Hukum Berburu Takjil di Bulan Ramadhan

0
48
Hukum Berburu Takjil di Bulan Ramadhan

Hukum Berburu Takjil – Berburu takjil adalah tradisi tahunan yang bisa kita saksisan setiap bulan Ramadhan. Bahkan, mungkin sobat Cahaya Islam termasuk salah satu umat Islam yang juga ikut meramaikannya. Memang, kegiatan ini sangat menyenangkan sampai-sampai banyak non-muslim yang ikut memborong makanan dan minuman takjil di sore hari. Lalu, apa hukum tradisi yang sangat populer di Masyarakat Indonesia ini?

Hukum Berburu Takjil Sama dengan Jual Beli

Sebenarnya, istilah takjil berasal dari bahasa Arab yang artinya mempercepat berbuka puasa. Tapi di Indonesia, istilah ini merujuk pada menu-menu makanan untuk berbuka puasa. Jadi pada dasarnya, berburu takjil adalah membeli makanan-makanan untuk buka puasa. Dalam hal ini, tentu saja tidak ada larangannya dalam Islam. Allah berfirman:

 وَاَحَلَّ اللّٰهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبٰواۗ

“Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba.” (1)

Berdasarkan ayat di atas, jelas bahwa boleh membeli takjil baik dalam jumlah banyak maupun sedikit. Yang tidak boleh adalah jika membeli banyak tapi hanya untuk menuruti gengsi dan hawa nafsu sehingga makanannya menjadi mubadzir. Tapi jika membeli takjil banyak kemudian membagikannya kepada orang lain, maka itu sangat baik karena termasuk shodaqoh.

Bolehkah Membeli atau Menerima Takjil dari Non-muslim?

Terkadang, ada penjual takjil yang bukan dari umat Islam. Bahkan, ada juga non-muslim yang bagi-bagi takjil gratis kepada umat Islam yang berpuasa. Dalam banyak hadits, kita bisa tahu bahwa Rasulullah pernah menerima hadiah dari orang-orang kafir. Rasulullah pun tidak melarang untuk memakai atau memakan pemberian dari orang kafir.

Begitu juga dalam transaksi jual beli ataupun transaksi lainnya seperti gadai, hal itu juga boleh dalam Islam. Seperti kita tahu, Rasulullah pernah menggadaikan baju perangnya kepada orang kafir. Dengan dasar dalil tersebut, tidak ada larangan bagi umat Islam untuk membeli atau menerima takjil, baik dari sesama muslim maupun non-muslim.

Non-muslim Ikut Berburu Takjil, Bukti Keberkahan Ramadhan untuk Semua

Beberapa hari terakhir, viral banyak non-muslim yang ikut berburu takjil. Padahal, mereka tidak berpuasa. Sebenarnya, ini tidak menjadi masalah. Justru, fenomena ini dapat membuat ekonomi kecil bergerak lebih cepat. Pasalnya, para pedagang akan mendapatkan pembeli lebih banyak. Jika laris, maka stok takjil pun akan bertambah.

Selain bagus secara ekonomi, fenomena ramainya non-muslim yang ikut memburu takjil juga menjadi bukti bahwa Ramadhan membawa keberkahan bukan hanya bagi umat muslim, tapi untuk semua. Para pedagang takjil senang karena dagangannya lebih cepat habis, non-muslim pun ikut merasakan kegembiraan dan kebahagiaan dalam berburu takjil.

Tentu saja, keberkahan Ramadhan bukan sekedar berburu takjil di sore hari. Lebih dari itu, masih banyak keberkahan lain yang harus kita raih dengan memperbanyak ibadah di bulan suci ini. Dengan begitu, kita dapat mencapai tingkatan taqwa sebagai tujuan utama dari berpuasa. Aamiin,


Referensi:

(1) Q.S. Al-Baqarah Ayat 275

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY