Sate Beracun Salah Sasaran? Inilah Hukum Balas Dendam dalam Islam

0
39
sate beracun

Sate Beracun – Baru – baru ini publik digemparkan dengan pemberitaan pengiriman sate beracun yang salah sasaran. Sate seharusnya menjadi hidangan makanan yang lezat dan mengenyangkan, namun malah fungsi tersebut disalahgunakan dan berujung mengakhiri nyawa seseorang. Tentu hal ini bukan dianggap sebagai candaan saja, melainkan dikategorikan sebagai pembunuhan berencana.

Sobat Cahaya Islam, perbuatan pengiriman sate beracun untuk melampiaskan rasa sakit hati bukanlah hal yang dibenarkan dalam Islam. Apalagi hal tersebut telah menyebabkan kematian seseorang. Walaupu tidak sengaja, tetap saja tersangka akan dimintai pertanggungjawaban menurut hukum yang sudah ditegakkan.

Bagaimana Hukum Balas Dendam di dalam Islam?

Sobat Cahaya Islam, mengirimkan sate beracun sebagai alat untuk balas dendam terkategorikan sebagai tindakan kriminal dalam Islam. Sehingga dapat dianggap sebagai perbuatan yang haram dan berujung dosa. Apalagi jika tindakan tersebut sampai menghilangkan nyawa.

Dalam Islam, perbuatan seperti itu dapat menjadikan si pelaku dihukum secara qishas. Gambaran dari Qishas yakni, apabila si pelaku melakukan pembunuhan, maka si pelaku juga harus dibunuh dengan cara yang sama. Walaupun demikian, hal itu tidak menjadikan Islam sebagai pandangan hidup yang kolot dan kejam.

Justru hukum yang semacam itulah yang akan menjadikan umat jera dan tidak akan mengulangi perbuatannya. Namun, sebelum si pelaku dijatuhi hukuman qishas, harus diketahui terlebih dahulu motif dari si pelaku.

Jika melihat dari kasus yang ada, si pelaku ternyata sakit hati dengan perbuatan mantan pacarnya yang lebih memilih menikah dengan wanita lain. Padahal keduanya sudah melakukan hubungan yang terlalu jauh. Maka dari sini, nantinya hakim akan memberikan putusan pada lelaki yang menjadi sasaran dari si pelaku. Inilah gambaran peradaban Islam dalam menyikapi kasus semacam sate beracun.

Bagaimana Cara Umat Meredam Sakit Hati agar Tak Sampai Balas Dendam?

Sobat Cahaya Islam, umat muslim diajarkan untuk saling memberikan maaf walaupun permasalahan yang dihadapi sangatlah besar. Tentu hal ini bukanlah hal yang mudah. Faktanya, banyak diantara umat lebih senang dan puas apabila memuaskan sakit hati yang dirasakan ketimbang memaafkan secara ikhlas. Berikut beberapa cara agar umat dapat meredam rasa sakit hati, yakni :

1.      Ingatlah Amalan Kebaikannya

sate beracun

Tidak selamanya umat akan terus – menerus melakukan kejahatan. Begitu juga dengan orang yang menjadi musuh umat. Sehingga, jika mempunyai lawan atau musuh yang telah membuat diri sakit hati, cobalah diingat poin kebaikannya.

Kalaupun tidak ada sama sekali kebaikan yang ditorehkan, cobalah untuk memendam rasa sebagaimana Rasulullah yang tetap bersabar menahan kepedihan di kala umat lain tak mendukung dakwahnya.

Dari Ibnu Umar, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من استعاذ بالله فأعيذُوهُ ومن سأل بالله فأعطوه، ومن أتى إليكم معروفاً فكافئوه، فإن لم تجدوا، فادعوا له، حتى يعلم أن قد كافأتموه

“Siapa yang memohon perlindungan dengan mengatasnamakan Allah , maka lindungilah dia. Dan siapa yang meminta dengan mengatasnamakan Allah, maka berilah ia. Dan siapa yang berbuat baik kepadamu, balaslah kebaikannya. Jika anda tidak mampu, maka doakanlah dia sampai dia tahu bahwa kalian telah memberinya yang setimpal.”

(Shahih) Ash Shahihah (254): [Abu Dawud: 9-Kitab Az Zakah, 38-Bab ‘Athiyatu Man Sa-ala billah].

2.      Lupakan Masalah, Buatlah Waktu Menjadi Produktif

sate beracun

Agar tak mudah dalam mengingat masalah tersebut, tutuplah seluruh celah yang akan mengantarkan diri mengingat permasalahan itu. Selain itu, cobalah mengatu waktu sedemikian rupa agar diri bisa menjadi lebih produktif.

Nah Sobat Cahaya Islam, itulah pembahasan sederhana mengenai pandangan Islam mengenai balas dendam dengan sate beracun. Dari sudut manapun, tentu perbuatan tersebut terkategorikan sebagai perbuatan yang diharamkan dan pelaku akan mempertanggungjawabkannya baik di dunia maupun di akhirat. Semoga setelah kejadian ini, tidak akan ada umat yang melakukannya lagi.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY