Boleh Gak Ya Body Shaming dalam Islam?

0
55

Body Shaming – Selama masa pandemi ini, nampaknya insekuritas antar lawan Maya mulai bermunculan. Salah satu hak yang menyebabkan hal tersebut yakni adanya body Shaming. Istilah ini kembali dimunculkan manakala beberapa orang malah melazimi bahwa umat yang tidak memiliki tubuh ideal serta tak sesuai dengan kriteria kecantikan sekarang adalah wujud dari shaming.

Sobat Cahaya Islam, Body Shaming menjadi hal yang biasa di kehidupan Kapitalisme sekarang. Bahkan pembahasan ini sering masuk menjadi trending topic entah di sosial media maupunYouTube. Tentu, hal ini tak sesuai dengan ajaran Islam yang sama sekali tak pernah memandang umat dari fisik semata.

Bagaimana Tanggapan Umat tentang Body Shaming?

body Shaming

Sebagai kaum muslimin, sudah tentu umat harus waspada dengan bahaya propaganda yang membedakan manusia hanya dari fisik semata. Sebab umat perlu menyadari bahwa mereka hanya berbeda lantaran derajat ketaqwaan saja bukan lainnya.

Jika keimanan dilihat dari fisik semata, tentu hal ini bukan sesuatu yang adil bukan? Bahkan fisik sendiri tak bisa secara mutlak terdefinisi sebagai fisik yang sempurna, sebab secara fitrah manusia itu makhluk yang hina. Allah lah yang mengangkat derajatnya menjadi makhluk mulia bahkan sampai disegani oleh para jamaahnya.

Perilaku ini adalah budaya yang lahir ketika kehidupan hanya ditekankan pada materiil semata. Semua harus terukur dengan ukuran materi serta keuntungan yang didapatkan.

Memang keuntungan merupakan hal yang penting, namun bukan menjadi orientasi seharusnya. Sebab, muara orientasi umat hanya satu yakni untuk beribadah kepada Allah SWT semata.

Namun, nampaknya umat mulai keblinger dengan kehidupan sekarang sehingga muda teraruskan dengan mode gaya hidup yang serba bebas baik secara positif maupun negatif salah satunya dengan asal mengkomentari physical appearance seseorang.

Islam secara jelas mengajarkan bahwa umat dapat berkomentar termasuk memberikan nasihatnya hanya dengan kalimat yang Ahsan dan diniatkan untuk tidak menyinggung. Sebab jika umat tersinggung, maka umat tersebut sama saja melakukan kedzaliman. Tentu hal ini masuk dalam kategori dosa yang cukup berat.

Bagaimana Cara Bersyukur terhadap Allah SWT terhadap Anggota Tubuh?

body Shaming

Sobat Cahaya Islam daripada umat mengeluh tak karuan dengan bentuk tubuh, lebih baik unat mensyukuri pemberian Allah SWT. Sebab, itulah yang menjadi takdir umat. Tak perlu untuk mengubah bentuk ciptaan yang tak sesuai dengan standar kecantikan sekarang.

Umat hanya perlu mengkondisikan agar pemberian Allah SWT terawat dan terjaga dengan baik. Selain itu, terdapat beberapa hal yang merupakan bentuk syukur atas pemberian Allah SWT yakni :

1. Tak Pernah Mengeluh

Selain menjaga diri, hendaknya umat belajar untuk mengkontrol agar diri tak mudah untuk mengeluh atas ciptaan Allah SWT. Karakter seperti ini dapat dengan mudah dilakukan jika umat terbiasa. Jika tidak, pasti umat akan lebih sering mengeluh.

2. Mendekatkan Diri Pada Allah SWT

Cobalah untuk bertaqarrub-ilallah. Aktivitas ini akan membantu umat untuk menyadari bahwa ada banyak hal dari Allah SWT yang selama ini umat jarang bersyukur. Selain itu, mendekatkan diri pada Allah SWT juga dapat meningkatkan kualitas keimanan pada diri seseorang.

: وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيهِ ، وَمَا يَزالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإِذَا أحْبَبْتُهُ ، كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ ، ويَدَهُ الَّتي يَبْطِشُ بِهَا ، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا وَإنْ سَألَنِي أعْطَيْتُهُ ، وَلَئِن اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ

Artinya : Dan tidaklah seorang hamba mendekat kepada-Ku; yang lebih aku cintai daripada apa-apa yang telah Aku fardhukan kepadanya. Hamba-Ku terus-menerus mendekat kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku pun mencintainya. Bila Aku telah mencintainya, maka Aku pun menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang ia pakai untuk melihat, menjadi tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan menjadi kakinya yang ia pakai untuk berjalan. Bila ia meminta kepada-Ku, Aku pun pasti memberinya. Dan bila ia meminta perlindungan kepada-Ku, Aku pun pasti akan melindunginya.” HR. Al-Bukhâri 6502 Fathul Bârî (11/348).

Nah Sobat Cahaya Islam, begitulah ulasan mengenai Body Shaming yang lagi booming. Semoga ke depan umat tak latah untuk saling menghina bentuk tubuh sebab hal tersebut sangat jauh dari konteks kebeemanfataannya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY