Benarkah Karnaval Satanic Brazil Sebabkan Bencana Alam?

1
1540
karnaval Satanic Brazil

Karnaval Satanic Brazil – Baru-baru ini masyarakat Brazil mengadakan sebuah karnaval Satanic Brazil. Orang Brazil menyebut karnaval itu dengan nama juga Rio Carnaval. Banyak yang menyebutkan jika karnaval ini merupakan pertunjukkan terbesar di dunia.

Masyarakat Brazil sudah rutin melakukan karnaval ini di setiap tahunnya. Banyak juga yang mengikuti karnaval ini, bahkan beberapa sekolah menampilkan bakat dari siswa-siswa mereka.

Masyarakat akan menggelajar karnaval ini menjelang hari Prapaskah. Di mana umat Kristiani akan menggelar ibadah untuk memperingati hari Sengsara dan Wafat Tuhan Yesus. Hari Prapaskah ini berlangsung selama 40 hari. Di mana selama itu umat Kristen akan berpuasa untuk mensucikan diri mereka.

Menggelar acara Rio Carnaval di Brazil merupakan salah satu cara untuk mereka memperingati hari tersebut. Kita sebagai umat Islam sebaiknya tidak perlu ikut campur lebih dalam tentang hal itu. Biarkan itu menjadi urusan agama dan budaya mereka masing-masing.

Namun, belakangan ini banyak yang menghubungkan Karnaval Setanic Brazil dengan sebuah bencana alam yang terjadi setelah acara tersebut digelar. Bencana alam yang menimpa berupa banjir dan longsor. Banyak yang mengatakan jika musibah itu merupakan murka dari Allah.

Hal ini terjadi karena tema dari karnaval itu yang memuja setan. Pada karnaval itu ada iring-iringan replika yang menyerupai iblis, bahkan ada yang menari dengan kostum tidak layak. Banyak yang menganggap jika karnaval ini seperti mengolok-olok Tuhan.

Kita tidak bisa menyakinkan hal itu benar karena kita sebagai manusia tidak mengetahui apa yang Allah sedang rencanakan. Jangan sampai perlakuan kita seolah-olah menjadi orang yang paling mengerti dan tahu segalanya tentang apa yang terjadi di bumi. Perlakuan seperti ini tentu dibenci oleh Allah.

Pelajaran dari Musibah Setelah Karnaval Satanic Brazil

Meskipun begitu kita bisa mengambil pelajaran dari kejadian setelah Karnaval Satanic Brazil. Kita sebagai seorang manusia harus mengikuti perintah Allah, jangan menentangnya sebagai Tuhan kita semua. Musibah yang terjadi di Brazil atau di negara kita pastinya terjadi karena kehendaknya.

Kita dapat menarik kesimpulan dari beberapa ayat Al-Quran yang sudah menjelaskan tentang hal tersebut.

1.      Teguran Karena Ulah Manusia

Kita sebagai manusia harus mengevaluasi diri. Tanpa kita sadari, kita sendirilah yang menyebabkan semua itu terjadi pada kehidupan kita. Bisa jadi, kita tidak menyadari hal tersebut, maka dari itu Allah memperingatinya.Kita sering melakukan dosa dan kerusakan di bumi, hingga Allah menegur kita dengan caranya memberikan musibah untuk kita.

وَمَآ اَصَابَكُمْ مِّنْ مُّصِيْبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ اَيْدِيْكُمْ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍۗ

Artinya:

‘Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).’ (QS. Asy-Syura:30)

2.      Segala Sesuatu Terjadi Akan Izin Allah

Semua yang terjadi di dunia ini pasti berdasarkan kehendaknya. Kita sebagai manusia hanya bisa mengikuti apa yang ia sudah takdirkan. Kita sebagai manusia tidak akan bisa melawan, karena dialah pemilik alam semesta.

مَآ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗوَمَنْ يُّؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ يَهْدِ قَلْبَهٗ ۗوَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ

Artinya:

‘Tidak ada sesuatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.’ (QS. At-Taghabun:11)

3.      Tempaan Untuk Manusia

Allah dapat memberikan pelajaran dari sisi mana pun, bisa jadi musibah yang diberikan merupakan pelajaran untuk manusia. Pelajaran agar manusia tidak angkuh, agar manusia menyadari kesalahannya, dan pelajaran agar manusia tidak berputus asa.

Allah tidak akan memberikan cobaan tanpa adanya hikmah dan pelajaran di dalamnya. Sebagai manusia kita harus melihat dari sisi positif untuk mendapatkan pelajaran dari musibah tersebut.

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَل مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

Artinya:

‘Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. Kami jelaskan yang demikian itu supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu bergembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.’ (QS. Al-Hadid: 22-23).

Terlepas benar atau tidaknya bencana itu sebagai peringatan umat manusia, kita sebaiknya mendoakan saja yang terbaik untuk mereka yang terdampak. Sebaiknya kita juga tidak mengikuti budaya tersebut karena itu keluar dari ajaran agama kita.

Sobat Cahaya Islam, sebaik-baiknya Tuhan yang harus kita sembah adalah Allah. Banyak ajaran Islam yang mengajarkan akan toleransi. Maka, cukup menghargai saja apa yang mereka percayakan tanpa mencela. Termasuk tentang Karnaval Satanic Brazil itu.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY