Minal Aidin Wal Faizin Jadi Ucapan Idul Fitri, Begini Hukumnya

0
213
minal aidin wal faizin

Minal aidin wal faizin – Selama perayaan Idul Fitri, banyak hal yang menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah saling memberikan ucapan minal aidin wal faizin.

Kendati demikian, banyak orang yang masih belum paham arti ucapan tersebut. Bahkan masih sedikit yang kesulitan untuk menjawabnya dengan jawaban sebenarnya.

Mengetahui Arti Ucapan Minal Aidin Wal Faizin

Di Hari Idul Fitri, banyak orang mengucapkan minal aidin wal faizin ketika bersilaturahmi. Kendati demikian, biasanya orang-orang menjawabnya dengan kata ‘sama-sama’.

Padahal, jawaban itu sebenarnya kurang tepat sebagai balasan. Sebab makna ucapan minal aidin bukan mohon maaf lahir dan batin.

Sebab minal aidin justru merupakan kalimat yang bermakna doa untuk orang lain. Doa tersebut mengharapkan agar orang-orang akan kembali fitrah dan mendapat kemenangan.

Tetapi kalimat tersebut sudah begitu populer di kalangan masyarakat muslim. Bahkan mereka sering kali mengucapkannya di hari Lebaran.

Walaupun pemahamannya salah, tetap saja kalimat minal aidin adalah doa yang memiliki makna dan manfaat baik. Karena itulah, sebaiknya umat islam tetap saling memberikan ucapan minal aidin ketika lebaran tiba.

Cara Menjawab Ucapan Minal Aidin

Sobat Cahaya Islam, karena minal aidin wal faizin merupakan doa, maka ada baiknya umat islam membalasnya dengan doa pula. Dengan demikian, Anda dan orang yang mengucapkan kalimat tersebut sama-sama mendapatkan keberkahan dan pahala di Hari Raya Idul Fitri.

Oleh sebab itu, Anda bisa menjawabnya dengan kalimat aamiin ya Rabbal ‘aalamiin. Selain itu, Anda juga bisa menjawabnya dengan kalimat Aamiin aamiin ya Rabb.

Bukan itu saja, Sobat Cahaya Islam juga bisa menjawab ucapan minal aidin dengan kullu aamiin wa antum bi khair. Kalimat tersebut juga berarti doa yang memohon berada dalam kebaikan di sepanjang tahun.

Hal ini sesuai dengan makna dari Hari Raya Idul Fitri sesungguhnya karena manusia menjadi fitrah dan suci.

Pandangan Islam Terhadap Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri

Sobat Cahaya Islam, ketika Anda hendak memberikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri sebaiknya tidak asal-asalan. Selain minal aidin, ada beberapa ucapan lain yang kerap orang ucapkan ketika merayakan Idul Fitri.

Anda pun bisa mengikuti ucapan-ucapan tersebut selama artinya tidak baik dan melanggar hukum islam. Berikut ada beberapa pandangan islam terhadap ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri:

1.       Ucapan Selamat Hari Raya yang Sunnah

Sobat Cahaya Islam, ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri yang hukumnya sunnah adalah taqobalallahu minna wa minkum selain minal aidin. Sebagai informasi, kalimat tersebut juga merupakan doa yang mengharap Allah menerima amal ibadah kita semua.

Ini tertuang dalam:

كان أصحاب النبي – صلى اللهُ عليه وسلَّم – إذا التقوا يوم العيد يقول بعضهم لبعض: تقبَّل الله منا ومنك

“Para sahabat nabi –shollallahu ‘alaihi wa sallam- apabila bertemu di hari raya, sebagian mereka mengucapakan “taqobbalallahu minna wa minka” ( semoga Alloh menerima amal ibadah kita dan kamu ) kepada sebagian yang lain”. [ HR. Al-Mahamili dalam “Kitab Sholatil ‘Idain” : 2/192/2 ]

2.       Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri Lainnya

Ucapan selamat saat Hari Raya Idul Fitri sejatinya hanya urusan dunia atau adat dan bukan termasuk ibadah. Karena itulah, kalimat apa saja termasuk boleh selama tidak ada pelanggaran syariat islam dalam ucapan itu.

Hal tersebut tertuang dalam:

التهنئة بالعيد قد وقعت من بعض الصحابة رضي الله عنهم، وعلى فرض أنها لم تقع فإنها الآن من الأمور العادية التي اعتادها الناس، يهنىء بعضهم بعضاً ببلوغ العيد واستكمال الصوم والقيام.

“Ucapan selamat hari raya, telah terjadi di kalangan para sahabat –rodhiallohu ‘anhum-. Taruhlah ditetapkan bahwa hal itu belum pernah terjadi, maka hal tersebut, sekarang ini telah menjadi perkara adat yang telah dilakukan oleh manusia terus-menerus. Sebagian mereka mengucapkan selamat kepada sebagian yang lain dengan kedatangan hari raya dan sempurnanya puasa dan sholat.” [ Majmu’ Fatawa : 16/208 ].

3.       Tak Ada Ucapan yang Wajib

Sejatinya tidak ada ucapan selamat hari raya Idul Fitri yang hukumnya wajib. Bahkan umat  islam boleh meneruskan ucapan apapun bahkan jika termasuk ke dalam adat istiadat sekalipun.

وسئل فضيلة الشيخ – رحمه الله تعالى -: ما حكم التهنئة بالعيد؟ وهل لها صيغة ميعنة؟ فأجاب فضيلته بقوله: التهنئة بالعيد جائزة، وليس لها تهنئة مخصوصة، بل ما اعتاده الناس فهو جائز ما لم يكن إثماً.

Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimin –rohimahullah- pernah di tanya : “Apa hukum mengucapkan selamat di hari raya ? apakah ada bentuk ucapan tertentu/khusus untuknya ?”. Beliau menjawab : “Ucapan selamat di hari raya boleh, dan tidak ada ucapan selamat secara khusus. Bahkan apa yang telah menjadi adat manusia, maka hal itu boleh selama bukan merupakan perbuatan dosa.” [ Majmu’ Fatawa : 16/210 ]. 

Sobat Cahaya Islam, itulah informasi lengkap tentang minal aidin wal faizin yang menjadi ucapan di Hari Raya Idul Fitri. Anda bisa mengucapkan kalimat lain selama tidak melanggar syariat dan tak menyinggung orang lain.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY