pelatnas Cipayung dengan mengimbuhkan kalimat ‘See You Again’.

Hal tersebut memicu kehebohan warganet dan akhirnya banyak muncul pertanyaan, Apakah benar Jonathan Christie memutuskan hengkang dari pelatnas PBSI lalu memilih jalur professional?

Kemudian Deri Destan, Humas PP PBSI mengklarifikasi isu yang beredar tersebut.

Destan membenarkan bahwa peraih medali emas Asian Games 2018 itu memang pergi meninggalkan pelatnas.

Namun Jonathan Christie pergi untuk berlibur demi beristirahat sejenak dan akan kembali bergabung dengan pelatnas PBSI Cipayung pada awal tahun depan.

Jonathan Christie sendiri memberikan konfirmasinya pada klarifikasi Destan melalui Insta Story milik pribadinya.

Jonathan christie

Ia berharap setelah mengistirahatkan tenaga dan juga pikiran pada awal tahun depan dirinya bisa hadir kembali dengan keadaan yang lebih fresh lagi.

Namun tahukah Anda, Sobat Cahaya Islam? Bahwa di dalam Islam istirahat juga sangatlah penting. Seperti apa? Mari kita simak di bawah ini.

Jonathan Christie Tinggalkan Pelatnas Cipayung Demi Istirahat, Begini Caranya agar Bernilai Ibadah

Kita sudah mengetahui bahwa Jonathan Christie meninggalkan pelatnas Cipayung untuk beristirahat dari aktivitas padatnya sehari-hari sebagai atlet nasional.

Di dalam Islam sendiri, amalan sekecil apapun bisa bernilai ibadah, contohnya saja beristirahat.

Hidup memang penuh pengorbanan dan kerja keras demi memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan sehari-hari.

Hal itu tentu melelahkan dan cukup menguras tenaga maupun pikiran, maka mereka membutuhkan jeda sejenak dari padatnya kesibukan yakni dengan beristirahat.

Meski terkadang waktu beristirahat tidaklah banyak, hanya beberapa jam atau beberapa hari namun jika kita mau bersyukur atas nikmat waktu istirahat yang Allah berikan maka akan menjadi nilai ibadah.

Allah SWT berfirman:

“Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah yang Maha perkasa lagi Maha Mengetahui.” (Al-An’am: 98)

Allah SWT juga menciptakan siang dan malam sebagai pergantian waktu dengan tujuan agar makhluknya dapat mendapatkan istirahat.

Hal tersebut merupakan suatu hikmah yang tak terhingga besarnya di mana manusia harus mensyukuri nikmat yang Allah berikan itu.

Seperti pada ayat Alquran di bawah ini:

“Dan karena rahmat-Nya Dia jadikan untuk kalian malam dan siang, supaya kalian beristirahat pada malam itu dan supaya kalian mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kalian bersyukur kepada-Nya.” (Al-Qashash: 73)

Salah satu bentuk istirahat yang bisa kita lakukan setiap hari adalah dengan memanfaatkan waktu tidur.

Bahkan tidur bisa bernilai ibadah apabila kita memenuhi beberapa adab dalam tidur seperti yang telah Rasulullah SAW ajarkan.

Adab tidur agar bernilai ibadah antara lain adalah sebagai berikut:

1.     Berwudhu Sebelum Tidur

Agar orang muslim tidur dalam keadaan suci maka sebelum ia beristirahat dianjurkan untuk berwudhu lebih dahulu.

2.     Mengibas Tempat Tidur

Mengibas tempat tidur atau membersihkan sebelum ditempati untuk tidur juga merupakan sunnah seperti yang Nabi Muhammad ajarkan.

3.     Tidur di atas Lambung Sebelah Kanan

Hal ini bertujuan agar tidak terasa berat saat tidur karena jantung bergantung ke arah sebelah kanan.

4.     Meletakkan Tangan di bawah Pipi

Hal ini juga seperti yang Rasululloh SAW biasa lakukan.

Jonathan christie

5.     Berdoa dan Membaca Dzikir-dzikir Tidur

Sudah bukan lagi hal asing bahwa setiap kegiatan yang kita lakukan agar bernilai ibadah maka harus disertai dengan doa kepada Allah SWT.

Demikian di atas merupakan kabar dari Jonathan Christie yang meninggalkan pelatnas Cipayung serta bagaimana agar istirahat menjadi bernilai ibadah.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY