Menjaga Akhlak dalam Bekerja, Wajib bagi Setiap Muslim

0
81
Menjaga Akhlak dalam Bekerja

Menjaga Akhlak dalam Bekerja – Banyak orang yang sibuk bekerja setiap hari. Sayangnya, mereka hanya fokus mengerjakan tugas pekerjaan tanpa mengetahui ilmu agama tentang bekerja. Misalnya adalah kewajiban seseorang untuk menjaga akhlaknya dalam rutinitas pekerjaan. Oleh karena itu, setiap muslim harus tahu dan sadar akan hal ini.

Pentingnya Ikhlas dalam Bekerja

Bagi seorang laki-laki, mencari nafkah untuk keluarganya adalah wajib. Tapi, banyak yang merasa terpaksa dalam menjalani pekerjaannya. Padahal, jika seseorang Ikhlas dalam bekerja, ia tidak hanya akan mendapatkan uang tetapi juga keutamaan lain berdasarkan pemahaman Islam. Dalam hal ini, Rasulullah bersabda:

مَنْ أَمْسَى كَالاًّ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ أَمْسَى مَغْفُوْرًا لَهُ

“Barangsiapa merasakan keletihan di sore hari karena pekerjaan yang ia lakukan dengan kedua tangannya, dosanya akan diampuni Allah di sore hari itu.” (1)

Itulah kenapa setiap muslim harus melakukan apapun karena Allah, termasuk bekerja mencari nafkah. Dengan begitu, hasilnya pun menjadi berkah. Selain itu, dalam hadits lain Rasulullah juga bersabda bahwa Allah mencintai seorang mukmin yang bekerja dengan giat. Maka, hendaknya kita tidak boleh malas-malasan mencari rezeki.

Cara Menjaga Akhlak dalam Bekerja

Jika seseorang bekerja karena Allah, hal yang semulanya hanya berhubungan dengan manusia, menjadi bernilai ibadah. Pasalnya, niat bekerja karena Allah tidak hanya akan mendapatkan nilai dunia tapi juga akhirat berkat Ridha Allah.

Oleh karenanya, kita harus menerapkan etika bekerja yang sesuai dengan syariat Islam ke dalam kehidupan sehari-hari seperti menghormati pimpinan, menghargai teman kerja, bekerja dengan Ikhlas, hingga menerima dan merasa cukup atas hasil jerih payahnya (qana’ah). Rasulullah bersabda:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ هُدِىَ إِلَى الإِسْلاَمِ وَرُزِقَ الْكَفَافَ وَقَنِعَ بِهِ

“Sunggu beruntung orang yang diberi petunjuk dalam Islam, diberi rizki cukup, dan merasa cukup (qana’ah) dengan rizki tersebut.” (2)

Saat merasa kurang dengan gaji yang kita dapatkan, biasanya itu akan berpengaruh pada profesionalitas kita dalam bekerja. Padahal, kita harus bekerja secara profesional karena kita harus mempertanggungjawabkannya bukan hanya di hadapan pemimpin tapi juga di hadapan Allah.

Tips Agar Pekerjaan Maksimal tanpa Mendzalimi Pihak Lain

Dalam hubungan pekerjaan, tidak boleh ada pihak yang mendzalimi, baik itu atasan ke bawahan ataupun sebaliknya. Seorang atasan tidak boleh menunda-nunda gaji karyawannya, tidak boleh memberikan tugas yang melebihi batas, dll. Sementara itu, seorang karyawan tidak boleh menggunakan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi, tidak boleh curang dalam laporan keuangan, tidak boleh menggunjing atasan, dll.

Jika semua pihak bekerja dengan jujur dan penuh toleransi, suasana bekerja pun menjadi menyenangkan. Di sinilah kita butuh menerapkan akhlak-akhlak terpuji (akhlakul karimah) di lingkungan kerja.


Referensi:

(1) H.R. Imam Tabrani, Al-Mu’jam A-Ausath VII/289

(2) Sunan Ibn Majah 4138

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY