Belajar dari Sinopsis Parasite, Potret Kesenjangan Ekonomi di Zaman Kapitalis

0
637
sinopsis parasite

Sinopsis Parasite – Beberapa hari ini, tagar sinopsis parasite menjadi keyword yang banyak dicari di beberapa pencarian.

Film ini menjadikan sebagian umat penasaran sebab berkat visualisasi dan konten yang dibawakan sanggup membawanya untuk memenangkan Piala Oscar.

Sobat Cahaya Islam, sinopsis Parasite sendiri tentu menjadi hal yang sangat relevan dengan kondisi kehidupan serba kapitalis sekarang. Lantas bagaimana cerita singkat filmnya?

Bagaimana Sinopsis Parasite yang Memenangkan Piala Oscar?

Sobat Cahaya Islam, sinopsis Parasite sendiri ingin mengenalkan kepada publik tentang kisah ironi dari kehidupan yang menunjukkan gap sosial antara si kaya dan si miskin.

Dua keluarga yang berbeda tersebut saling dipertemukan dan akhirnya memiliki konflik yang tak terduga. Parasite sendiri memulai debut premiere internasionalnya pada festival Cannes berlokasi di Perancis.

Di ajang tersebut, film ini juga mengantongi sebuah penghargaan Palme d’Olr dimana merupakan sebuah penghargaan tertinggi.

Tak disangka, film ini juga mengantongi penghargaan Best Screenplay dan Best Picture.

Makna yang Bisa Diambil dari Film Parasite

1.    Kehidupan Kapitalis Mewujudkan Kesenjangan Sosial

Sobat Cahaya Islam, dalam film Parasite sangat tergambar bahwa kehidupan kapitalis ternyata mampu membuat manusia harus mengalami kesengsaraan.

Bayangkan saja, dalam kehidupan nyata hari ini umat dapat melihat bahwa jutaan orang dapat menjadi pemilik individu dari sumber daya alam yang seharusnya bisa menjadi sumber penghasilan bagi umat.

Dalam Islam, SDA tiap negeri harusnya menjadi ekonomi dengan tipe kepemilikan umum. Artinya, tidak semua individu bisa menjadi pemilik penuh kecuali negara.

Pun ketika SDA tersebut diolah oleh umat, maka seharusnya hasil dari pengelolaan tersebut akan kembali pada umat secara merata.

Berhukum dengan Islam adalah hal yang harus umat terapkan dimanapun berada termasuk dari sisi penerapan ekonomi.

Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Al Maidah ayat 44 yakni :

إِنَّآ أَنزَلْنَا ٱلتَّوْرَىٰةَ فِيهَا هُدًى وَنُورٌ ۚ يَحْكُمُ بِهَا ٱلنَّبِيُّونَ ٱلَّذِينَ أَسْلَمُوا۟ لِلَّذِينَ هَادُوا۟ وَٱلرَّبَّٰنِيُّونَ وَٱلْأَحْبَارُ بِمَا ٱسْتُحْفِظُوا۟ مِن كِتَٰبِ ٱللَّهِ وَكَانُوا۟ عَلَيْهِ شُهَدَآءَ ۚ فَلَا تَخْشَوُا۟ ٱلنَّاسَ وَٱخْشَوْنِ وَلَا تَشْتَرُوا۟ بِـَٔايَٰتِى ثَمَنًا قَلِيلًا ۚ وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْكَٰفِرُونَ

Artinya : Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.

Namun, coba lihat hari ini. Jangankan umat mendapatkan kesejahteraan dari pengelolaan sumber daya alam.

Malah yang umat dapatkan yakni banyak dampak negatif dari prosedur pengelolahannya. Limbah dan juga sampah yang menumpuk yang malah membahayakan kesehatan umat.

2.    Ekonomi kapitalis hanya Mencari Keuntungan

Sobat Cahaya Islam, umat haru segera memahami bahwa kehidupan berpola kapitalis sejatinya hanya mengajarkan umat untuk mencari keuntungan semata bahkan tanpa melihat apakah penghasilan tersebut didapat dengan cara yang haram atau tidak. Naudzubillah.

sinopsis parasite

Padahal segala sesuatu akan umat pertanggungjawabkan termasuk halnya ketika umat mencari nafkah demi keluarga.

Namun kondisi yang menjadikan umat harus mencari keuntungan saja ini, akhirnya mengaburkan pemahaman umat untuk mencari rezeki sebagaimana Islam mengajarkan.

Sikut – sikutan dalam pekerjaan juga bukan fenomena yang tabu dalam kehidupan kapitalis. 

Maka dari itu, sebagai kaum muslimin sudah selayaknya umat lebih banyak melakukan perjuangan agar kehidupan mode kapitalis hari ini akan segera berakhir.

Semakin lama umat berinteraksi dengan pola pemikiran kapitalis, maka semakin besar peluang umat untuk terjebak dalam pola pikir keuntungan semata tanpa memikirkan halal dan haramnya.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai sinopsis Parasite dan beberapa makna yang bisa umat pelajari dari film tersebut.

Untuk mengambil makna ini, tentu umat tak harus menonton film tersebut. Alangkah lebih baik bila waktunya umat gunakan untuk mengerjakan hal – hal yang produktif.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY