Uya Kuya Terpapar Corona, Inilah Amalan yang Dapat Dilakukan Ketika Sakit!

0
399

Uya Kuya – Melalui akun youtubenya Uya Kuya mengabarkan bahwa dirinya sempat terpapar COVID-19. Gejala yang ditimbulkan memang sekedar demam dan kurang enak badan. Namun, presenter kondang yang satu ini melakukan pemeriksaan yang menyeluruh. Selain itu, saturasi oksigen dalam tubuhnya sempat mengalami penurunan.

Sobat Cahaya Islam, kondisi sakit bukanlah penghalang untuk melakukan beragam perbuatan baik. Banyak amalan yang hendaknya dilakukan ketika sedang sakit. Hal ini sebagai salah satu langkah untuk mendapatkan pertolongan Allah SWT sehingga diberikan kesehatan kembali.

Amalan yang Dapat Dilakukan Ketika Sakit

Islam memberikan kemudahan dalam segala hal, sekali pun dalam kondisi sakit. Selaku muslim yang baik hendaknya tidak mengeluh dan senantiasa melakukan amalan yang baik. Di antara amalan tersebut yakni sebagai berikut.

1.    Senantiasa  Bersabar dan Ridha Terhadap Ketentuan Allah SWT

Orang yang sakit harus menerima terhadap apa yang Allah SWT tetapkan. Senantiasa bersabar dan ridha adalah hal bijak yang hendaknya dilakukan seorang muslim. Segala ketetapan yang Allah SWT berikan adalah suatu hal yang baik.

2.    Berdoa dan Beristighfar

Memperbanyak istighfar adalah hal yang amat dianjurkan ketika sedang sakit. Hal ini sebagai salah satu bentuk mengingat Allah SWT agar senantiasa diberikan ampunan terhadap dosa yang telah dilakukan.

Senantiasa berdoa agar diberikan kesehatan kembali. Hal ini sebagai salah satu bukti betapa lemah dan tak berdayanya seorang manusia.

3.    Perbanyak Membaca Al-Qur’an

Jika masih memungkinkan untuk membaca Al-Qur’an, maka bacalah. Di dalamnya terdapat ayat-ayat yang dapat menenangkan dan menjadi obat bagi siapa yang membacanya.

Jika memang tidak bisa membaca ayat Al-Qur’an secara langsung, senantiasa membaca surat pendek yang dihafal. Selain menjadi obat penenang, Sobat Cahaya Islam akan merasa dekat dengan Allah SWT, karena senantiasa mengingatnya.

4.    Hendaknya Merasa Takut (Khauf)Terhadap Allah SWT

Rasa sakit menjadi peningkat rasa khauf (takut) terhadap Allah SWT. Takut terhadap segala adzab yang datang karena dosa seorang hamba-Nya. Selain itu, senantiasa berharap untuk mendapatkan rahmat-Nya.

5.     Tidak Mengharapkan Kematian

Sobat Cahaya Islam jika mengalami sakit, hendaknya tidak mengharapkan kematian. Separah apa pun sakit yang diderita tidak diperkenankan untuk mengharapkan kematian.

Kalau pun seseorang merasa terpaksa, hendaknya mengatakan:

  اللَّهُمَّ أَحْيِنِى مَا كَانَتِ الْحَيَاةُ خَيْرًا لِى، وَتَوَفَّنِى إِذَا كَانَتِ الْوَفَاةُ خَيْرًا لِى

“Ya Allah, hidupkanlah aku (panjangkan usiaku), jika hidup itu lebih baik bagiku dan matikanlah aku jika kematian itu lebih baik bagiku’“. [Hadits ini dikeluarkan dalam Al-Irwa’ (683).]”

6.    Tetap Melaksanakan Kewajiban

Ketika seseorang sakit, hendaknya tidak melupakan kewajibannya, baik terhadap Tuhan-Nya maupun orang yang ada di sekitarnya. Ketika masih mampu menunaikannya, maka laksanakan.

Allah SWT senantiasa memberikan keringanan, salah satunya dalam melaksanakan ibadah shalat. Ketika seorang muslim yang sakit tidak mampu berdiri, maka dibolehkan shalat sambil duduk. Ketika tidak bisa sambil duduk, diperbolehkan sambil tidur.

Hal tersebut sebagai salah satu keringanan yang Allah SWT berikan kepada hamba-Nya.

Nah, Sobat Cahaya Islam, itulah amalan yang hendaknya dilakukan ketika sedang sakit. Rasa sakit yang menimpa Uya Kuya semoga segera dihilangkan dan kembali sehat seperti sedia kala. Aamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY