Hadits Ipar Adalah Maut, Apa Maksudnya?

0
218
Ipar-adalah-Maut-Apa-Maksudnya

Hadits Ipar Adalah Maut – Sobat Cahaya Islam pasti pernah mendengar sebuah hadits bahwa saudara ipar adalah maut. Memang, hadits ini sangat populer. Namun, banyak umat Islam yang belum mengerti apa Maksudnya. Apakah sobat Cahaya Islam juga penasaran dengan maksud dari hadits tersebut? Kalau begitu, Simak penjelasannya di bawah ini!

Maksud dari Hadits Ipar Adalah Maut

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir, Rasulullah bersabda:

‏ الْحَمْوُ الْمَوْتُ

“Ipar adalah maut.” (1)

Dalam Islam, ipar bukan termasuk mahram. Artinya, ipar sama seperti orang lain pada umumnya. Dalam hadits ini, ipar bukan hanya mencakup kakak atau adik Perempuan istri, tetapi juga kerabat dekat istri yang bukan mahram.

Sayangnya, banyak orang yang menganggap ipar seperti keluarga sendiri atau mahram. Dalam hal ini, Rasulullah mengibartkan ipar sebagai maut. Maksudnya, kita harus ekstra berhati-hati dengan ipar, bahkan lebih berhati-hati dibanding yang lain.

Faktanya, banyak orang yang sering kali bertemu atau pergi berdua dengan ipar seperti dengan saudara atau mahramnya sendiri. Padahal, itu sangat berbahaya dan bisa menimbulkan fitnah. Bahkan, kita sering melihat atau mendengar berita di mana seseorang melakukan perbuatan mesum dengan iparnya. Hal itu menunjukkan betapa bahanya berduaan dengan ipar.

Kenapa Ipar Disebut Kematian?

Di Masyarakat Arab, mereka sering menggunakan istilah ‘kematian’ untuk mensifatkan sesuatu yang tidak baik. Itulah kenapa Rasulullah menyebut ipar sebagai kematian. Keterangan ini ada dalam kitab Fathul Baari.

Jadi, sobat Cahaya Islam harus menjaga interaksi dengan saudara ipar. Bagi istri, ipar adalah saudara laki dari suami. Sementara itu, yang termasuk ipar suami adalah saudara Perempuan istri. Bagaimanapun juga, ipar bukanlah mahram sehingga harus tepat adab saat berinteraksi dengan mereka.

Dalam hal ini, Rasulullah pernah mengingatkan:

 لَا يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِامْرَأَةٍ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ ثَالِثُهُمَا

“Janganlah salah seorang di antara kalian berdua-duaan dengan seorang Wanita (yang bukan mahramnya) karena setan adalah yang ketiganya.” (2)

Bagaimana Berinteraksi yang Benar dengan Ipar?

Tentu saja, kita harus menjaga hubungan baik dengan ipar. Di sisi lain, kita juga perlu waspada agar tidak terjadi fitnah. Lalu, bagaimana cara yang benar untuk berinteraksi dengan mereka? Di sini, sobat Cahaya Islam wajib memperhatikan adab terhadap ipar.

Salah satunya adalah dengan menutup aurat saat berada di depan ipar. Memang, hal ini tidak mudah terutama jika kita tinggal serumah dengan ipar. Namun, kita tetap harus menjaga adab ini.

Selain itu, jangan pernah berdua-duaan (berkhalwat) dengan ipar. Maksudnya adalah ipar yang lawan jenis. Adapun ipar yang sesama laki-laki atau sesama Perempuan, maka tidak apa-apa. Jika terpaksa harus pergi dengan ipar, pastikan mengajak orang lain atau mahramnya.

Jadi, saling pengertian adalah kuncinya. Dengan begitu, hubungan baik dengan ipar tetap terjaga tanpa harus melanggar syariat agama. Berlakulah baik dan sopan kepada mereka, namun tetap jaga Batasan dalam berinteraksi.


Referensi:

(1) Jami’ at-Tirmidhi 1171

(2) Musnad Ahmad 114

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY