Perang Sampit, Saling Menghormati adalah Kunci Perdamaian

0
111

Perang Sampit – Kehidupan manusia tidak pernah lepas dari ujian. Ujian bisa datang dari mana saja seperti sakit badan, disakiti orang lain, kekurangan, peperangan dan lain sebagainya. Ujian yang diterima oleh manusia adalah untuk mendirik manusia agar bisa bersabar dan semakin bijaksana dalam menjalani hidup.

Indonesia adalah negara yang kaya akan kebudayaan. Warga negara ini terdiri dari banyak suku. Perbedaan memang menjadi hal yang sangat wajar. Ketika seseorang dapat menerima perbedaan dengan baik dan saling menghormati maka kehidupan akan berjalan dengan penuh kedamaian. Namun jika tidak saling menghormati maka akan terjadi konflik yang merusak. Salah satu contoh konflik akibat tidak saling menghormati adalah perang sampit di Kalimantan yang baru-baru ini kembali viral dan diperbincangkan.

Perang sampit merupakan perang antar suku yakni antara suku Dayak dan Madura yang menyebabkan ratusan korban jiwa. Perang sampit begitu terkenal hingga saat ini karena bentuk pembantaian dalam perang begitu kejam. Dalam perang tersebut banyak orang yang mati dipenggal, dikeluarkan isi perutnya, dibuang ke sungai, diambil organnya dan lain sebagainya.

Dalam perang tersebut rumah-rumah suku Madura dibakar dan listrik mati total. Hal yang menambah keadaan begitu mencekam adalah teriakan perang yang keras sehingga siapa saja yang melihatnya merasa ketakutan. Orang-orang memenggal kepala orang dan kemudian mengarak kepala tersebut keliling kampung, bahkan ada mayat yang ditali dan diseret dengan sepeda motor keliling kampung juga.

Perang Sampit Perlu Menjadi Pelajaran

Suku Dayak adalah suku yang ramah dan pemalu. Mereka sangat baik kepada pendatang. Suku Madura yang pada saat ini banyak yang datang ke Dayak seolah kurang menghormati masyarakat dan adat di sana sehingga memancing kemarahan Suku Dayak.

Ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari peristiwa tersebut. Berikut ini adalah beberapa pelajaran penting yang sebaiknya kita ambil agar peristiwa semacam ini jangan sampai terjadi lagi:

Hargai Orang Lain

Saling menghormati dan menghargai orang lain adalah kunci agar kehidupan ini berjalan dengan baik. jangan sampai timbul perpecahan hanya karena merendahkan suku lain atau yang berbeda dnegan kita.

perang sampit

Jangan Memanfaatkan Kebaikan Orang Lain

Orang yang baik cenderung lebih banyak diam apabila diperlakukan dengan tidak baik. orang baik juga sangat senang mengalah. Namun ada saatnya orang baik melawn apabila kebaikannya tidak dihargai atau bahkan dimanfaatkan tanpa memperdulikan perasaan mereka.

Jangan Menindas Orang Lemah

Orang baik memang terkadang terlihat lemah. Sebenarnya mereka bukan lemah hanya saja mereka tidak suka membuat masalah. Ketika orang yang lemah terus ditindas maka suatu saat mampu membalas apa yang pernah dilakukan orang lain.

Allah telah memerintahkan kita agar jangan berbuat Zalim kepada sesama manusia. Bahkan doa orang yang dizalimi sangat mudah dikabulkan oleh Allah:

“Berhati-hatilah kamu terhadap do’anya orang yang dizhalimi karena antara do’anya dan Allah tidak ada penghalangnya”(HR. Bukhari no. 2268)

Perlakukan Orang Lain Seperti Kita Ingin Diperlakukan

Pelajaran lain yang bisa kita ambil selanjutnya dari peristiwa perang sampit adalah apabila kita ingin dihargai maka kita juga harusmenghargai orang lain. Selalu berusaha untuk memperlakukan orang lain dengan baik. usahakan kita mampu berbuat baik kepada sesama seperti kita ingin diperlakukan. Dengan begitu empati kita akan terbentuk dengan baik dan kehidupan yang tentram dapat terwujud.

Sebenarnya masih ada banyak pelajaran lain yang dapat diambil dari peristiwa tersebut. Sobat cahaya Isalm perlu untuk mengetahui mengenai sejarah dengan baik dan menjadikannya sebagai pelajaran hidup. Semoga peristiwa seperti ini tidak terulang kembali karena suku Dayak dan suku Madura sudah kembali akur dan damai setelah perang selesai.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!