Susuk Kecantikan Digandrungi Wanita, Inilah Hukum Susuk dalam Pandangan Islam

0
43

Susuk Kecantikan – susuk kecantikan seringkali disebut jimat pemikat untuk menarik lawan jenis. Biasanya, pengguna jimat ini lebih sering didominasi oleh kaum hawa. Tujuan penggunaannya pun bermacam – macam mulai dari sekedar iseng, penyokong mata pencaharian atau bahkan sampai balas dendam.

Sobat Cahaya Islam, perlu diketahui bahwasannya penggunaan susuk kecantikan dihukumi haram di dalam agama Islam. Pun dijelaskan juga, bahwa hal ini termasuk ke dalam kategori menduakan Allah (syirik). Hal ini hendaknya dihindari bahkan dijauhi. Karena bisa menjadi penambah dosa bagi si pengguna. Lantas bagaimana jika sudah terlanjur menjadi pengguna jimat tersebut? Insya Allah, Allah akan menerima taubat.

Apakah pengguna Susuk Kecantikan termasuk pelaku maksiat? Bagaimana cara agar terhindar dari kecanduan susuk?

Umat Islam yang menggunakan susuk kecantikan secara tidak langsung sudah menduakan sang Khaliq dan melanggarNya. Di dalam Islam, melakukan perbuatan yang dilarang sama halnya dengan berbuat kemaksiatan. Tentu hal ini dikategorikan sebagai dosa yang besar. Di sisi lain, menduakan Allah SWT sama saja meragukan kekuasaan Allah SWT sebagai pencipta seisi alam semesta ini.

Walaupun Allah SWT adalah Maha Pemaaf, namun hal ini tidak boleh dijadikan sebuah pembenaran untuk tak melakukan pertaubatan. Hal ini bertujuan agar kaum muslimin mendapatkan ampunan dari Allah Ta’ala. Lantas, bagaimana caranya melakukan pertaubatan dan menghindari kemaksiatan tersebut?

1.   Bangun Pemahaman Islam dalam Diri

Secara umum, manusia beraktivitas didasarkan pada sebuah pemahaman. Artinya, jika manusia mempunyai pemahaman Islam yang benar, maka akan mendatangkan kebaikan pada aktivitas yang dilakukan. Sebaliknya, jika pemahamannya condong pada hal – hal yang menjauhkan dari agama, maka aktivitasnya juga. Sehingga, langkah pertama yang harus diwujudkan adalah bentengi diri dengan Islam supaya terhindar dari aktivitas syirik.

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ

“Sesungguhnya mantera-mantera, jimat-jimat dan pelet adalah syirik” (HR. Abu Daud no. 3883, Ibnu Majah no. 3530 dan Ahmad 1: 381. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

2.   Bersyukur

Langkah kedua yang perlu dilakukan adalah menghargai penciptaan yang Allah berikan kepada hambaNya. Pun, mensyukuri segala kenikmatan yang telah Allah SWT berikan dalam kehidupan yang dijalankan. Tidak semua hal yang diinginkan harus didapatkan, apalagi dengan jalan yang diharamkan. Misal, ingin mendapatkan jodoh dengan menggunakan susuk kecantikan. Tentu, hal ini sangat disayangkan. Bukannya malah mendatangkan keberkahan, malah akan menambah kadar dosa yang dimiliki.

3.   Perawatan Diri

Sebagian besar orang yang menggunakan susuk kecantikan biasanya dikarenakan kurang percaya diri dengan kondisi fisik. Maka, langkah selanjutnya yang perlu digalakkan yakni belajar untuk merawat dan menjaga diri. Dibandingkan menggunakan susuk yang beresiko haram, justru perawatan diri lebih dianjurkan.

4.   Berkarakter Baik

Sebagai seorang umat muslim, langkah selanjutnya yang bisa dilakukan yakni membranding diri dengan menanamkan karakter Islam dalam diri. Seseorang dengan kepribadian positif akan memberikan pancaran sempurna di lingkungan sekitarnya. Sehingga seharusnya tidak perlu penggunaan susuk.

Nah Sobat Cahaya Islam, itulah beberapa langkah yang bisa diaplikasikan supaya terhindar dari penggunaan susuk kecantikan yang marak beredar. Penggunaannya yang diharamkan harus menjadi landasan kuat dalam diri supaya menjauh dari aktivitas menduakan Allah SWT.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY