Tersebar! Video Santri Penghafal Al-Qur’an Menutup Telinga Saat Ada Musik, Staff Khusus Presiden Tuai Kritikan

0
704
Santri penghafal Al-Qur’an

Santri penghafal Al-Qur’an – Tersebarnya unggahan video santri penghafal Al-Qur’an yang menutup kuping saat ada musik menjadi topik hangat yang sedang diperbincangkan dimedia sosial baru-baru ini.

Video tersebut diambil, ketika para santri yang sedang mengantre untuk penyuntikan vaksin. Video itupun viral, lantaran salah satu staff khusus presiden mengunggahnya di sosial media dan memberi caption yang menurut banyak orang menuai kontroversi.

Dalam unggahan videonya, disematkan caption “ sementara itu…. kasian, dari kecil sudah diberikan pendidikan yang salah. There’s nothing wrong to have a bit of fun!!.” Sontak unggahan tersebut diserbu oleh netizen yanng tidak sepakat dengan caption yang dituliskan oleh staff khusus presiden tersebut.

Sobat Cahaya Islam, Dengan unggahan staff khusus presiden tersebut yang seolah-olah para santri penghafal Al-Qur’an itu tidak bisa memiliki kesenangan. Bisa jadi juga unggahan tersebut dikategorikan dengan bullying.

Bullying terjadi bukan hanya didunia nyata saja, namun didunia maya atau sosial media. Kerap kali umat menyaksikan tindakan bullying. Bahkan terkadang kepada orang yang tidak dikenal sekalipun.

Menjadi seorang penghafal Al-Qur’an bukanlah hal mudah. Banyak sekali larangan dan pantangan yang harus dijaga. Berbeda pendapat dalam hal ibadah dan amaliyah adalah hal yang biasa.

Namun bagaimana cara seseorang menghargai apa yang telah di pegang teguh oleh orang lain tersebut adalah hal yang luar biasa. Seperti hal nya kasus yang terjadi pada santri penghafal Al-Qur’an ini.

Dengan keyakinan mereka bahwa musik adalah hal yang tidak ada manfaat nya dan bisa menjadi penyebab runtuhnya hafalan Al-Qur’an seharusnya sebagai makhluk sosial bisa memahami dan menghargainya.

Hukum Musik dalam Agama Islam

Santri penghafal Al-Qur’an

Sobat Cahaya Islam, mengenai hukum musik didalam agama islam adalah ada sebagian ulama yang mennghukuminya mubah ada juga yang menghukuminya haram. Terjadi perbedaan dalam menghukumi musik ini karena sumber hukum utama islam yaitu Al-Qur’an tidak melarang atau memperbolehkannya.

Menghukumi musik yang masih belum jelas hukumnya sebagai seorang awam, sebaiknya mengambil jalan tengah yaitu dengan melabeli haram ketika musik tersebut membawa pengaruh buruk dan dipergunakan dengan hal-hal yang haram. Sedangkan dapat dihukumi mubah apabila musik dipergunakan untuk kebaikan seperti dakwah dan lain sebagainya. Bahkan pada zaman khulafaur rosyidin yaitu tepat nya pada masa khalifah Ali Bin Abi Thalib.

Seorang ahli madzhab sayafi’i yang bernama Abdullah bin Ja’far pernah menciptakan sebuah lagu yang dinyanyikan oleh budak wanita dengan diiringi alat musik. Di Indonesia sendiri musik juga dipakai oleh wali songo untuk media dakwah contohnya lagu lir-ilir yang diciptakan oleh sunan Kalijaga.

Musik menurut beberapa madzab, pertama imam syafi’i mengutip dari perkataan beliau bahwa selama pengetahuannya tidak ada dari ulama Hijaz yang membenci alat musik, kecuali bila mengandung hal-hal dilarang.

Kedua menurut imam Hambali, menggunakan seruling, gambus dan gendang tidak diperbolehkan. Meskipun dalam acara pesta pernikahan atau pun acara yang lainnya.

Sedanngkan menurut imam Hanafi berpendapat bahwa haram bagi nyayian yang mengandung kata-kata kotor atau yang tidak baik. Sedangkan memuji Allah, dan ciptaanNya seperti gunung, laut, sungai dan bunga dengan nyanyian adalah boleh.

Keutamaan yang Didapat Santri Penghafal Al-Qur’an

Santri penghafal Al-Qur’an

Sobat Cahaya Islam, banyak sekali kebaikan-kebaikan yang akan didapat oleh para penghafal Al-Qur’an. Bahkan di Al-Qur’an sendiri Allah berfirman dalam surat Al-Hijr ayat 9 yang artinya “sesungguhnya kami lah yang menurunkan Al-Qur’an, dan pasti pula kami yang memelihara” .

Dari kutipan ayat tersebut bisa diambil kesimpulan bahwa Allah Azza Wa Jalla akan memelihara Al-Qur’an serta orang-orang yang memelihara Al-Qur’an (menghafal) dengan tanganNya sendiri.

Keutamaan menghafal Al-Qur’an adalah sudah tentu akan dijamin surga oleh Allah S.W.T. selain itu penghafal Al-Qur’an ketika yaumul akhir akan disematkan mahkota dan jubah oleh Allah. 

Desebutkan dalam hadist riwayat At-Tirmidzi Rosulullah bersabda “ penghafal Al-Qur’an akan datang pada hari kiamat, kemudian akan berkata “ ya Tuhanku, berikanlah perhiasan (kepada orang yang membaca Al-Qur’an), kemudian orang itu dipakaikan mahkota karomah (kemuliaan), sesudah itu Al-Qur’an memohon kembali “ya Tuhanku ridhoilah dia, kemudian Allah meridhoinya. Dan diperintahkan kepada orang itu, bacalah (Al-Qur’an) dan terus naiklah (ke surga). Lantas derajatnya(disurga) pun terus bertambah. Pada setiap ayat (yang dibacanya) terdapat satu kebaikan.

Sobat Cahaya Islam, meski tidak menghafal Al-Qur’an semoga tulisan ini menjadi penyemangat pemuda untuk terus membaca Al-Qur’an sehingga generasi selanjutnya menjadi generasi Qurani. Dan mendapat syafaat Al-Qur’an diyaumul qiyamah nanti.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY