Kiat mengembangkan kecerdasan spiritual – Pendidikan spiritual agama islam merupakan pendidikan yang penting untuk orangtua tanamkan sejak dini. Dengan pendidikan tersebut, besar harapan anak menjadi pribadi yang taat terhadap agama.
Sayangnya masih sedikit orangtua yang tahu bagaimana kiat mengembangkan kecerdasan spiritual agama islam.
Kecerdasan spiritual memungkinkan anak-anak melakukan semua hal dalam hidupnya dengan nilai-nilai spiritual. Namun membangun kecerdasan tersebut tidak melulu menyekolahkan anak di lembaga pendidikan Islami. Sebab orang tua juga perlu turun tangan untuk membentuk kecerdasan spiritual agama dalam diri buah hatinya.
Pentingnya Kiat Mengembangkan Kecerdasan Spiritual
Banyak sekali keutamaan dari kiat mengembangkan kecerdasan spiritual dalam diri anak. Pasalnya anak bisa berkembang dengan baik dan akan menjadi manusia yang berguna di kalangan masyarakat, negara, sampai agama. Anak-anak tersebut juga anak yang sehat dalam artian lebih luas, yakni sehat secara mental, fisik, sampai mental spiritualnya.
Sementara itu, kecerdasan spiritual sendiri merupakan suatu kecerdasan dalam menghadapi sekaligus memecahkan persoalan dengan artian yang lebih luas. Kecerdasan spiritual juga bisa dibilang sebagai kemampuan dalam memberi makna ibadah terhadap setiap kegiatan dan perilaku. Dengan penanaman kecerdasan spiritual, anak juga diharapkan berprinsip semata-mata karena Allah SWT.
Anak yang mempunyai kecerdasan spiritual mumpuni juga besar kemungkinan menjadi pribadi dengan akhlakul karimah. Mereka pun bisa menjadi pribadi yang rendah hati, berserah diri, istiqomah, dan mempunyai akhlak terpuji. Karena itu, orang tua wajib memberikannya pendidikan spiritual sejak dini agar bisa berkembang lebih luas di masa mendatang.
Mengingat mendidik anak dalam hal spiritual termasuk tanggung jawab sekaligus kewajiban bagi orang tua. Walaupun begitu, mengembangkan kecerdasan spiritual pada anak tetap wajib memahami seperti apa fase perkembangan yang sesuai usianya.
Tata Cara Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Pada Anak
Sobat Cahaya Islam, kiat mengembangkan kecerdasan spiritual adalah implementasi penanaman nilai keagamaan. Ini bertujuan agar anak bisa memahami, menghayati, serta mengamalkan ajaran islam secara menyeluruh. Lantas bagaimana caranya?
Sobat bisa mengikuti beberapa cara dalam mengembangkan kecerdasan spiritual pada anak berikut ini.
1. Penanaman Takwa
Upaya pertama dalam pengembangan kecerdasan spiritual pada anak adalah dengan menanamkan takwa. Orangtua dan para guru di sekolah sepatutnya berperan aktif untuk memperkenalkan anak dengan takwa lewat ibadah salat, puasa, mengaji.


Tanamkan pada anak tentang kebaikan dan keharusan seorang umat islam untuk melaksanakan semua ibadah tersebut.
Dengan demikian, dalam diri anak akan tertanam bahwa ia adalah umat islam yang harus bertakwa hanya kepada Allah SWT. Ini sebagaimana yang tertuang dalam hadits:
مُرُوْا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْناَءُ سَبْعِ سِنِيْنَ، وَاضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَْبْناَءُ عَشْرٍ، وَفَرِّقوُاْ بَيْنَهُمْ فِيْ الْمَضَاجِعِ
“Perintahkanlah anak kalian untuk shalat ketika mereka mencapai umur tujuh tahun, pukullah mereka karena (meninggalkan) shalat setelah mencapai sepuluh tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka” [Shahîh Sunan Abu Daud no: 465, 466]
2. Pengajaran Berdoa
Kemudian mulai ajarkan agar anak senantiasa berdoa kepada Allah SWT sebelum melakukan sesuatu atau mempunyai keinginan tersendiri. Doa adalah ibadah yang menjadi pengidentifikasi penghambaan seorang manusia. Bahkan Rasulullah sudah menegaskan bahwa doa merupakan ibadah.


Allah SWT pun murka kepada mereka yang meninggalkan ibadah agung tersebut, dalam firmannya yakni:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
“Dan Rabmu berkata, “Berdoalah kepada-Ku, sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari berdoa kepada-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” [Ghâfir/40:60]
3. Pembentukan Kesabaran
Lalu berikan juga pengetahuan tentang pembentukan kesabaran dalam diri anak-anak. Mengingat sabar adalah cerminan diri seorang muslim yang baik dan mulia. Nabi Muhammad SAW bersabda:
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ، صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
”Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik untuknya. Dan hal itu tidak ada kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila dia mendapatkan kesenangan maka dia pun bersyukur, maka hal itu adalah kebaikan untuknya. Apabila dia tertimpa kesulitan maka dia pun bersabar, maka hal itu juga sebuah kebaikan untuknya.” (HR. Muslim [2999] lihat al-Minhaj Syarh Shahih Muslim[9/241])
Sobat Cahaya Islam, marilah mulai menerapkan kiat mengembangkan kecerdasan spiritual kepada buah hati Sobat sejak dini. Jangan lupa memohon bantuan Allah SWT agar memudahkan Sobat dalam hal tersebut.
































