Isu Kekerasan dalam Drama Terbaru Lee Do Hyun, Apa Kata Islam?

0
1292
Drama terbaru Lee Do Hyun

Drama terbaru Lee Do Hyun – Publik Korea Selatan tengah menanti drama terbaru Lee Do Hyun yang akan rilis perdana 30 Desember 2022. Dalam drama ini Lee Do Hyun akan berpasangan dengan Song Hye Kyo yang terkenal lewat drama Descendant of The Sun. 

Sebelum tayang perdana, teaser drama ini sudah bertebaran dan membuat baper para fans keduanya. Penulis cerita drama ini adalah Kim Eun Suk yang sukses menulis cerita Goblin, The Heirs dan Secret Garden.

Isu Kekerasan Dalam Drama Terbaru Lee Do Hyun

Drama The Glory berkisah tentang seorang korban bullying atau kekerasan di sekolah yang menjadi seorang guru setelah ia dewasa. Ternyata, salah seorang muridnya adalah putra dari pelaku kekerasan yang membuatnya tersiksa di masa sekolah dulu. 

Drama terbaru Lee Do Hyun

Dalam drama ini Song Hye Kyo berperan sebagai Moon Dong Eun. Di masa sekolah, ia adalah korban kekerasan yang sangat brutal. Luka akibat kekerasan yang dialaminya membekas dalam hati dan membuatnya menjadi pribadi yang keras.

Ia berencana membalas dendam pada orang-orang yang memiliki andil dalam kehancuran masa kecilnya. Dalam drama ini Lee Do Hyun berperan sebagai Joo Yeon Jeong, seorang pria dengan masa lalu yang penuh rahasia. 

Islam Sangat Mengecam Tindakan Kekerasan

Sebagai agama yang mencintai perdamaian, Islam memandang kekerasan di sekolah sebagai hal yang tidak dapat ditolerir. Kekerasan dalam bentuk apapun tidak dapat dimaafkan dan dilarang untuk dilakukan. 

Drama terbaru Lee Do Hyun

Rasulullah mencontohkan perilaku yang lemah lembut dan penuh kasih sayang kepada sesama manusia. Bahkan kepada para musuhnya sekalipun, Rasul menunjukkan perilaku yang sangat terpuji.

Tidak sekalipun Rasulullah pernah membalas perbuatan buruk yang diterimanya. 

QS Al Hujuurat ayat 11 menyatakan larangan mengolok sesama manusia,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُونُوا۟ خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَآءٌ مِّن نِّسَآءٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا۟ بِٱلْأَلْقَٰبِ ۖ بِئْسَ ٱلِٱسْمُ ٱلْفُسُوقُ بَعْدَ ٱلْإِيمَٰنِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ

 “Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok). Dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”

Ayat ini jelas menyatakan bahwa umat Islam dilarang menghina, mengolok-olok apalagi menyakiti sesama manusia secara fisik. Islam mengajarkan agar semua umat menjaga lisan dan selalu berkata ahsan.

Dengan demikian tidak akan ada kalimat menyakitkan yang keluar dari mulut kita. Saat di sekolah ada siswa yang melakukan pelecehan atau perundungan terhadap siswa lain, maka siapapun yang melihat harus berani menegur dengan tegas.

Tindakan berani menegur mereka yang melakukan perundungan merupakan bagian dari sikap menolak kemunkaran. Jika kita diam saja, sama dengan membiarkan perilaku munkar berkembang dengan subur.

Orang Yang Beriman Adalah Saudara

Dalam drama terbaru Lee Do Hyun yang mengangkat isu kekerasan di sekolah, nampak seolah manusia menjadi monster yang menakutkan bagi manusia lainnya. Padahal sejatinya semua manusia adalah sama.

Islam sangat menjaga perdamaian diantara sesama manusia. Dalam pandangan Islam, semua manusia yang beriman adalah saudara. Allah menegaskan dalam QS Al Hujurat ayat 10,

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ ࣖ

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (Qs. Al-Hujurat [49]: 10)

Sebagai sesama saudara, sepatutnya kita saling menjaga dan berbuat kebaikan. Terutama dengan saudara satu iman. Sikap membenci dna menyakiti akan menuai dendam dan kebencian yang tidak ada ujungnya.

Perundungan dilakukan dengan tujuan menyakiti dan mempermalukan korbannya. Tanpa disadari bahwa akibat dari perundungan sangatlah besar. Itu sebabnya Allah sangat membenci orang yang suka merundung orang lain. 

Belum tentu orang yang dirundung lebih buruk dari mereka yang merundungnya. Begitu besar efek perundungan terhadap korban, sehingga Allah mengancam akan menuntut setiap orang yang melakukan perundungan di akhirat.

Sobat Cahaya Islam, dalam drama terbaru Lee Do Hyun digambarkan bahwa kekerasan di sekolah membekas sangat dalam hingga korban beranjak dewasa. Mulai sekarang hentikan lah sikap suka merundung teman dan hiduplah dengan damai. 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY