Dadang Buaya Berulah! Bagaimana Umat Harus Bersikap?

0
139
Dadang Buaya

Dadang Buaya Dunia memang semakin modern, tapi kebengisan pekerjaan preman seperti Dadang Buaya tampaknya belum bisa memudar. Justru kehadiran teknologi yang canggih menjadikan manusia secara serampangan menyerang umat tanpa maaf tak terkecuali pada aparat pemerintahan.

Sobat Cahaya Islam, kriminalitas yang dilakukan Dadang Buaya nampaknya sudah sangat membuat warga resah. Hanya karena tidak terima, Dadang sampai membuat warga ketakutan karena ditodong dengan senjata tajam. Dalam Islam, akhlak seperti termasuk akhlak yang dilarang oleh Allah SWT sebab tidak mengantarkan kebaikan untuk kaum muslimin.

Bagaimana Umat Menyikapi Perilaku Dadang Buaya?

Dadang Buaya

Sobat Cahaya Islam, akhlak yang dilakukan oleh Dadang tentu bukanlah akhlak yang baik bahkan cenderung buruk. Selain itu, serangan yang diberikan pada sejumlah TNI di markas Koramil juga tak patut dicontoh. Sebab selain meresahkan, perilaku ini bukanlah kepribadian Islam.

Perangai buruk seperti Dadang ternyata tidak hanya terjadi pada dirinya saja. Sebab, sebagian besar generasi juga seringkali menunjukkan peringai buruk. Sehingga strategi yang dijalankan ummat untuk melakukan penyadaran pada generasi menjadi berat.

Apa saja Faktor yang Menjadikan Ummat Memiliki Perangai Buruk?

Islam adalah agama yang sempurna tanpa cacat bahkan tak pernah lekang oleh zaman. Namun, tidak demikian dengan muslim. Kaum muslimin juga pasti memiliki kesalahan. Namun sejatinya perangai buruk dapat diperangi oleh ummat manakala mereka terbiasa dengan lingkungan yang baik. Sehingga perangai buruk dapat diredam.

Selain faktor lingkungan media juga turut berperan dalam mengajarkan karakter buruk. Buktinya saja banyak film maupun sinetron yang tetap saja lolos sensor walaupun terdapat adegan kasar bahkan sampai membunuh. Hal ini malah menjadikan ummat merasa bahwa adegan yang biasa dipertontonkan di layar kaca adalah hal yang wajar.

Maka sejatinya, selain lingkungan dan media, lingkup kenegaraan juga turut berperan besar. Jika saja lembaga KPI tidak meloloskan film maupun sinetron beradegan kasar tentu hal tersebut tak berpengaruh pada generasi. Namun nampaknya menutup hak atau bahkan melarang penayangan film maupun sinetron adalah keputusan yang cukup berat.

Sebab salah satu pemasukan terbesar negara juga melalui dunia industri perfilman. Sehingga memang dibutuhkan kesadaran dari ummat untuk berupaya semaksimal mungkin agar ummat tak lagi berperangai buruk.

Bagaimana Strategi agar Generasi Memiliki Akhlak yang Baik?

Sobat Cahaya Islam, agar generasi dapat terhindar dari perangai yang buruk terdapat beberapa strategi yang bisa dilakukan. Diantaranya adalah :

1. Memahami Tujuan Hidup

Agar diri dapat menghindari perangai yang buruk, sebisa mungkin ummat harus berusaha memahami untuk apa dia dihidupkan. Dengan memahami tujuan hidup, maka ummat tak akan berakhlak secara serampangan.

2. Berteman dengan Orang Baik

Selain memahami tujuan hidup, ummat harus mencoba untuk mencari teman baik agar bisa saling memberikan nasihat. Selain itu, teman yang baik dapat menjadikan ummat merasa tenang dan terhibur sebab bertemu dengan sesama muslim. Hal ini sesuai dengan hadits Rasullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA yakni :

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ وَكِيرِ الْحَدَّادِ ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً

“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang shalih dan orang yang jelek bagaikan berteman dengan pemilik minyak wangi dan pandai besi. Pemilik minyak wangi tidak akan merugikanmu; engkau bisa membeli (minyak wangi) darinya atau minimal engkau mendapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau mendapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari, no. 2101)

Nah Sobat Cahaya Islam, itulah ulasan mengenai pandangan Islam terhadap kasus yang dihadapi Dadang Buaya. Semoga ke depan umat dapat mengambil ibrah dari kejadian tersebut sehingga tidak terjebak pada perangai buruk.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY