Kenapa Islam Melarang Umatnya Mengemis (Kajian Islam)

0
275
Kenapa Islam Melarang Umatnya Mengemis sebuah Kajian Islam

Islam Melarang Umatnya Mengemis – Kayaknya udah menjadi sebuah prinsip hidup sih. Bahkan dalam ajaran di bangku sekolah ada istilah : Tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah. Yang intinya, memberi lebih baik daripada meminta. Meskipun Islam sendiri mendorong umatnya untuk Berusaha mengubah nasibnya serta membantu orang-orang yang membutuhkan. Mengemis sebagai cara untuk memenuhi kebutuhan hidup bukanlah tindakan yang dianjurkan atau disukai dalam agama kita ini. Beberapa alasan dan argumen yang mendasari larangan mengemis dalam Islam antara lain:

Koreksi Diri! Apakah Kamu Termasuk Orang Orang yang Perlu Meminta?

Islam melarang umatnya mengemis dalam konteks ini memiliki beberapa barometer. Bukan berarti sebagai orang islam saklek kita tidak boleh meminta bantuan pada orang lain. Justru kita harus tahu dulu, apakah kita memang layak meminta minta. Dalam Al Quran surat Al Baqarah dibawah menjelaskan secara gamblang tentang ciri mereka orang yang meminta minta dan memang tiada pilihan lainnya.

لِلْفُقَرَآءِ ٱلَّذِينَ أُحْصِرُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ لَا يَسْتَطِيعُونَ ضَرْبًا فِى ٱلْأَرْضِ يَحْسَبُهُمُ ٱلْجَاهِلُ أَغْنِيَآءَ مِنَ ٱلتَّعَفُّفِ تَعْرِفُهُم بِسِيمَٰهُمْ لَا يَسْـَٔلُونَ ٱلنَّاسَ إِلْحَافًا ۗ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ

Ayat diatas mengkategorikan mereka dengan sikap dan sifat mereka yang tidak memaksa dan bahkan mereka tidak merasa harus diberi. Hanya saja mereka memang terpaksa harus meminta. Lain sama banyak pengemis yang kita sering temui di jalan. Bahkan meminta lebih mirip memalak.

Islam Melarang Umatnya Mengemis karena Berat Siksanya Kelak

مَا زَالَ الرَّجُلُ يَسْأَلُ النَّاسَ، حَتَّى يَأْتِيَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَيْسَ فِيْ وَجْهِهِ مُزْعَةُ لَحْمٍ

مَنْ سَأَلَ مِنْ غَيْرِ فَقْرٍ فَكَأَنَّمَا يَأْكُلُ الْجَمْرَ

َالْـمَسْأَلَةُ كَدٌّ يَكُدُّ بِهَا الرَّجُلُ وَجْهَهُ، إِلَّا أَنْ يَسْأَلَ الرَّجُلُ سُلْطَانًا أَوْ فِيْ أَمْرٍ لَا بُدَّ مِنْهُ

Ketiga kutipan hadits yang berbeda diatas (Bukhari 1474, Ahmad 165 & Tirmidzi 681) menjelaskan ngerinya siksa orang orang yang dengan ringan menjadi pengemis. Bahkan jika mereka sebenarnya bukan pada posisis yang terpaksa. Dari hadits tersebut mereka akan datang di hari kiamat dengan kering kerontang, memakan bara api dan mencakari wajahnya sendiri. Mengerikan sekali gak tuh?

Islam Mewajibkan Umatnya untuk Berusaha dan Memiliki Kehormatan yang Harus Dijaga

Islam mendorong umatnya untuk bekerja dan berusaha mencari nafkah dengan cara yang halal. Mengemis dianggap sebagai tindakan menghindari tanggung jawab dalam mencari mata pencaharian yang halal. Umat Muslim diperintahkan untuk bekerja keras dan mengandalkan usaha mereka sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Selain itu, Islam mengajarkan pentingnya menjaga kehormatan diri. Mengemis sering kali merendahkan martabat dan kehormatan seseorang, membuatnya merasa malu dan bergantung pada belas kasihan orang lain. Islam mendorong umatnya untuk menjaga kehormatan diri dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan mereka dengan cara yang bermartabat.

***

Solusinya apa nih? Masa islam melarang aja tanpa ada solusi? – Tenaaang! Dalam Islam, ada sistem bantuan sosial yang dikenal sebagai zakat, sedekah, dan infak. Umat Muslim dianjurkan untuk memberikan zakat dan sedekah sebagai wujud kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan. Dengan adanya sistem ini, mengemis dianggap tidak perlu karena sudah ada cara yang lebih terstruktur untuk memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan dan tertarget dengan benar.

Di sisi lain, Islam juga mengajarkan umatnya untuk menjadi dermawan dan membantu orang-orang yang membutuhkan. Jika seseorang dalam keadaan sangat terdesak dan tidak memiliki pilihan lain, Islam memperbolehkan mengemis sebagai tindakan terakhir dalam situasi darurat. Namun, tindakan ini tetap dianggap tidak diinginkan dan seharusnya hanya dilakukan dalam keadaan yang sangat membutuhkan.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY