Apa Ibrah yang Bisa Diambil dari Celine Evangelista?

0
220
Celine Evangelista

Celine Evangelista – Di saat yang lain yengah berbahagia dengan berita kelulusan akademis, tidak demikian dengan Celine Evangelista. Seorang aktris kenamaan yang biasa menjadi host ini tengah mendapati musibah yakni, anaknya mengalami kecelakaan sehingga mengakibatkan patah tulang. Berbagai simpati berdatangan dari kalangan keluarga, artis maupun lingkungan sekitar. 

Sobat Cahaya Islam, musibah yang dialami oleh anak Celine Evangelista bisa saja terjadi pada umat lainnya. Musibah tersebut tentu adalah hal yang datang secara tiba – tiba. Di momen inilah umat tengah diuji apakah tetap sabar menerima ujian atau malah menghakimi Allah SWT atas kejadian tersebut.

Bagaimana Seharusnya Umat Merespon Kejadian Pada Anak Celine Evangelista?

Celine Evangelista

Sebagai kaum muslimin, sudah selataknya umat saling berempati akan kejadian tersebut. Hal yang dialami oleh anak Celine dapat terjadi pada siapapun. Hal ini menjadi indikasi bahwa umat tak dapat memastikan kejadian yang menimpanya.

Maka dari itu, segala musibah yang ada harus termaknai sebagai ujian ataupun peringatan dari Allah Ta’ala. Idealnya, dengan adanya musibah maupun bencana yang menimpa maka umat akan kembali menghamba kepada Allah Ta’ala tanpa terkecuali. Hal ini telah diajarkan Rasulullah SAW.

Pelajaran pertama yakni ketika Rasulullah SAW mengajarkan kepada para sahabat untuk senantiasa bersabar dan tetap berjuang di jalan Allah SWT. Para sahabat dan umat Islam di masa itu sangat meyakini ucapan Rasulullah SAW sehingga hal tersebut menyebabkan keluarga Yasir tetap bertahan walaupun harus mengalami berbagai siksaan beruntun.

Namun, di tengah siksaan yang beruntun itu, Abi dan Ummu Yasir tetap bertahan bahkan sampai akhir hayatnya untuk tidak murtad. Inilah pelajaran berharga ketika umat tertimpa musibah.

Bagaimana Definisi Musibah bagi Umat Islam?

Celine Evangelista

Musibah adalah wasilah Allah SWT untuk menaikkan tingkatan taqwa seorang hamba. Ini adalah bagian dari Sunnatullah yang tak bisa dihindari walaupun sudah menjalankan kaidah kausalitas dengan benar.

Tentu, Allah SWT tak akan meminta pertanggungjawaban atas musibah yang terjadi. Namun, manusia harus memahami bahwa keimanan mereka akan teruji melalui Sunnatullah tersebut. Misalnya, sebelum dan setelah musibah apa yang telah dilakukan oleh umat.

Jika bersabar dan tetap berikhtiar, maka umat akan meraih gelar taqwa. Namun, jika tak dapat bersabar bahkan menghakimi takdir yang Allah SWT berikan, secara otomatis umat tersebut telah menantang Allah SWT.

Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW dari Mush’ab bin Sa’id -seorang tabi’in- dari ayahnya, ia berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً

“Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

« الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِى دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِىَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِى عَلَى الأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ »

“Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa. HR. Tirmidzi no. 2398, Ibnu Majah no. 4024, Ad Darimi no. 2783, Ahmad (1/185). Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 3402 mengatakan bahwa hadits ini shahih.

Apa Dampak Negatif Jika Umat tak Bisa Bersabar?

Salah satu dari dampak negatif jika umat tak bisa bersabar yakni tak dapat meraih gelar taqwa. Padahal, ujian keimanan dari Allah SWT sifatnya sementara sedangkan gelar taqwa yang Allah SWT berikan dapat diklaim sampai hamba tersebut telah dijamin masuk ke surga.

Namun, tampaknya tiket emas tersebut tak banyak yang mampu untuk mendapatkan. Sebab bertahan dalam keadaan sulit bukanlah fitrah manusia. Secara alami, manusia akan lebih memilih keadaan yang nyaman dan tentram daripada harus bertahan.

Selain tak dapat gelar sebagai orang yang bertaqwa, orang tersebut tentu tak akan mendapat ridho Allah SWT bahkan tak dijamin doanya untuk dikabulkan. Padahal salah satu indikator doa diijabah yakni doa umat yang terkena musibah.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai musibah yang menimpa Celine Evangelista dan keluarga. Semoga keluarga diberikan kesabaran dan tetap berusaha untuk mendekatkan diri pada Allah Ta’ala.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY