Pentingnya Mendidik Anak dalam Nilai-Nilai Keadilan

0
282
mendidik anak dalam nilai-nilai keadilan

Mendidik anak dalam nilai-nilai keadilan – Para orang tua pastinya akan mengajarkan banyak hal untuk anak-anaknya mulai dari yang terkecil sampai spesifik sekalipun. Untuk itulah, ibu dan ayah juga perlu mengetahui tentang pentingnya mendidik anak dalam nilai-nilai keadilan. Pasalnya nilai tersebut sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya sampai dewasa kelak.

Keadilan menjadi salah satu aspek penting dalam kehidupan pribadi seseorang sampai bermasyarakat kelak. Sayangnya tak mudah untuk mendidik anak dalam nilai keadilan yang benar. Mengingat orang tua juga merupakan manusia yang masih memiliki kekurangan dan kesalahan.

Upaya Mendidik Anak dalam Nilai-Nilai Keadilan

Kerap kali orang menganggap bahwa mendidik anak dalam nilai-nilai keadilan hanyalah memberi perhatian dan waktu yang sama kepada semua anak. Memang sejatinya, kedua aspek tersebut masuk akal kala mendidik anak dengan nilai keadilan. Tetapi, adil sebenarnya bukan sekedar memberikan waktu, perhatian, atau mainan yang sama kepada semua anak di rumah.

Sebab Sobat Cahaya Islam juga perlu mempertimbangkan kebutuhan bagi setiap anak yang tentunya berbeda-beda. Tak mudah memang untuk bersikap adil saat mendidik anak-anak di rumah. Tetapi, Sobat tetap harus melakukannya sekaligus untuk memberikan contoh kepada mereka.

Jangan sampai, dalam mendidik anak-anak di rumah, ada anak yang merasakan ketidakadilan. Hal itu akan membawanya dalam sikap iri dan dengki kepada saudaranya sendiri. Tak hanya itu, mendidik anak dalam nilai keadilan juga penting untuk memberikan contoh kepadanya.

Dengan demikian, diharapkan anak juga mempunyai sikap yang adil dalam semua aspek kehidupannya hingga dewasa kelak.

Bentuk Penerapan Pendidikan Anak dalam Nilai Keadilan

Sobat Cahaya Islam, berikut ini ada beberapa upaya dalam mendidik anak dalam nilai-nilai keadilan yang bisa Sobat terapkan setiap hari.

1.       Membagi Waktu dengan Adil

Dalam mendidik anak di rumah, orangtua perlu adil dalam membagi waktu. Adapun pembagian waktu tersebut berlaku antara bekerja, beribadah, belajar, dan bermain. Dengan begitu, orangtua akan mengajarkan anaknya secara langsung bagaimana berlaku adil terhadap waktunya sendiri.

mendidik anak dalam nilai-nilai keadilan

Selain itu, orang tua juga perlu menjelaskan seperti apa porsi pembagian waktu yang adil selama menjalani aktivitas sehari-hari. Pendidikan tersebut juga mengajarkan anak agar selalu hidup disiplin dan taat terhadap peraturan. Allah SWT pun menganjurkan hambanya untuk bersikap adil seperti yang tertuang dalam:

 يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَاۤءَ بِالْقِسْطِۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ عَلٰٓى اَلَّا تَعْدِلُوْا ۗاِعْدِلُوْاۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah, (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Ma’idah Ayat 8)

2.       Tidak Membeda-bedakan Anak

Tak hanya itu, orangtua juga perlu senantiasa tidak membeda-bedakan perlakuan terhadap anggota keluarganya. Sebagai contoh, jika ada anak sakit, anak yang tidak mau belajar, ataupun anak yang rajin. Semua anak tersebut harus orangtua sayangi tanpa membeda-bedakannya.

mendidik anak dalam nilai-nilai keadilan

Nabi Muhammad SAW pun merupakan seseorang dengan sifat yang adil dan bisa umatnya tiru. Hal ini terbukti dalam:

Artinya: “Sesungguhnya kami telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata, dan telah kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia bisa melaksanakan keadilan” (QS. al-Hadid [57] : 25).

3.       Membagi Pekerjaan Rumah Merata

Orangtua juga bisa mulai membagikan pekerjaan rumah yang harus anak kerjakan dengan merata. Tak ada anak yang diberi tugas banyak, sementara lainnya justru tidak mendapatkan tugas sama sekali. Hal ini juga sebagai bentuk menjalankan perintah Allah SWT yaitu berlaku adil yang tertuang dalam:

 Artinya: “Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Q.S. Ali Imran [3]: 14).

Sobat Cahaya Islam, coba mulai tanamkan seperti apa cara mendidik anak dalam nilai-nilai keadilan sesuai ajaran islam. Dengan begitu, prinsip nilai keadilan akan tertanam dalam diri anak dan membawa kebaikan untuknya hingga dewasa kelak. 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY