Beragam Keutamaan Shalat Tahajud Yang Sayang Dilewatkan

0
642

Salah satu sunah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dalam kajian islam, dan merupakan salah satu sunah yang sangat dianjurkan adalah shalat tahajud. Shalat yang dilakukan di sepertiga malam ini merupakan pembeda dari muslim yang taat. Oleh karena itu, Nabi SAW senantiasa menganjurkan umatnya untuk menjalankan ibadah sunah ini dan beliau sendiri pun hingga akhir hayatnya tidak pernah meninggalkan shalat ini. Dari keterangan di atas, kita tentu bisa berkesimpulan bahwa shalat tahajud adalah shalat utama dan ada Beragam Keutamaan Shalat Tahajud Yang Sayang Dilewatkan.

Beragam Keutamaan Shalat Tahajud Yang Sayang Dilewatkan

Beberapa keutamaan shalat tahajud dibahas di dalam Al Qur’an maupun hadits. Salah satu perintah dan penjelasan mengenai perintah dan keutamaan dari shalat tahajud dijelaskan dalam Al-qur’an yaitu :

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

“Dan pada sebagian malam hari bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” [1]

Lantas, apa saja keutamaan yang akan kita dapatkan dengan melaksanakan shalat tahajud? Mari kita simak penjelasan kajian islam di bawah ini.

Tantangan untuk melakukan shalat tahajud memang cukup besar. Waktu pelaksanaan yang berada di sepertiga malam menjadi tantangan terbesar bagi kaum muslim untuk melaksanakannya karena mereka harus melawan rasa kantuk dan dingin yang mendera. Namun, tantangan yang besar tersebut sebanding dengan keutamaan shalat tahajud yang akan di dapatkan.

Pembawa pada golongan shaleh

Kajian islam yang pertama yaitu memiliki keutamaan yang terkandung dalam shalat tahajud adalah ia akan menjadi pengantar kaum muslim pada golongan orang yang shaleh dan merupakan salah satu sebab mereka masuk surga. Hal ini cukup masuk akal sekalipun dipandang dengan logika karena pengorbanan mereka yang cukup besar sebanding bila dibalas dengan nikmat yang besar pula.

Dalam membahas keutamaan dari shalat tahajud ini, Allah SWT berfirman,

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ

آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَٰلِكَ مُحْسِنِينَ

كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ

وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman surga dan di mata air-mata air, sambil mengambil apa yang diberikan oleh Rabb mereka. Sesungguhnya mereka saat sebelum itu (didunia) adalah orang-orang yang melakukan perbuatan kebaikan, (yaitu) mereka sedikit tidur di saat malam, serta di terakhir malam mereka memohon ampun (pada Allah). ” [2]

Dari ayat tersebut kita bisa melihat dengan jelas bahwa shalat tahajud adalah pembeda tingkat ketakwaan dari hamba. Dengan menjalankan shalat tahajud secara serius dan istiqomah, maka kita akan termasuk ke dalam golongan umat yang bertakwa. Selain itu, waktu shalat tahajud adalah salah satu waktu yang paling afdol untuk berdo’a.

Pembersih jiwa

Kajian islam mengenai keutamaan yang lain dari shalat tahajud adalah shalat tahajud merupakan pembersih jiwa dan benteng untuk menghindari godaan setan. Kita tentu tahu bahwa dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak bisa terlepas dari godaan setan yang memang sudah berjanji untuk menggoda manusia hingga akhir zaman. Oleh karena itu, kita senantiasa membutuhkan benteng yang kuat untuk menghindari godaan dari setan tersebut dan menjaga jiwa agar tetap bersih.

Salah satu keutamaan shalat tahajud adalah kedua hal tersebut. Dalam hal ini, ada cerita makna yang sangat menarik dari Nabi SAW. Beliau mengatakan,

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّه صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلَاثَ عُقَدٍ يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ فَارْقُدْ فَإِنْ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ وَإِلَّا أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلَانَ

Telah menceritakan kepada kami [‘Abdullah bin Yusuf] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Malik] dari [Abu Az Zanad] dari [Al A’raj] dari [Abu Hurairah radliallahu ‘anhu] bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Setan mengikat tengkuk kepala seseorang dari kalian saat dia tidur dengan tiga tali ikatan dan syaitan mengikatkannya sedemikian rupa sehingga setiap ikatan diletakkan pada tempatnya lalu (dikatakan) kamu akan melewati malam yang sangat panjang maka tidurlah dengan nyenyak. Jika dia bangun dan mengingat Allah maka lepaslah satu tali ikatan. Jika kemudian dia berwudhu’ maka lepaslah tali yang lainnya dan bila ia mendirikan shalat lepaslah seluruh tali ikatan dan pada pagi harinya ia akan merasakan semangat dan kesegaran yang menenteramkan jiwa. Namun bila dia tidak melakukan seperti itu, maka pagi harinya jiwanya merasa tidak segar dan menjadi malas beraktifitas”. [3]

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk senantiasa berusaha melakukan shalat tahajud setiap hari karena dengan ibadah yang senantiasa kontinu, maka keutamaan yang ada akan kita dapatkan dengan lebih maksimal.

Memperoleh rahmat Allah SWT

Dalam menjalani kehidupan sebagai hamba di dunia, tentu saja kita ingin mendapatkan rahmat dan juga berkah dari Allah SWT. Kedua hal ini termasuk ke dalam salah satu keutamaan shalat tahajud yang akan kita dapatkan ketika kita menjalankan ibadah sunah ini dengan kontinu.

Keutamaan ini sesuai dengan hadis Nabi SAW, yakni,

حَدَّثَنَا الْعَبَّاسُ بْنُ عُثْمَانَ الدِّمَشْقِيُّ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا شَيْبَانُ أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ عَلِيِّ بْنِ الْأَقْمَرِ عَنْ الْأَغَرِّ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ وَأَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا اسْتَيْقَظَ الرَّجُلُ مِنْ اللَّيْلِ وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّيَا رَكْعَتَيْنِ كُتِبَا مِنْ الذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ

Telah menceritakan kepada kami [Al ‘Abbas bin Utsman Ad Dimasyqi] berkata, telah menceritakan kepada kami [Al Walid bin Muslim] berkata, telah menceritakan kepada kami [Syaiban Abu Mu’awiyah] dari [Al ‘Amasy] dari [Ali bin Al Aqmar] dari [Al Aghar] dari [Abu Sa’id] dan [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Jika seorang laki-laki bangun di malam hari kemudian membangunkan isterinya hingga keduanya shalat dua raka’at, maka akan ditulis sebagai orang yang selalu banyak mengingat Allah. ” [4]

Dari hadits tersebut, kita bisa mengetahui bagaimana pentingnya shalat tahajud sebagai salah satu jalan untuk mendapatkan rahmat dari Allah SWT. Perlu diketahui bahwa hidup dengan penuh rahmat dan berkah dari Allah SWT adalah hidup bahagia yang sebenarnya karena apa yang menjadi hajat dan keinginan kita akan menjadi lebih ringan dan mudah untuk diperoleh.

Waktu tahajud adalah waktu berdo’a yang mustajab

Salah satu keutamaan shalat tahajud lain yang perlu kita pahami dalam kajian islam kali ini adalah bahwa waktu tahajud merupakan salah satu waktu berdo’a yang paling mustajab. Dalam hal ini, tentu, berdo’a di waktu mustajab adalah merupakan sesuatu yang sangat dianjurkan agar do’a dan keinginan yang kita panjatkan akan lebih didengar dan dikabulkan oleh Allah SWT.

Hal ini tentu saja tidak berlebihan karena cukup jarang orang yang bisa melaksanakan tahajud dengan kontinu dan bermunajat kepada Allah SWT di setiap malam. Karena pentingnya hal ini dan besarnya keutamaan yang diperoleh, maka sebaiknya kita berusaha untuk melaksanakan ibadah sunah ini dengan sebaik-baiknya.

Dari beberapa keutamaan tahajud sebagaimana di atas, kita dapat mengetahui bahwa shalat tahajud merupakan shalat sunah utama yang sebaiknya dilaksanakan oleh kaum muslimin. Dalam hal ini, untuk mendapatkan keutamaan shalat tahajud, maka anda perlu strategi yang tepat. Usahakan mengubah kebiasaan begadang anda dan tidur di awal waktu serta miliki niat yang kuat untuk bertahajud. Semoga membantu.

[1] Q.S. Al Israa’: 79

[2] Q.S. Adz-Dzariyat : 15-18

[3] H.R. Bukhori 1074 (shahih)

[4] H.R. Ibnu Majjah 1325

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!