Kemenperin Minta Obat Selain dari China

0
188
bahan baku obat

Kemenperin – Bahan baku yang digunakan untuk memproduksi obat oleh farmasi saat ini semakin lama semakin tertekan. Hal ini dikarenakan rupiah yang terus melemah hingga saat ini yang mencapai angka Rp 14.318 per dolar AS.

Pelemahan rupiah adalah salah satu alasan mengapa farmasi benar-benar harus mencarir cara agar dapat mendapatkan bahan baku yang berkualitas dengan harga yang lebih murah.

Selain itu seperti yang diketahui, industri farmasi Indonesia mendapatkan bahan baku dari negara China. Kebutuhan bahan baku yang diimpor dari China mencapai 60 %. padahal saat ini China sedang memerangi virus corona yang sangat mencemaskan dunia.

Untuk menghindari tertularnya virus corona, maka Indonesia juga perlu untuk menghentikan impor bahan baku untuk Farmasi. Namun disisi lain, Indonesia harus mencari tempat lain yang juga menyediakan bahan baku untuk farmasi dengan harga yang murah menginggat rupiah yang terus melemah.

kemenperin

Kemenperin himbau cari solusi terbaik

Saat ini Indonesia memang masih sangat berantung dengan impor.padahal Inddnesia merupakan negara yang kaya namun memang belum menyediakan bahan baku obat sendiri. Pasalnya disebutkan masih 90% bahan baku farmasi di dapat dari impor. Kemenperin menghimbau agar farmasi segera mencari solusi dan dapat menekan kebutuhan bahan baku dari impor hingga tidak lai 90% namun 75% saja.

bahan baku obat

Indonesia negara kaya yang masih banyak bergantung impor

Indonesia merupakan negara yangg kaya dengan sumber daya alam yan melimpah. Namun hingga saat inimasih sangat bergantun dengan Impor. Entah apa yangmenjadi alasannya apakah memang bahan baku obat untuk farmasi tidka tersedia di Indonesia atau memang ada alasan lainnya. Sebenarnya bukan hanya bahan baku obat saja yan masih mengandalkan impor karena banyak sekali kebutuhan barang impor yang menyerbu Indonesia. Bahkan barang seeprti beras saja Indonesia juga masih melakukaan impor meskipun banyak perdebatan terjadi.

Seharusnya dengan masalah ini Indonesia bisa mencari cara bagaimana aar tidak bergantung dengan bahan impor agar apabila mengalami masalah seperti ini tidak mengalami kebingungan. Seperti berita yang banyak viral saat ini, China dan India dalam kondisi yang tidak kondusif. Sedanggkan Indonesia bergantung dengan kedua negara tersebut untuk bahan baku obat.

Mencari Alternatif obat terbaik

Ketika ada masalah dalam segala hal, tetap saja akan ada solusi terbaik yang dapat diambil. Hal yangg terpentin adalah solusi tersebut memang baik dan menuntungkan bagi masyarakat Indonesia. Negara ini merupakan negara yang besar. Apabila suatu negara yang besar dipimpin oleh oran yang amanah maka akan didapatkan solusi yan benar-benar terbaik.

“Dan, Kami turunkan dari Al-Quran (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang-orang yang dzalim (Al-Quran itu) hanya akan menambah kerugian,” (QS. Al-Isra’: 82).

Masyarakaat perlu tahu bahwa saat ini ancaman virus Corona semakin menyebar ke berbagai negara. Bahan baku obat untuk farmasi juga mengalami kendala. Hal yang bisa dilakukan oleh setiap warga negara adalah menjaga kesehatan dan coba untuk menikuti sunah nabi dalam berobat.

obat sehat rasulullah

Allah telah menyediakan obat untuk berbagai macam penyakit. Ada ketika nabi sakit biasanya tidak langsung mengkonsumsi obat namun mencoba untuk mengobati diri dengan Al-Fatihah dan mengkonsumbi madu, habatusauda dan rempah-rempah. Indonesia kaya akan rempah yang kaya manfaat dan dapat berfungsi sebagai obat. Selagi pemerintah sedang mencari bahan baku untuk farmasi, kita bisa mengkonsumsi makanan sehat dan menikuti sunah nabi karena terbukti mampu menjaga kesehatan tubuh dan dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!