Suami Ayu Dewi Mengaku Pernah Berkhianat yang Begitu Terlarang dalam Islam

0
161
suami Ayu Dewi

Suami Ayu Dewi – Aksi selebriti dan pasangannya memang kerap kali menjadi sorotan banyak orang terutama warganet di media sosial. Salah satunya ada suami Ayu Dewi yang bernama Regi Datau.

Nama Regi Datau tentu sudah tidak asing di telinga masyarakat Tanah Air. Hal ini terjadi usai isu perselingkuhannya menjadi viral di media sosial.

Mengaku Pernah Berkhianat, Rumor Perselingkuhan Suami Ayu Dewi Mencuat Kembali

Beberapa waktu lalu, suami Ayu Dewi akhirnya mengaku bahwa ia pernah berkhianat. Regi Datau pun tak menampik bahwa ia kin menyesali perbuatannya tersebut.

Pengakuan Regi Datau yang sudah berkhianat bermula dari pertanyaan sang istri yakni Ayu Dewi dalam channel YouTube pribadinya. Dalam video tersebut, Ayu Dewi bertanya apakah sang suami pernah mengkhianati seseorang di masa lalu atau tidak?

Mendapat pertanyaan seperti itu, Regi Datau kemudian menjawab bahwa ia pernah mengkhianati seseorang di masa lalu dan menyesal sudah melakukannya.

Walaupun menyesal, Regi Datau mengungkap bahwa ia tidak mau berlarut-larut atas kesalahan yang sudah dia lakukan dan sudah berusaha meminta maaf kepada orang yang sudah ia khianati.

Karena percakapan tersebut, warganet mengaitkan kembali ucapan Regi Datau dengan kasus perselingkuhannya beberapa waktu lalu. Memang sebelumnya sempat heboh rumor perselingkuhan Regi Datau dengan seseorang bernama Denise.

Bagaimana Pandangan Islam Terhadap Aksi Perselingkuhan?

Sobat Cahaya Islam, perbuatan selingkuh merupakan aksi yang tercela. Namun sayangnya belakangan ini perselingkuhan marak terjadi terutama di kalangan masyarakat Indonesia.

Padahal islam begitu membenci perselingkuhan. Karena itu, hukum perselingkuhan tersebut adalah haram baik dalam bentuk serta maksud apa pun.

Selingkuh bisa berawal dari suami yang durhaka kepada istrinya. Tak hanya itu, perselingkuhan juga bisa terjadi karena istri yang membangkang kepada suaminya sendiri.

Perselingkuhan juga merupakan bentuk pengkhianatan di dalam kehidupan rumah tangga. Tak heran jika islam melarang keras terjadinya perselingkuhan.

Penyebab Terjadinya Perselingkuhan

Sobat Cahaya Islam, berikut ini ada beberapa penyebab terjadinya perselingkuhan yang sering terjadi di sekitar kita:

1.       Kurangnya Pemahaman Tentang Agama

Agama merupakan pondasi bagi semua aspek kehidupan manusia, termasuk dalam urusan rumah tangga. Pemahaman tentang agama yang kurang dapat memicu perselingkuhan, terlebih baik suami maupun istri tidak mengetahui hukum perselingkuhan.

suami Ayu Dewi

Padahal islam sudah mewanti-wanti agar selalu menghindari perbuatan tercela yang merupakan bibit-bibit terjadinya perselingkuhan. Hal ini tertuang dalam:

 لَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kalian mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra’: 32).

2.       Istri yang Mengumbar Auratnya dan Seorang Suami yang Lalai

Belakangan ini sering kali seorang istri yang kerap memamerkan auratnya agar mendapat perhatian orang lain terutama lawan jenis. Bahkan tak jarang ada suami yang menggoda wanita lain padahal bukan muhrimnya walaupun sudah mempunyai pasangan.

Hal tersebut bisa menjerumuskan suami ataupun istri ke dalam jerat perselingkuhan. Allah SWT berfirman:

وَقُلْ لِّلْمُؤْمِنٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ اَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلٰى جُيُوْبِهِنَّۖ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا لِبُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اٰبَاۤىِٕهِنَّ اَوْ اٰبَاۤءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اَبْنَاۤىِٕهِنَّ اَوْ اَبْنَاۤءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اِخْوَانِهِنَّ اَوْ بَنِيْٓ اِخْوَانِهِنَّ اَوْ بَنِيْٓ اَخَوٰتِهِنَّ اَوْ نِسَاۤىِٕهِنَّ اَوْ مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُهُنَّ اَوِ التَّابِعِيْنَ غَيْرِ اُولِى الْاِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ اَوِ الطِّفْلِ الَّذِيْنَ لَمْ يَظْهَرُوْا عَلٰى عَوْرٰتِ النِّسَاۤءِ ۖوَلَا يَضْرِبْنَ بِاَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِيْنَ مِنْ زِيْنَتِهِنَّۗ وَتُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ جَمِيْعًا اَيُّهَ الْمُؤْمِنُوْنَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

“Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.” (Q.S An Nur ayat 31)

3.       Adanya Tuduhan yang Tidak Mendasar

Sering kali perselingkuhan terjadi di antara suami ataupun istri namun mereka justru menuduh pasangannya sudah melakukan perbuatan tercela seperti itu. Padahal islam sudah melarang pasangan suami istri saling menuduh tanpa adanya saksi ataupun bukti utama.

suami Ayu Dewi

Ini sejalan dengan:

وَالَّذِيْنَ يَرْمُوْنَ اَزْوَاجَهُمْ وَلَمْ يَكُنْ لَّهُمْ شُهَدَاۤءُ اِلَّآ اَنْفُسُهُمْ فَشَهَادَةُ اَحَدِهِمْ اَرْبَعُ شَهٰدٰتٍۢ بِاللّٰهِ ۙاِنَّهٗ لَمِنَ الصّٰدِقِيْنَ

“Dan orang-orang yang menuduh istrinya (berzina), padahal mereka tidak mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka kesaksian masing-masing orang itu ialah empat kali bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa sesungguhnya dia termasuk orang yang berkata benar.” (Q.S An Nur ayat 6)

Sobat Cahaya Islam, itulah pembahasan tentang perselingkuhan yang banyak disangkakan orang-orang dilakukan oleh suami Ayu Dewi. Semoga saja kita semua terhindar dari perbuatan tersebut dan selalu harmonis dalam hubungan rumah tangganya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY