Kaisar Jepang Naruhito – Beberapa waktu lalu, masyarakat Indonesia heboh dengan kunjungan orang penting ke Tanah Air. Ia adalah Kaisar Jepang Naruhito yang melakukan kunjungan ke Indonesia.
Rupanya ini merupakan kunjungan pertama sang kaisar sejak naik tahta pada bulan Mei 2019 lalu. Menariknya, Indonesia merupakan negara pertama yang Kaisar Naruhito datangi.
Kunjungan Kaisar Jepang Naruhito ke Indonesia
Shiojiri Kojiro selaku Sekretaris Pres untuk Jepang mengkonfirmasi bahwa Indonesia merupakan negara pertama dalam rencana kunjungan Kaisar Jepang Naruhito. Menurutnya, ini merupakan kunjungan perdana ke luar negeri setelah Kaisar Naruhito naik tahta.
Kemudian Shiojiri mengatakan alasan mengapa Indonesia menjadi negara pertama yang Kaisar Naruhito kunjungi. Menurutnya, Kaisar Naruhito datang lantaran undangan dari Presiden Jokowi ke Jepang pada bulan Juli 2022.
Oleh sebab itu, pada akhirnya sang kaisar melakukan kunjungan secara resmi ke Indonesia dalam rangka memenuhi undangan tersebut. Lebih lanjut, ia juga mengungkap alasan mengapa Kaisar Naruhito akan mengunjungi Yogyakarta saat datang ke Indonesia.
Alasan yang pertama, yakni berdasarkan niat atau keinginan kuat dari Kaisar. Pasalnya Kaisar Naruhito ingin menyaksikan persahabatan antara Jepang dan Indonesia secara seksama.
Menjamu Tamu dalam Islam
Sobat Cahaya Islam, kunjungan Kaisar Jepang Naruhito mengartikan beliau adalah tamu negara Indonesia. Tak heran jika banyak sekali persiapan untuk menyambut tamu penting kenegaraan satu ini.
Di dalam agama islam sendiri mengajarkan tentang adab menerima tamu yang perlu umat muslim mahami. Bahkan menerima dan memuliakan tamu termasuk salah satu wujud silaturahmi yang efektif.
Bahkan dalam sebuah hadist, nabi Muhammad SAW menegaskan terkait anjuran untuk memuliakan tamu. Karena itu, hendaknya Sobat senantiasa memuliakan tamu yang datang baik orang spesial maupun orang biasa sekalipun.
Sebab semua itu bernilai penting di mata Allah SWT dan menambahkan pahala Sobat.
Adab Menerima Tamu dalam Islam
Sobat Cahaya Islam, di bawah ini ada penjelasan tentang adab-adab menjamu tamu dalam ajaran agama islam:
1. Menjawab Salam dan Memberikan Sambutan yang Baik
Adab pertama saat menerima tamu dalam islam yaitu dengan menjawab salam serta memberikan sambutan sebaik mungkin. Ketika seorang tamu datang ke rumah, Sobat harus menjawab salam serta segera memberikan sambutan.


Dengan begitu, hubungan silaturahmi akan terus terjalin dan tidak terputus karena sambutan yang baik. Allah SWT berfirman:
وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا
“Apabila diucapkan salam kepadamu, maka balaslah salam itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah maha memperhitungkan segala sesuatu” [An-Nisaa’/4: 86].
2. Memperlihatkan Wajah yang Gembira
Tidak hanya membalas salam, Sobat juga perlu memperlihatkan senyum cerita di depan tamu. Selain itu, Sobat juga perlu menunjukkan kondisi yang serba cukup kepada tamu.


Nabi Muhammad SAW pun memberikan teladan dengan selalu memberikan senyum saat berbicara. Beliau terkenal sebagai orang yang paling banyak tersenyum.
Hal ini tertuang dalam:
“Aku tidak pernah melihat seseorang yang paling banyak senyumannya selain Rasulullah SAW.”(HR. Tirmidzi no 3574).
3. Menyediakan Hidangan
Adab lainnya dalam menerima tamu yang baik dalam islam yakni menyediakan hidangan. Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia memuliakan tamunya dan menjamunya siang dan malam, dan bertamu itu tiga hari, lebih dari itu adalah sedekah baginya, tidak halal bagi tamu tinggal (bermalam) hingga (ahli bait) mengeluarkannya.” (Hadits Shahih Al-Bukhari No. 5670)
Bahkan adab bertamu tersebut juga nabi Muhammad SAW praktekkan terhadap tamu dari golongan non muslim sekalipun.
Sobat Cahaya Islam, seperti itu adab yang benar dalam islam saat menyambut tamu seperti kunjungan Kaisar Jepang Naruhito. Niatkan semua karena Allah SWT agar mendapatkan balasan terbaik.
































