Mengapa Kita Selalu Merasa Kekurangan?

0
1500

Mengapa kita selalu merasa kekurangan? Itulah pertanyaannya! – Tim Cahayaislam sering bertemu banyak orang yang mengajak ngobrol ngalor ngidul ketika tidak sengaja bertemu di warung kopi ataupun warung makan ketika kami melakukan perjalanan untuk mencari sumber suatu kajian islam dibeberapa tempat. Dan kebanyakan dari pembicaraan-pembicaraan yang kami dengar tersebut seolah memberikan opini: betapa berat hidup zaman sekarang ini. Banyak orang mengeluh bahwa mereka kekurangan dan bagiamana menjengkelkannya hari-hari mereka. Apakah sobat Cahayaislam disini merupakan salah satu dari mereka?

Nah, menyikapi hidup itu sebenarnya erat kaitannya dengan bagaimana kita memandang hidup itu sendiri. Dan cara kita memandang hidup itu sendiri pastinya akan berujung kepada apa sih tujuannya kita hidup. Jawaban yang tepat dari apa sih tujuan hidup itu yang paling hakiki adalah mencari nikmatnya surga Allah kelak. Namun kenapa kita selalu merasa kekurangan? Bahkan parahnya tidak percaya bahwa Allah itu mengasihi kita. Bila itu terjadi, ada 3 kemungkinan untuk anda.

Anda Kurang bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmatnya

Rasa syukur adalah satu hal kunci pertama yang menjadi tolok ukur apakah kita bisa menerima ketentuan-ketentuan Allah. Bila kita mau berkontemplasi lebih dalam, sesungguhnya nikmat Allah itu sangat banyak dan agung. Dan benar saja, Allah tidak memerintahkan kita untuk menghitungnya, tetapi Allah menuntut kita untuk bersyukur atas hal itu.

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

Supaya lebih bersyukur kepada Allah, yang pertama harus anda lakukan adalah mengubah sudut pandang anda bahwa tidak semua anugerah dan kenikmatan yang diberikan oleh Allah itu berupa materi atau uang. Kesehatan, keluarga yang rukun, rasa aman dan yang lainnya selain materi juga suatu kenikmatan lho. Luangkan waktu sejenak untuk melihat sekeliling kita dan keadaan kita. Amati dengan cermat dan katakan pada diri anda masihkah anda merasa kekurangan?

Perlu mengecek level iri dan dengki anda nih

Selain kurang bersyukur, alasan lain mengapa kita selalu merasa kekurangan adalah kadar level iri dan dengki dalam hati kita. Banyak orang yang kemudian mencibir setelah melihat orang lain memiliki sesuatu atau mendapatkan sesuatu. Misalnya kita merasa iri ketika tetangga membeli mobil baru, kita merasa iri ketika teman dekat kita membuka usaha yan terlihat lebih sukses dibanding kita.

Namun, sebenarnya kita tidak tahu bahwa mungkin saja mereka lebih menderita dibanding kita? Bisa saja tetangga kita yang membeli mobil baru merasa kesusahan karena mereka harus mencicil mobil yang mereka beli. Bisa saja ternyata teman dekat yang memiliki usaha yang terlihat lebih sukses dibandingkan kita ternyata sedang stress karena terlilit hutang yang harus dibayar karena usahanya tersebut. Itulah kenapa Rasulullah selalu berpesan untuk melihat sesuatu dibawah kita. Selain untuk agar lebih bersyukur, kita juga terhindar dari sifat iri dengki. Allah juga memerintahkan kita untuk tidak saling iri pada saudara seiman kita (H.R Muslim)

“‏ لاَ تَقَاطَعُوا وَلاَ تَدَابَرُوا وَلاَ تَبَاغَضُوا وَلاَ تَحَاسَدُوا وَكُونُوا إِخْوَانًا كَمَا أَمَرَكُمُ اللَّهُ ‏

Anda kurang yakin atau tidak tawakkal pada pertolongan Allah

Ada kata mutiara yang dinukil dari hadits: Semalang-malangnya orang adalah dia yang menyandarkan hidupnya pada dirinya sendiri, tanpa bantuan dari Allah. Banyak prinsip orang-orang yang tak bertuhan yang menyatakan ada tidak adanya Tuhan, tidak mengubah apapun, itu sebenarnya hal yang menyedihkan. Karena sebenarnya Allah pasti akan menolong bila kita memintanya. Janganlah kita menjadi orang-orang yang sombong yang tidak membutuhkan bantuan dari Allah. Ketika kita berserah diri kepada Allah, maka Allah akan mencukupi diri kita seperti Allah memberi makan pada burung (H.R Tirmidzi)

“‏لو أنكم تتوكلون على الله حق توكله لرزقكم كما يرزق الطير ، تغدو خماصاً وتروح بطاناً‏”

Alasan lain mengapa kita selalu merasa kekurangan adalah ketidak yakinan kita pada pertolongan Allah. Hal ini bisa disebabkan karena ketidak sabaran kita dalam berdoa atau memang kita kurang dekat kepada Allah. Maka bertawakkal kepada Allah dan jangan berhenti berdoa kepada Allah. Insha Allah dengan memperhatikan 3 hal ini, kita akan diberi hati yang merasa cukup oleh Allah. Amiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!