Sobat Cahaya Islam, Tujuan Hidupmu bukan Epic Games Saja

0
58
epic games

Epic Games – Beberapa hari silam, para gamer dimanjakan oleh Epic Games, software pengembang aplikasi permainan dari Amerika yang lumayan digandrungi. Kabar Genshin Impact, salah satu games yang bisa dimainkan secara gratis menjadi angin segar bagi para gamer. Seharipun rasanya tak cukup untuk menuntaskan semua level dari permainan gratis itu.

Sobat Cahaya Islam, beberapa situs pengembang permainan seperti Epic Games nampaknya mempunyai banyak penggemar dari kalangan millenials tak terkecuali generasi kaum muslimin. Hal tersebut sebenarnya mubah saja. Namun, pada faktanya games dapat melenakan si pengguna bahkan seharian duduk di depan layar hp maupun laptop.

Bagaimana Pandangan Umat Seharusnya Terkait Keberadaan Epic Games?

epic games

Umat Islam perlu memahami bahwa Epic Games sendiri merupakan hasil dari kekayaan intelektual. Sehingga, keberadaannya merupakan suatu keniscayaan dan tidak membahayakan. Hanya saja, keberadaannya sebagai software pengembang permainanlah yang perlu digali lebih dalam dari segi dampaknya.

Sebab, seperti yang diketahui bahwa dampak dari games tersebut dapat menjadikan seseorang mudah terlena dan mengabaikan hidupnya. Ini tidak terjadi pada semua orang. Karena pada kenyataannya banyak umat yang dapat meraih prestasi melalui hobi bermain games. Kok bisa?

Salah satu prestasi yang diraih para gamer yakni pintar bahasa Inggris. Kemudian juga pintar dalam mengatur strategi untuk memasuki level paling tinggi. Namun pada kenyataannya tak semua orang dapat mengambil celah keuntungan tersebut.

Apa Bahayanya Kecenderungan Main Games?

epic games

Salah satu bahaya dari permainan games yang melenakan yakni umat lalu akan tujuan hidup yang ingin dicapai. Bagi kaum muslim, tujuan hidup merupakan seperangkat pandangan beserta cara mendapatkan tujuan yang sesuai sebagai seorang umat muslim.

Tentu, umat akan mendapatkan banyak cobaan dan ujian sebelum mendapatkan tujuan yang dicapai. Salah satu cobaannya yakni lolos dari penghambaan kepada games. Fungsi awal dari keberadaan games sendiri sebelumnya untuk menghibur umat di kala stress.

 Namun, fungsi menghibur tersebut nyatanya mulai tak lazim dan berubah fungsi menjadi hal wajib yang harus dilakukan. Hal ini ditandai dengan banyaknya pemberitaan para millenials yang menjadi korban kecanduan games.

 Saking candunya, mencuri bahkan sampai membunuh bisa dilakukan oleh para gamer untuk membiayai fasilitas permainan mereka. Sungguh hal ini tak sesuai dengan kepribadian umat yang seharusnya.

Sebagai kaum muslimin tentu menyadari bahwa kehidupan dunia adalah sesuatu yang fana. Oleh sebab itu manusia harus tetap berjalan sesuai koridor yang ada, yakni syariat Islam. Fakta bahwa umat mudah terlenakan bahkan menjadi candu dengan games adalah salah satu indikasi bahwa umat mengalami pengkaburan terkait makna hidup.

Padahal Islam secara jelas menggambarkan bahwa kehidupan umat berasal dari Allah, dihidupkan untuk beribadah kepada Allah dan tentu akan kembali kepada Allah. Linearitas ini seharusnya perlu impelementasi bukan hanya dari lisan saja.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah pandangan umat terkait Epic Games yang sedang diidolakan oleh sebagian besar Millenials. Semoga ke depan umat dapat lebih memahami bahwa games hanya sekedar urusan mubah sehingga tak mengerahkan keseluruhan waktu serta tenaga hanya untuk permainan saja.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY