KPU Minta Maaf, Sudahkah Memenuhi Syarat Meminta Maaf dalam Islam?

0
89
KPU minta maaf

KPU Minta Maaf – Isu tentang Pemilu masih menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Indonesia. Belum lama ini momen KPU minta maaf menarik perhatian banyak orang. Diketahui permintaan maaf tersebut berkaitan dengan kesalahan konversi dalam Pemilu 2024.

Permintaan maaf disampaikan langsung oleh Ketua KPU RI yakni Hasyim Asy’Ari. Ia menyampaikan permintaan maaf terkait salah konversi dalam pembacaan data catatan hasil perhitungan suara Pemilu tahun ini pada sistem Sirekap.

KPU Minta Maaf Jadi Sorotan, Sebut Masih Manusia Biasa

Dalam momen KPU minta maaf, masyarakat juga menyorot perkataan Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari. Sorotan itu tertuju kepada ucapan Ketua KPU yang menyebut bahwa pihak dalam pemungutan suara adalah manusia biasa yang sangat mungkin melakukan kesalahan.

Walaupun begitu, ia juga memastikan segera mengoreksi kesalahan dalam konversi. Sebab menurutnya, KPU tidak boleh berbohong dan wajib menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat Indonesia.

Lebih lanjut, Hasyim Asy’ari juga mengatakan bahwa siapa saja bisa mengkomplain apabila terjadi kesalahan serupa. KPU juga berkomitmen untuk selalu memanfaatkan keunggulan platform Sirekap dalam Pemilu 2024 agar lebih profesional.

Apalagi masyarakat juga bisa memantau perkembangan Pemilu langsung melalui website https://pemilu2024.kpu.go.id/.

Meminta Maaf dalam Kacamata Islam

Sobat Cahaya Islam, momen KPU minta maaf sejatinya merupakan hal yang bagus. Itu karena, semua manusia tentu tak luput dari kesalahan. Namun yang terbaik adalah menyadari kesalahan itu, meminta maaf, dan memperbaiki kesalahannya.

Dengan begitu, tak ada pihak yang merasa rugi atau terzalimi karena kesalahan tersebut. Agama islam juga mengajarkan umatnya untuk saling meminta maaf dan memaafkan apabila terjadi kesalahan dalam kehidupan.

Ini sangat penting karena dapat menciptakan kehidupan yang rukun, aman, dan jauh dari pertikaian satu sama lain. Oleh karenanya, Sobat bisa mencontoh orang-orang soleh yang meminta maaf tulus dari hati.

Syarat Meminta Maaf dalam Islam

Sobat, ternyata ada beberapa syarat dalam meminta maaf yang perlu umat islam penuhi. Dengan begitu, permintaan maaf yang terlontar bisa diterima manusia dan Allah SWT. Apa saja persyaratannya? Sobat bisa simak di bawah ini.

1.  Tidak Menunda

Perlu Sobat ketahui bahwa meminta maaf merupakan sifat yang mulia. Karena itu. Hendaknya Sobat segera meminta maaf sekalipun berada dalam posisi yang benar. Apalagi kalau Sobat bersalah, maka jangan sampai menunda untuk meminta maaf.

KPU minta maaf

Tak hanya itu, orang yang meminta maaf terlebih dulu derajatnya lebih tinggi dan Allah SWT cintai. Sebab meminta maaf juga termasuk upaya meminta ampunan kepada Allah SWT. Ini sejalan dengan firman Allah SWT,

 وَسَارِعُوۡۤا اِلٰى مَغۡفِرَةٍ مِّنۡ رَّبِّكُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالۡاَرۡضُۙ اُعِدَّتۡ لِلۡمُتَّقِيۡنَۙ

“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali ‘Imran Ayat 133)

2.    Menyesali Kesalahannya

Syarat berikutnya yaitu hendaknya Sobat juga menyesali kesalahan baik sengaja ataupun tidak sengaja. Permintaan maaf yang Sobat ucapkan juga harus disertai niat baik dan janji tak akan mengulanginya di kemudian hari.

KPU minta maaf

Apabila kesalahannya itu sudah merugikan orang lain, maka harus mengembalikan hak orang yang sudah Sobat rugikan. Ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW,

مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لِأَخِيهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَيْءٍ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ قَبْلَ أَنْ لَا يَكُونَ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ وَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ

Siapa yang pernah berbuat aniaya (zalim) terhadap kehormatan saudaranya atau sesuatu apapun hendaklah dia meminta kehalalannya (maaf) pada hari ini (di dunia) sebelum datang hari yang ketika itu tidak bermanfaat dinar dan dirham. Jika dia tidak lakukan, maka (nanti pada hari kiamat) bila dia memiliki amal shalih akan diambil darinya sebanyak kezholimannya. Apabila dia tidak memiliki kebaikan lagi maka keburukan saudaranya yang dizhaliminya itu akan diambil lalu ditimpakan kepadanya”. (HR. Al-Bukhari no. 2449)

Sobat Cahaya Islam, mari pandang positif momen KPU minta maaf kepada masyarakat Indonesia. Dengan begitu, akan segera tercipta Pemilu yang adil dan masyarakat terbebas dari kebencian satu sama lain karena perbedaan pilihan.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY