Susuk Kecantikan Disukai Wanita, Hukum Susuk dalam Islam

0
227
susuk kecantikan - jimat

Susuk Kecantikan – Susuk kecantikan seringkali di sebut jimat pemikat untuk menarik lawan jenis. Biasanya, pengguna jimat ini lebih sering di dominasi oleh kaum hawa. Tujuan penggunaannya pun bermacam – macam mulai dari sekedar iseng, penyokong mata pencaharian atau bahkan sampai balas dendam.

Sobat Cahaya Islam, perlu di ketahui bahwasannya penggunaan susuk kecantikan di hukumi haram di dalam agama Islam. Pun di jelaskan juga, bahwa hal ini termasuk ke dalam kategori menduakan Allah (syirik).

Hal ini hendaknya di hindari bahkan menjauhinya. Karena bisa menjadi penambah dosa bagi si pengguna. Lantas bagaimana jika sudah terlanjur menjadi pengguna jimat tersebut? Insya Allah, Allah akan menerima taubat.

Apakah pengguna Susuk Kecantikan termasuk pelaku maksiat? Bagaimana cara agar terhindar dari kecanduan susuk?

Umat Islam yang menggunakan susuk kecantikan secara tidak langsung sudah menduakan sang Khaliq dan melanggarNya. Di dalam Islam, melakukan perbuatan yang islam larang sama halnya dengan berbuat kemaksiatan.

Tentu hal ini terkategori sebagai dosa yang besar. Di sisi lain, menduakan Allah SWT sama saja meragukan kekuasaan Allah SWT sebagai pencipta seisi alam semesta ini.

Walaupun Allah SWT adalah Maha Pemaaf, namun hal ini tidak boleh menjadi sebuah pembenaran untuk tak melakukan pertaubatan. Hal ini bertujuan agar kaum muslimin mendapatkan ampunan dari Allah Ta’ala. Lantas, bagaimana caranya melakukan pertaubatan dan menghindari kemaksiatan tersebut?

1.   Bangun Pemahaman Islam dalam Diri

Secara umum, manusia beraktivitas berdasarkan pada sebuah pemahaman. Artinya, jika manusia mempunyai pemahaman Islam yang benar, maka akan mendatangkan kebaikan pada aktivitas yang di lakukan.

Sebaliknya, jika pemahamannya condong pada hal – hal yang menjauhkan dari agama, maka aktivitasnya juga. Sehingga, langkah pertama yang harus berwujud adalah bentengi diri dengan Islam supaya terhindar dari aktivitas syirik.

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ

“Sesungguhnya mantera-mantera, jimat-jimat dan pelet adalah syirik” (HR. Abu Daud no. 3883, Ibnu Majah no. 3530 dan Ahmad 1: 381. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

2.   Bersyukur

Langkah kedua yang perlu di lakukan adalah menghargai penciptaan yang Allah berikan kepada hambaNya. Pun, mensyukuri segala kenikmatan yang telah Allah SWT berikan dalam kehidupan yang di jalankan.

Tidak semua hal yang di inginkan harus di dapatkan, apalagi dengan jalan yang islam haramkan. Misal, ingin mendapatkan jodoh dengan menggunakan susuk kecantikan.

Tentu, hal ini sangat di sayangkan. Bukannya malah mendatangkan keberkahan, malah akan menambah kadar dosa yang di miliki.

3.   Perawatan Diri

Sebagian besar orang yang menggunakan susuk kecantikan biasanya karena kurang percaya diri dengan kondisi fisik

Maka, langkah selanjutnya yang perlu di galakkan yakni belajar untuk merawat dan menjaga diri. Di bandingkan menggunakan susuk yang beresiko haram, justru perawatan diri lebih di anjurkan.

4.   Berkarakter Baik

Sebagai seorang umat muslim, langkah selanjutnya yang bisa dilakukan yakni membranding diri dengan menanamkan karakter Islam dalam diri. Seseorang dengan kepribadian positif akan memberikan pancaran sempurna di lingkungan sekitarnya. Sehingga seharusnya tidak perlu penggunaan susuk.

Nah Sobat Cahaya Islam, itulah beberapa langkah yang bisa diaplikasikan supaya terhindar dari penggunaan susuk kecantikan yang marak beredar. Penggunaannya yang diharamkan harus menjadi landasan kuat dalam diri supaya menjauh dari aktivitas menduakan Allah SWT.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY