Usaha Kemenperin Memajukan Ekonomi Rakyat, Sesuai Prinsip Ekonomi Islam

0
1347
Kemenperin

Kemenperin –  Kementerian Perindustrian Republik Indonesia atau disingkat sebagai Kemenperin telah merilis informasi bahwa industri makanan dan minuman mengalami kenaikan pada kuartal ketiga 2022.

Hal ini cukup melegakan, mengingat dunia perdagangan dan perindiustrian mengalami keterpurukan sejak wabah Covid-19 melanda dunia. Dengan adanya kenaikan ini maka menjadi pertanda bahwa perekonomian Indonesia akan segera membaik.

Hukum Perindustrian Dalam Pandangan Islam

Rasulullah SAW mengajarkan umat Islam untuk senantiasa bekerja keras untuk mendapatkan rahmat Allah SWT. Perindustrian adalah satu wujud dari bekerja keras yang disarankan dalam agama Islam.

Sebagaimana halnya bidang ekonomi lainnya, perindustrian dalam agama Islam memegang peranan penting dalam pertunbuhan ekonomi masyarakat. Terlebih lagi perindustrian memiliki kesempatan lebih besar dalam memajukan bangsa.

Kemenperin

Peranan industri dalam memajukan kaum Muslimin nampak pada masa Khalifah Umar bin Khattab ra. Sejarah mencatat bagaimana Khalifah Umar berjuang keras membuat sebuah inovasi dengan menjadikan industri sebagai penopang ekonomi.

Usaha industri merupakan bentuk usaha yang sangat dihargai dalam Islam. Namun ada koridor, kaidah dan aturan yang harus dipatuhi dalam pelaksanaannya sehingga tidak menyimpang dari tujuan yang Islami.

Usaha Kemenperin Dalam Mewujudkan Perindustrian yang Maju Sejalan dengan Hukum Ekonomi Dalam Agama Islam

Kaum Muslim memiliki 5 prinsip dasar yang harus ditaati dalam menjalankan roda ekonomi termasuk dalam berniaga dan berindustri. Prinsip tersebut yaitu tauhid uluhiyah, tauhid rububiyyah, istikhlaf, tazkiyatun nafs dan al-falah.

1. Tauhid Uluhiyah

Sobat Cahaya Islam, Tauhid Uluhiyah atau Tauhiidul’Ibaadah merupakan bentuk ibadah hanya kepada Allah SWT, tidak menyembah yang lainnya dan melaksanakan ibadah atas dasar kecintaan terhadap Allah semata.

2. Tauhid Rububiyah

Tauhid Rububiyah adalah sebuah keyakinan tentang keesaan Allah SWT sebagai satu-satunya pencipta segala hal yang ada di alam semesta dan di akhirat. Allah SWT bersabda tentang keesaan Allah dalam surah Al A’raaf ayat 54,

اِنَّ رَبَّكُمُ اللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۗ يُغْشِى الَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهٗ حَثِيْثًاۙ وَّالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُوْمَ مُسَخَّرٰتٍۢ بِاَمْرِهٖٓ ۙاَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْاَمْرُۗ تَبٰرَكَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ

“Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah. Mahasuci Allah, Rabb semesta alam.” (QS. Al A’raaf:54)

3. Istikhlaf

Istikhlaf artinya wakil yang diberi kuasa, dalam hal ini manusia yang diberikan kekuasaan oleh Allah SWT untuk mengelola kekayaan alam.

Kemenperin

Bisa dikatakan bahwa para staf dan pekerja di Kemenperin merupakan manifestasi dari wakil yang memiliki kuasa untuk mengelola perindustrian di Indonesia.

4. Tazkiyatun Nafs

Tazkiyatun Nafs artinya membersihkan hati dan jiwa dari sifat kotor, dosa dan berbagai sifat tercela yang dapat mengotori, seraya meningkatkan kualitas jiwa dengan hal terpuji yang disukai oleh Allah SWT.

5. Al-Falah

Al-falah merupakan tujuan utama umat Islam yaitu mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Tujuan ini tertuang dalam surah Al Qashash ayat 77,

وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ

Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuatbaiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan. (QS Al Qashash : 77)

Kelima prinsip dasar ini mengatur tatanan perekonomian agar tidak melenceng dari tujuan awal yaitu kemakmuran kaum muslimin. Islam sangat menganjurkan kaum Muslimin untuk bekerja mencari nafkah dengan tangannya sendiri.

Seperti diriwayatkan oleh Umar r.a, Rasulullah SAW bersabda

“Dari Umar Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kalau kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, maka niscaya Allah akan memberikan kalian rezeki sebagaimana Allah memberi rezeki kepada burung; ia pergi pagi hari dalam keadaan perutnya kosong, lalu pulang pada sore hari dalam keadaan kenyang”. (HR Tirmidzi no. 2344, Ahmad (I/30), Ibnu Majah no. 4164)

Usaha Kemenperin dalam meningkatkan perekonomian Indonesia melalui pengembangan industri pangan, sudah sejalan dengan 5 prinsip dasar Islam dan sesuai dengan ajaran Islam untuk selalu bekerja keras.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY