Edelweis, Bunga yang Dilarang Dipetik, Pentingnya Melestarikan Alam

0
36

Edelweis – Bunga yang baru-baru ini menjadi perbincangan hangat di media. Hal ini bermula dari video seorang pendaki gunung yang memetik bunga ini disaat pendakian di sekitar Gunung Lawu. Terlihat di video itu, pihak pemetik telah diperingatkan untuk tidak memetik namun peringatan itu tidak dihiraukan.

Terkait larangan memetik bunga edelweis, atau biasa disebut dengan Bunga Abadi yang dapat ditemukan di sekitar gunung. Sebenarnya, sudah tercantum dalam UU No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati Ekosistem. Pelarangan ini, tidak lain yakni sebagai upaya pelestarian alam.

Alam dan manusia saling berdampingan dan saling membutuhkan. Meski yang terlihat aktif adalah peran manusia untuk alam. Akan tetapi, sumbangsih alam terhadap pemenuhan kebutuhan manusia terutama kadar oksigen sangat berarti.

Sobat Cahaya Islam, coba bayangkan bila oksigen yang kita hirup setiap saat harus dibeli, entah tentu berapa uang yang harus dirogoh. Bisa jadi banyak manusia yang kesulitan hanya untuk bernafas saja. Allah SWT, kasih-Nya berlimpah sehingga kita bisa menghirup bebas.

Edelweis, Bunga yang Dilindungi, Pentingnya Melestarikan Alam dalam Islam

Agama Islam, agama yang mengajarkan kasih sayang, termasuk kasih sayang kepada alam. Perintah melestarikan alam dalam Al-Qur’an tertera dalam Surah Al-Baqarah ayat 205.

قال الله تعالى : وَإِذَا تَوَلَّى سَعَى فِي الْأَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ وَاللَّهُ لا يُحِبُّ الْفَسَادَ

Artinya: “Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan.” (QS Al Baqarah: 205)

Berdasarkan ayat di atas jelas perintah melestarikan alam dilihat dari larangan merusak tanaman dan hewan ternak karena Allah SWT tidak menyukai kebinasaan.

Banyak hukum suatu tindakan diberikan dengan dalil larangan melakukan tindakan yang bertolak belakang dengan tindakan tersebut. Larangan merusak tanaman berarti kewajiban melestarikan alam.

Pentingnya Melestarikan Alam

Manusia dan alam ibarat wadah dan isinya. Wadahnya rusak maka tentu isinya terganggu pula. Ketika alam memberontak, manusia menjadi satu sasaran korbannya.

Berikut ini, beberapa poin penting mengapa melestarikan alam itu perlu dilakukan.

  1. Sebagai Pemenuhan Kebutuhan Hidup

Manusia butuh oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Tumbuhan memerlukan karbon dioksida sebagai bahan proses fotosintesis yang menghasilkan oksigen. Simbiosis mutualisme (saling menguntungkan) atas dua belah pihak.

Umat Islam tentu sudah paham tentang anjuran untuk melakukan kebaikan terhadap seluruh alam serta hukum kausalitas (sebab-akibat) yang dapat terjadi atas suatu tindakan.

  1. Menjaga Ekosistem

Ekosistem adalah keanekaragaman suatu komunitas makhluk hidup dan lingkungannya yang berfungsi sebagai satuan ekologi dalam alam. Hal ini selaras dengan program pemerintah yang membangun cagar alam, suaka margasatwa.

Tidak hanya itu, pemerintah juga menetapkan hukuman bagi pemenang ilegal, perusak tanaman lindung, dengan tujuan agar tetap lestari dan tidak punah begitu saja.

  1. Sebuah Solidaritas Sesama Makhluk

Makhluk, ya manusia hewan, dan tumbuhan adalah sama-sama makhluk. Manusia sebagai makhluk yang paling sempurna dengan kelebihan akal yang Allah SWT berikan, sudah sepantasnya menjadi penjaga untuk makhluk lainnya.

Menjaganya bisa dengan cara tidak tebang liar, perburuan liar, mengalangkan kegiatan penanaman seribu pohon, memberikan pengarahan kepada masyarakat luas dengan melakukan seminar pelestarian lingkungan, dan lain sebagainya.

Sobat Cahaya Islam, itu tiga poin pentingnya melestarikan alam. Semoga bunga edelweis  yang menyuguhkan kesan eksotis menjadi salah satu tanaman yang dilindungi, bisa terus lestari di Bumi Pertiwi. Aamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!