Kenapa Allah dan Malaikat Bershalawat kepada Nabi?

0
279
Kenapa-Allah-dan-Malaikat-Bershalawat-kepada-Nabi

Allah dan Malaikat Bershalawat – Shalawat termasuk ibadah yang paling mulia. Tak heran banyak dalil yang menjelaskan tentang keutamaan shalawat kepada Rasulullah. Secara bahasa, shalawat adalah bentuk jamak dari kata shalat, yang artinya berdoa. Jadi, shalawat kepada Rasulullah adalah mendoakan kebaikan bagi Rasulullah. Bukan hanya manusia, Allah dan malaikat pun juga mengucapkan shalawat kepada Rasulullah. Mungkin ini terdengar aneh. Oleh karena itu, sobat Cahaya Islam harus tahu maksud dan tujuannya.

Maksud Allah dan Malaikat Bershalawat kepada Nabi

Dalam Al-Qur’an, Allah memerintahkan kita sebagai orang yang beriman untuk bershalawat:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Sungguh Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi (Muhammad). Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian kepadanya, dan bersalamlah dengan sungguh-sungguh.” (1)

Dari ayat di atas, ada 2 poin yang bis akita ambil. Pertama, Allah & para malaikat bershalawat kepada Rasulullah. Kedua, Allah memerintahkan orang-orang mukmin bershalawat & bersalam kepada Rasulullah. Pertanyaannya, apa bedanya shalawat dari Allah, malaikat, dan orang mukmin?

Dalam kitab tafsirnya, Imam Al-Qurtubi menjelaskan bahwa shalawatnya Allah artinya rahmat. Sementara itu, shalawatnya para malaikat artinya mereka memohonkan ampun untuk Rasulullah. Sedangkan shalawatnya umat Islam adalah doa untuk beliau.

Kenapa Harus Bershalawat kepada Rasulullah?

Setelah mengetahui makna shalawat dari Allah, malaikat, dan orang mukmin, selanjutnya kita perlu menggarisbawahi bahwa Rasulullah tidak membutuhkan shalawat dari malaikat dan umat mukmin untuk kebaikannya. Pasalnya, shalawat dari Allah yakni berupa Rahmat saja pastilah sudah cukup.

Sejatinya, makna shalawat yang Berbeda-beda tersebut tujuannya tak lain hanya untuk menunjukkan pengagungan kepada baginda Rasulullah. Dengan kata lain, shalawat kita adalah untuk menghormati kedudukan Rasulullah yang luhur.

Sama halnya saat Allah menyuruh hamba-Nya untuk mengingat-Nya. Tentu saja, itu bukan karena Allah butuh untuk diingat, melainkan hanya semata-mata untuk menjunjukkan kedudukan-Nya yang maha kuasa sebagai Tuhan kita semua. Pasalnya, kita sebagai umat beliau sudah seharusnya mengagungkan dan memuliakan beliau.

Keutamaan Memperbanyak Shalawat

Selanjutnya, kita mendapat perintah shalawat bukan hanya untuk mengagungkan Rasulullah, tapi juga agar mendapat Rahmat dan pahala dari Allah. Rasulullah bersabda:

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى الله عَلَيْهِ عَشْرًا

“Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali, Allah bershalawat kepadanya 10 kali.” (2)

Jelas, seseorang yang mendapatkan shalawat dari Allah artinya ia mendapat anugerah besar. Itulah kenapa saat malaikat Jibril memberitahu Rasulullah tentang orang yang bershalawat akan mendapat 10 shalawat dari Allah, seketika Rasulullah sujud lama sekali. Beliau sujud sebagai tanda Syukur karena umatnya mendapatkan anugerah luar biasa dari Allah jika mau bershalawat.

Artinya, yang butuh shalawat sebenarnya bukan Rasulullah, namun kita semua sebagai umatnya. Pasalnya, umat Islam yang bershalawat akan mendapat limpahan anugerah atas shalawatnya tersebut. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita memperbanyak shalawat kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW.


Referensi:

(1) Q.S. Al-Ahzab Ayat 56

(2) Sunan An-Nasa’i 1296

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY