Dibalik Surah Al-Baqarah 183 Tentang Wajibnya Puasa: Menjadi Muslim yang Bertaqwa!

0
1169

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Duhai orang-orang yang memiliki iman, puasa telah diwajibkan atas kalian seperti yang telah diwajibkannya hal tersebut atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa

Nukilan surah Al-Baqarah 183 tersebut pastinya sudah tidak asing lagi dong ditelinga kita orang muslim. Terlebih dibulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Mungkin karena saking seringnya kita mendengarkan ini dalam beberapa nasihat agama atau pengajian yang selalu dijadikan topik utama dimasjid-masjid dibulan yang penih Rahmat ini. Meski sudah sering terdengar oleh telinga kita dan membuat kita bosan (mungkin), namun sebenarnya ayat ini memiliki esensi yang luar biasa bila kita menghayatinya dengan kontemplasi rohani yang dalam: Puasa adalah jalan kita menjadi muslim yang bertaqwa.

Apa sih sebenarnya pengertian taqwa itu?

Tiap-tiap muslim memiliki definisinya masing-masing tentang menjadi muslim yang bertaqwa karena hal ini berkaitan erat dengan qalbu dan hubungan seorang hamba dengan Tuhannya. Menurut beberapa pakar bahasa arab yang tim Cahayaislam temui mengatakan bahwasanya secara terminologis taqwa memiliki artian literal yaitu takut dan berhati-hati, atau bisa juga sifat waspada. Lalu apa sih sebenarnya pengertian konkret taqwa itu? Beberapa ulama mendefinisikan arti ketaqwaan sebagai wujud pengamalan keta’atan, baik itu mengamalkan atau meninggalkan sesuatu berdasarkan Cahaya Allah (hukum dan dalil Allah) karena dua hal: (1) Rasa takut terhadap hukuman dan adzab Allah, dan (2) Mengharapkan rahmat dan ampunan dari Allah.

Jadi, ketika seorang muslim mengaku dirinya bertaqwa kepada Allah, maka paling tidak dia memiliki sifat-sifat yang selalu berorientasi kepada rasa takut kepada adzab Allah dan pengharapan rahmat dan ampunan dariNya. Seorang iman yang bertaqwa akan bermuamalah, beribadah, bersosial dan mengerjakan apapun demi keta’atannya kepada Allah dengan beracuan kepada dalil-dalil yang jelas yang berisi perintah dan larangan dengan tanpa cela.

Kewajiban berpuasa untuk menjadi orang yang bertaqwa?

Setelah bicara ngalor-ngidul tentang pengertian taqwa, pastinya sobat bertanya-tanya, lalu apa yang menghubungkan kewajiban berpuasa untuk menjadi orang yang bertaqwa? – dalam tafsir surah Al-Baqarah 183 tersebut bukankah sudah jelas diakhir surah kita bisa mendengar ungkapan (لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ) yang artinya supaya kita bertaqwa.

Menurut beberapa ulama ahli tafsir yang tim Cahayaislam temui, kata (لَعَلَّكُمْ) memiliki dua makna khusus: harapan dan alasan. Ketika hal itu dimaknai berdasarkan makna alasan, maka berarti adanya puasa adalah sebagai alasan agar orang yang melaksanakannya menjadi muslim yang bertaqwa. Disisi lain, bila hal itu dimaknai dengan makna harapan, maka berarti orang yang melaksanakan puasa memiliki harapan untuk menjadi orang yang bertaqwa dengan melaksanakan kewajiban puasanya.

Jadi bisa disimpulkan bahwa puasa memiliki keterkaitan yang sangat krusial dengan ketaqwaan seorang hamba. Orang yang melaksanakan puasa dengan ketaqwaan akan berusaha menjauhkan diri sejauh-jauhnya dari hal-hal yang dilarang ketika berpuasa meskipun hal-hal tersebut merupakan basic instinct yang semua manusia perlukan. Dengan melaksanakan kewajiban berpuasa untuk menjadi muslim yang bertaqwa, seorang muslim yang benar-benar bertaqwa akan melatih dan menempa diri untuk lebih mendekat kepada Allah dibulan Ramadhan ini dan memaksimalkan keta’atannya kepada Allah. Dan dengan berpuasa, orang mukmin yang bertaqwa akan belajar merasakan derita dari rasa lapar hingga menjadi orang yang lebih bersyukur serta tidak mendustakan nikmat Allah SWT. Lalu, apakah sobat Cahayaislam adalah orang-orang yang demikian?

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!