Korban Banjir Luwu Utara Belajar di Pengungsian, Begini Hikmah Bersabar Dalam Musibah

0
71
Korban Banjir Luwu Utara Belajar di Pengungsian

Korban banjir Luwu Utara – Beberapa waktu lalu banjir bandang terjadi di kawasan Luwu Utara. Akibat dari banjir ini berdampak dasyat bagi masyarakat sekitar. Banyaknya korban meninggal, rumah terendam air berlumpur sehingga ini menyebabkan warga harus mengungsi. Hal ini tentu menjadi berita duka dengan adanya musibah banjir bandang yang terjadi. Banyak warga yang terpaksa harus meninggalkan rumahnya dan tinggal di pengungsian. Itupun masih juga mengalami kesusahan seperti pasokan air bersih, tenda dan lain sebagainya.

Korban Banjir Luwu Utara Belajar di Pengungsian dan Sikap Ketika Ditimpa Musibah

Banjir bandang merupakan musibah yang seketika memporak-porandakan keadaan sekitar. Apalagi banjir bandang yang terjadi bercampur dengan lumpur, sehingga yang terkena dampaknya tidak bisa tinggal di tempat tinggalnya. Adanya kejadian seperti ini, menunjukkan bahwa sungguh besar kuasa Allah. Banjir yang datang ini merupakan salah satu cobaan yang diberikan Allah bagi umat muslim. Dibalik musibah itu sendiri juga terselip maksud, baik itu sebagai ujian atau peringatan. Lalu bagaimana sikap seorang muslim ketika ditimpa musibah? Tentu saja bersabar.

Korban Banjir Luwu Utara Belajar di Pengungsian, Inilah Hikmah Bersabar Ketika Ditimpa Musibah

Korban Banjir Luwu Utara Belajar di Pengungsian dan Ini Hikmah Bersabar

Korban banjir Luwu Utara saat ini harus tinggal di pengungsian. Begitu juga anak-anak, bahkan mereka tetap semangat belajar di pengungsian. Ini menunjukkan kesabaran yang dimiliki oleh para korban dampak banjir bandang yang terjadi di Luwu Utara. Dalam ajaran islam, Allah menganjurkan kita untuk bersabar. Ketika ditimpa musibah, kesusahan, kesedihan dan cobaan lainnya.

وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

Dalam ayat ini ditegaskan, bahwasanya orang yang beriman adalah orang yang bersabar ketika dalam kesempitan atau penderitaan. Ini artinya, barangsiapa yang bersabar ketika dalam musibah. Maka ia adalah orang yang benar-benar beriman dan juga bertaqwa. Terlebih lagi musibah merupakan ketentuan dari Allah dan apa yang terjadi merupakan atas seizin Allah. Itu berarti musibah datang juga sebagai rencana dari Allah SWT.

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ ۚ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Bersabar Dalam Musibah Meningkatkan Kualitas Keimanan

Korban Banjir Luwu Utara dan Hikmah Dari Bersabar Ketika Dalam Musibah

Bersabar ketika dalam musibah, tentu saja membawa hikmah tersendiri bagi diri kita. Salah satu hikmahnya adalah meningkatkan keimanan diri kita. Bersabar melatih kita untuk menerima segala ketentuan Allah, dan itu artinya kita dapat berprasangka baik kepada Allah. Dengan begitu, kualitas keimanan kita juga akan meningkat.

Semakin Dekat Dengan Allah SWT

Ketika ditimpa musibah, yang pertama kita mohonkan pertolongan tentu saja adalah Allah. Hikmah dari rasa sabar dalam menghadapi musibah, ini akan mendekatkan kita dengan Allah. Kesabaran membawa kita pada sikap menerima, dan berpasrah pada apapun rencana Allah SWT. Ini akan membawa kita untuk tidak lupa memohon pertolongan dan mendekatkan diri kepadaNya.

Korban banjir Luwu Utara – menjalani hari-harinya di pengungsian. Anak-anak bahkan tetap bersemangat untuk belajar meskipun berada di pengungsian. Hal ini mengingatkan kita untuk selalu bersabar ketika ditimpa musibah. Jadi sobat Cahaya Islam, mari jangan lupa untuk selalu bersabar dan berprasangka baik pada apapun yang Allah rencanakan untuk kita.


Catatan Kaki:

(1) – Surat Al-Baqarah Ayat 177

(2) – Surat At-Tagabur Ayat 11

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY