Luna Maya Didesak Nikah, Bolehkah di dalam Islam Melakukannya?

0
55
Luna Maya

Luna Maya – Pembahasan terkait pernikahan biasanya memang sedikit sensitif bagi sebagian umat, namun tidak dengan Luna Maya. Seperti yang dilansir dalam beberapa kanal media, pemberitaan Luna yang didesak nikah oleh Karput (Red : Kartika Putri) mencuat ke publik. Sebagian besar netizen pun mulai melakukan pembelaaan bahkan tak tanggung – tanggungmalah balik membully Kartika lantaran candaaannya tentang nikah.

Sobat Cahaya Islam, kasus yang dialami oleh Luna Maya bisa jadi juga pernah dirasakan oleh umat muslim lainnya. Hal ini tentu dapat menjadikan hati menjadi tidak tenang dan galau. Alih – alih melayakkan diri untuk segera masuk ke jenjang pernikahan, umat malah terfokus dengan masalah desakan tersebut sehingga jadi terburu – buru dalam menikah.

Bagaimana Umat Merespon terkait Desakan Nikah seperti Luna Maya?

Luna Maya

Sebagai umat muslim, tentu umat harus saling menasehati dengan cara yang ahsan. Memang, ucapan yang Ahsan hanya terlihat dari hati yang mengucapkan ikhlas atau tidak. Namun, ucapan tersebut dapat terlihat dari mimik muka dan raut wajah yang ceria.

Termasuk halnya bila umat menasehati seseorang untuk melangsungkan pernikahan, hendaknya dengan kalimat yang lembut dan tidak membuat hati tersakiti. Apalagi terkait pernikahan yang notabene memang sangat sensitif.

Kadang, seseorang yang terdesak untuk menikah menjadi tidak nyaman dan meningkatkan insekuritas. Padahal dalam Islam, umat tidak diperbolehkan terburu – buru dalam melaksanakan segala hal sebelum dipertimbangkan dengan matang.

Pertimbangan kematangan ini tentu bukan berasal dari tafsir diri sendiri melainkan harus berdasarkan syariat. Kunci sederhana seseorang mampu menjalani pernikahan yakni ketika tingkatan aqidah dan kepribadian Islamnya sudah matang. Dua hal ini nampak sepele, namun jika diperluas, cakupan pembahasannya terlalu banyak. Seperti halnya kematangan aqidah.

Seseorang dapat dikategorikan matang secara aqidah jika dia mampu menstandarkan hidup sesuai pandangan Islam, bukan campuran dari pandangan lain. Tentu hal ini akan sangat sulit dijalankan. Sebab kehidupan sekarang tidak terlalu mengajarkan umat untuk hidup sesuai syariat.

Contoh sederhananya yakni ketika seseorang beramal pastikah yang dikejar yakni sebuah keuntungan materi belaka, bukan untuk mencapai Ridho Allah SWT. Dalam Islam memang tidak ada pelarangan untuk berusaha mendapatkan keuntungan, namun seharusnya hal tersebut bukan menjadi prioritas utama. Umat sungguh merugi jika demikian.

Termasuk dalam pernikahan sendiri, apabila umat hanya memandang pernikahan berdasar materi, maka pernikahan tidak akan pernah berlangsung. Sebab, secara logika pernikahan sama saja menjadikan harta semakin berkurang. Betul tidak?

Bagaimana Indikasi Seseorang Siap untuk Menikah?

Luna Maya

Pernikahan adalah ibadah yang akan dilakukan seumur hidup. Maka dari itu harus dipersiapkan semaksimal mungkin agar tidak samapi kecewa dan menyesal. Beberapa indikasi seseorang dikatakan siap menikah yakni senantiasa menjadikan Allah SWT sebagai sandaran dalam segala permasalahan hidup.

Selain itu, seseorang tersebut mampu untuk menyelesaikan urusan pribadi dan keluarganya sebelum memasuki jenjang pernikahan. Pun, umat tersebut juga harus mampu mengelola waktu sebaik mungkin. Salah satu ciri keberhasilan di aspek pengelolaan waktu, umat tak lagi melakukan hal yang tak bermanfaat. Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW yakni :

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ

“Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat.” (HR. Tirmidzi, no. 2317; Ibnu Majah, no. 3976. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai desakan yang mengharuskan Luna Maya untuk menikah. Semoga ke depan tidak ada lagi candaan seperti ini ya. Sebab, umat tak dapat mengetahui perasaan seseorang yang menjadi target candaan, apakah dia merasa tidak nyaman atau biasa saja dengan hal tersebut. Selain itu, umat juga dapat mensehati terkait pernikahan dalam Islam sebagai alternatif candaan.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY