Keberkahan Kalimat Istirja’, Muslim Wajib Tahu Ya!

0
46
Keberkahan Kalimat Istirja

Keberkahan Kalimat Istirja’ – Sebagai umat Islam, sobat Cahaya Islam pasti sudah tidak asing dengan kalimat istirja’, yaitu inna lillaahi wa inna ilaihi raaji’uun. Biasanya, seseorang mengucapkannya saat ada orang meninggal. Namun, kalimat ini sebenarnya bukan hanya khusus diucapkan saat ada kematian, melainkan musibah secara umum. Meski sangat populer, banyak yang masih belum tahu keberkahan yang terkandung dalam kalimat ini.

Ciri Orang yang Sabar

Allah melalui Al-Qur’an mengajarkan umat Islam yang sedang mengalami musibah untuk mengucapkan kalimat ini. Sebagaimana firman-Nya:

وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ ,.الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

“Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) mereka yang apabila ditimpa musibah mengucapkan inna lillaahi wa inna ilaihi raaji’uun.” (1)

Imam Said bin Jubair, murid dari Ibnu ‘Abbas, mengatakan bahwa Allah tidak mengajarkan kalimat ini kepada nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad.  Jika Allah sudah mengajarkan kalimat ini sebelumnya, tentu Nabi Ya’qub akan mengucapkannya saat mendapat kabar hilangnya Yusuf. Namun, beliau justru mengucapkan Yaa asafaa ‘alaa Yusuf (Duhai duka citaku terhadap Yusuf).

Kandungan Makna Inna Lillaahi wa Inna Ilaihi Raaji’uun

Menurut Imam Al-Qurtubi, Allah menjadikan istirja sebagai sandaran bagi mereka yang tertimpa musibah serta bacaan bagi yang sedang mendapatkan ujian atau cobaan. Pasalnya, kalimat tersebut mengandung makna yang penuh berkah.

Inna lillaahi merupakan tauhid serta pengakuan terhadap status kita sebagai hamba (ubudiyah) & kekuasaan Allah. Sementara itu, wa inna ilaihi raaji’uun merupakan pengakuan bahwa kita sebagai makhluk Allah akan binasa, akan dibangkitkan lagi, dan meyakini bahwa segala urusan akan kembali kepada-Nya karena Dia-lah pemilik semua ini.

Keutamaan dan Keberkahan Kalimat Istirja’

 Rasulullah pernah bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُولُ مَا أَمَرَهُ اللَّهُ: إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ ، اللَّهُمَّ أَجِرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلُفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا، إِلَّا أَخْلَفَ اللَّهُ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا

“Jika seorang muslim mengalami musibah dan mengucapkan ‘inna lillaahi wa inna ilaihi raaji’uun, Ya Allah berikanlah pahala untuk musibahku dan gantikan untukku dengan sesuatu yang lebih baik’, maka Allah akan memberikan ganti untuknya dengan yang lebih baik.” (2)

Dalam Al-Qur’an, Allah menjanjikan kepada orang yang penyabar dan mengucapkan kalimat istirja bahwa mereka akan mendapat shalawat, Rahmat, serta hidayah.

أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

“Mereka mendapatkan keberkatan yang sempurna & Rahmat dari Tuhan mereka. Mereka orang-orang yang mendapat petunjuk.” (3)

Selain itu, Umar bin Khatab pernah mengatakan bahwa sebaik-baik balasan dan tambahan yaitu mereka yang apabila tertimpa musibah mengucapkan inna lillaahi wa inna ilaihi raaji’uun. Maksud sebaik-baik balasan ialah shalawat & Rahmat. Sementara sebaik-baik tambahan ialah hidayah.


Referensi:

(1) Q.S. Al-Baqarah Ayat 154 – 155

(2) H.R. Muslim 918

(3) Q.S. Al-Baqarah 157

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY