Anji Diduga Sebar Kebohongan, Ini Ciri-ciri Seorang Pendusta Menurut Islam!

0
170

Anji – Pemilik nama lengkap Erdian Aji Prihartanto, seorang musisi yang telah menggemparkan khalayak ramai di dunia maya. Dia bersama rekannya yang bernama Hadi Pranoto yang mengaku sebagai pakar mikrobiologi dan yang lebih parah lagi katanya telah menemukan obat covid-19 atau corona.

Sobat Cahaya Islam jika telah menemukan obat covid-19 itu syukur alhamdulilah, hanya saja yang menjadi permasalahan yakni apakah benar obat corona yang ditemukan hanya ditaksir Rp 10.000 hingga Rp 20.000 sesuai yang diunggah di channel akun YouTube Dunia Manji milik Anji yang sudah dihapus oleh pihak YouTube? Di mana biaya rapid test dan swab test dapat dikatakan membutuhkan uang yang tidak sedikit.

Benarkah Anji Berbohong?

Berbohong merupakan suatu perkataan yang tidak dapat diuji kebenarannya, tidak sesuai dengan kenyataan aslinya. Sobat Cahaya Islam, mengenai berita musisi Anji dan Hadi Pranoto perlu diselidiki terlebih dahulu, apakah benar obat corona yang diberitakannya? Jika terbukti berbohong semoga cepat sadar dan kembali ke jalan yang benar. Aamiin.

Agar tidak salah mari kita bahas terkait bagaimana orang yang dikatakan sebagai pendusta atau tukang bohong menurut perspektif agama Islam.

Berdusta, nama lain dari berbohong salah satu tindakan tercela yang dilarang agama dan pihak hukum pemerintah. Sebab bermula dari kebohongan akan merembet ke dalam kebohongan selanjutnya apabila tidak ditindaklanjuti. Bahkan dapat sampai menyebabkan nyawa terenggut.

Tanda-Tanda Orang yang Berdusta

Adapun tanda-tanda orang yang berdusta dapat dilihat dari tiga tanda berikut

  1. Perkataan orang yang berdusta tidak dapat diuji kebenarannya

Kehidupan tidak butuh hanya asbun (asal bunyi). Berkata tanpa ada landasan dari mana asalnya, dapat menjerumuskan. Islam mengajarkan agar berkata yang baik, apabila tidak bisa berkata yang baik lebih baik diam, diam ibarat emas.

  1. Menggelak bila dimintai keterangan terkait perkataannya

Namanya orang yang berdusta, pasti khawatir bila kebohongannya terungkap, alih-alih menghindar dari sekadar memberi keterangan agar aman.

  1. Hidupnya tidak tenang

Hidup bila diselimuti dengan kebohongan seperti menimbun kegundahan. Ada hal yang nyerempet sedikit bersinggungan dengan kebohongan gundah. Kegundahan itu yang membuat hidup tidak tenang. Lihatlah! Otomatis kebenaran yang berada di pihak yang menang.

Islam sudah wonta-wanti (memperingatkan) berkatalah yang jujur dan jangan berdusta. Poin penting adakalanya berdusta dibolehkan yakni Nabi mentolerir kebohongan kecuali dalam tiga kondisi; pada saat perang, mendamaikan dua orang, dan perkataan suami kepada istri, atau sebaliknya.

Hukum Orang yang Berdusta (Pendusta)

Hukum orang yang berdusta tertera sebagaimana dalam Al-Qur’an surat An-Nahl (16) ayat 116.

وَلَا تَقُولُوا۟ لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ ٱلْكَذِبَ هَٰذَا حَلَٰلٌ وَهَٰذَا حَرَامٌ لِّتَفْتَرُوا۟ عَلَى ٱللَّهِ ٱلْكَذِبَ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ

walaa taquuluu limaa tashifu lsinatukumu lkadziba haadzaahalaalun wahaadzaa haraamun litaftaruu ‘alaa laahi lkadziba inna ladziina yaftaruuna ‘alaa laahi lkadziba laa yuflihuun

“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung.” (QS. An-Nahl (16): 116)

Berdasarkan ayat di atas jelas Allah SWT melarang hamba-hamba-Nya untuk berkata dusta. Dijelaskan bahwa orang yang berbohong tidak termasuk dalam orang-orang yang beruntung di sisi Allah SWT. Orang yang beruntung di sini adalah yang mendapat ridho Allah SWT naik di dunia maupun di akhirat.

Jadi sobat Cahaya Islam, berdusta akan mengundang petaka, jauh dari Allah SWT terutamanya. Berhatilah dalam berbicara. Jangan ada dusta diantara kita! Ingat mulutmu adalah harimaumu.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY