Gelar Baru Megawati, Ketahui Amanah Seorang Pemimpin

0
49
megawati

Megawati – Baru – baru ini, jagat sosial media sedang ramai membicarakan pengukuhan Bu Megawati yang diberi gelar sebagai profesor kehormatan. Sebagian publik bersyukur atas pencapaian beliau, namun sebagian lainnya malah memberikan kritikan keras terhadap pengukuhan tersebut.

Sobat Cahaya Islam, pengangkatan Bu Megawati sebagai pejabat tinggi kampus tentu bukanlah hal yang sepele. Sebab selain sebagai Guru Besar tidak tetap di kampus, umat juga telah melihat kiprah beliau sebagai pimpinan partai yang cukup berkuasa di wilayah Indonesia baik secara sumber daya alam maupun kadernya.

Bagaimana Tanggapan Umat terhadap Pengukuhan Bu Megawati?

megawati

Sebagai umat Islam, terpilihnya umat sebagai seorang pemimpin ataupun seorang berintelektualitas tinggi tentu merupakan sebuah kebanggaan. Sebab, hakikatnya seorang muslim memang dijamin Allah SWT sebagai umat yang terbaik.

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imron: 110)

Definisi dari umat terbaik yakni mereka yang mampu untuk melaksanakan kepemimpinan di dunia dengan aturan syariat yang ada serta mampu untuk memberikan pertolongan bagi masyarakat sekitar.

Termasuk halnya pengukuhan Bu Megawati sebagai profesor, haruslah disyukuri serta berusaha menyampaikan harapan agar gelar tersebut dapat diwujudkan dengan berkontribusi pada umat serta melindungi bangsa. 

Bagaimana dengan umat yang kontra dengan pengukuhan beliau? Tentu mereka harus ditabayyuni. Bisa jadi ada alasan mengapa keberadaan pengukuhan tersebut tak dapat dibenarkan.

Misalnya, melihat kondisi sumber daya alam yang banyak dikuasai oleh partai yang beliau pimpin, menjadikan umat harus lebih mawas diri ketika beliau diangkat menjadi guru besar. Alih – alih membawa kebaikan untuk umat, bisa jadi malah memberikan efek yang kurang baik pada generasi. Sekali lagi, ini adalah sebuah permisalan.

Bagaimana Meraih Mimpi Menjadi Seorang Profesor yang Berkontribusi bagi Umat?

megawati

Sobat Cahaya Islam, menjadi seorang profesor bukanlah gelar yang remeh. Tentu ada seperangkat amanah yang harus dilaksanakan. Sehingga terdapat beberapa langkah yang juga perlu diwujudkan oleh profesor terlebih beliau adalah seorang muslim. Beberapa diantaranya adalah :

1. Senantiasa Menyampaikan Kebenaran, Bukan Pembenaran

Seorang Profesor adalah seseorang yang bepengaruh baik secara lisan maupun tulisan yang disampaikan. Karena hal ini pula, seyogyanya seorang Profesor dapat menata segala ungkapan maupun perbuatan yang diamalkan agar dapat menjadi teladan bagi generasi peradaban.

Hendaknya sang Profesor selalu berusaha untuk menyampaikan sebuah kebenaran meski berat untuk disampaikan, bukannya malah membenarkan hal yang malah menjerumuskan umat ke jurang kemaksiatan.

2. Mengajak Para Scientist untuk Berjuang, Bukan Berpangku Tangan

Selain itu, hal yang perlu diingat bagi para profesor yakni sang Profesor haruslah senantiasa memberikan motivasi kepada para generasi untuk senantiasa berjuang untuk menuju perubahan yang lebih baik, terutama perubahan untuk Islam bukannya malah menggantungkan pada bangsa dan pasrah akan takdir. Jika secara fakta malah menjadikan generasi bersifat pragmatis, maka jiwa critical thinking dan kehormatannya perlu dipertanyakan.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah pembahasan mengenai Bu Megawati yang digelari sebagai profesor terhomat oleh Universitas Pertahanan RI. Semoga gelar tersebut dapat menjadikan beliau beramal secara menyeluruh serta menjadi telada yang baik bagi generasi.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY