Ini Dia 3 Nasihat Agung Rasulullah yang Perlu Kita Indahkan

0
538

Sudah sepantasnya kita yang mengaku sebagai orang beriman kepada Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusanNya, mau mengikuti sunnah. Bila kita mau mempelajari hadits dan riwayat kehidupan Rasulullah, maka kita akan dihadapkan dengan banyak sekali pelajaran-pelajaran berharga yang bisa kita dapatkan. Banyak wasiyat-wasiyat beliau yang indah dan perlu kita indahkan lagi dengan mengaplikasikannya kedalam lini kehidupan kita.

Beberapa waktu yang lalu ketika tim cahayaislam sedang membaca-baca kitab hadits. Kami menemukan ada satu hadits nasihat Rasulullah yang baik tertera dalam riwayat Ibnu Majjah 4171. Haditst itu berbunyi sebagai berikut:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ زِيَادٍ، حَدَّثَنَا الْفُضَيْلُ بْنُ سُلَيْمَانَ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ خُثَيْمٍ، حَدَّثَنِي عُثْمَانُ بْنُ جُبَيْرٍ، – مَوْلَى أَبِي أَيُّوبَ – عَنْ أَبِي أَيُّوبَ، قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ ـ صلى الله عليه وسلم ـ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ عَلِّمْنِي وَأَوْجِزْ ‏.‏ قَالَ ‏ “‏ إِذَا قُمْتَ فِي صَلاَتِكَ فَصَلِّ صَلاَةَ مُوَدِّعٍ وَلاَ تَكَلَّمْ بِكَلاَمٍ تَعْتَذِرُ مِنْهُ وَأَجْمِعِ الْيَأْسَ عَمَّا فِي أَيْدِي النَّاسِ

Dari Abi Ayyub diceritakan bahwa seorang rojul datang kepada Rasulullah SAW dan berkata: wahai utusan Allah, ajarilah padaku sesuatu yang baik namun ringkas. Rasulullah kemudian memberikan nasihat kepadanya: Ketika engkau berdiri dalam keadaan sembahyang, maka sholatlah seperti seolah-olah engkau mengucapkan selamat tinggal. Jangan mengatakan hal-hal yang akan membuatmu merasa bersalah dan harus meminta maaf, dan berputus harapanlah pada apa yang orang miliki.

Wasiat untuk memperbaiki sholat dan berusaha khusyu ketika melaksanakannya

Dalam hadits tersebut dengan gamblang kita bisa menemukan bahwa nasihat singkat pertama Rasulullah kepada rojul tersebut adalah agar dia melaksanakan sholat seolah-olah dia akan berpamitan. Maksunya disini adalah mengerjakan sholat dengan tulus sampai seolah-olah dia akan mati setelahnya. mengerjakan sholat dengan khusyuk mengingat waktu yang diberikan Allah sangatlah singkat adalah hal penting.

Nasihat agar kita menjaga lisan dalam berbicara

Nasihat kedua yang dikatakan Rasulullah kepada rojul itu adalah agar tidak mengatakan sesuatu yang mungkin akan membuatnya harus meminta maaf nantinya. Hal ini dimaksudkan agar kita selalu senantiasa menjaga lisan kita. Karena lisan merupakan senjata yang lebih tajam dari pedang manapun di dunia ini. Lisan bisa menciptakan fitnah dan banyak dari umat Rasulullah yang tergelincir dalam pedihnya siksa neraka karena tidak bisa menjaga mulutnya.

Petuah Rasulullah agar kita tidak terlalu berharap pada manusia dan hal duniawi

Hal ketiga yang disabdakan Rasulullah kepada rojul dalam hadits diatas adalah agar berputus asa atau menyerah dalam hal yang dimiliki manusia. Dalam petuah ini, banyak alim ulama memiliki pendapat yang berbeda. Yang pertama adalah bermaksud untuk tidak terlalu mengharapkan kebaikan orang lain atau balasan orang lain pada apa yang kita kerjakan. Yakni dengan ikhlas beramal sholih dan memperbaiki hubungan sesama manusia.

Sedangkan yang kedua menurut para alim ulama adalah meninggalkan yang orang-orang punya adalah menjadi pribadi yang zuhud dan qonaah. Disaat orang lain saling menyombongkan kekayaan yang dimilikinya. Kita tetap menjadi orang yang sederhana karena kita tahu bahwa kehidupan yang hakiki adalah kehidupan kita kelak di akhirat.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!