Jin Jong Oh Sebut Atlet Iran Teroris, Begini Harusnya Sikap Seorang Muslim!

0
64
Jin Jong Oh

Jin Jong Oh – Baru-baru ini jagat media sosial digemparkan dengan tagar #SouthKoreaRacist bukan tanpa alasan.

Hal ini dilontarkan karena ujaran dari Jin Jong Oh mengatakan bahwa Javad Froughi penerima medali emas di Olimpiade Tokyo, sebagai seorang teroris.

Tentu saja perkataannya menimbulkan kecaman dari masyarakat.

Pasalnya perkataan Jin Jong Oh dianggap rasis dan tidak patut untuk  dilontarkan. Setelah kejadian itu atlet asal Korea Selatan ini meminta maaf, tetapi hal itu sama sekali tidak mengubah keadaan.

Terbukti dengan tagar #SouthKoreaRacist tetap menduduki puncak sosial media. Sobat Cahaya Islam pasti bertanya-tanya siapakah pria yang menuduh teroris ini, berikut ini profil singkatnya.

Profil Singkat Jin Jong Oh

Jin Jong Oh bukan nama yang asing dalam olahraga menembak, ia merupakan legenda menembak berprestasi dari Korea Selatan. Sudah banyak medali yang ia torehkan untuk negara yang terkenal dengan KPOP ini.

Pria kelahiran Gangwon 24 September 1979, mengikuti berbagai ajang bergengsi salah satunya Olimpiade Tokyo 2020. Mewakili negara Korea Selatan di cabor menembak putra.

Setelah Sobat Cahaya Islam mengetahui profil singkat atlet tembak Korea Selatan, mari kita simak terorisme dan cara menanggapi ujaran kebencian terorisme seperti ini yang dihadapi Javad Froughi.

Pengertian Terorisme

Terorisme memiliki pengertian, sebuah kejahatan berkelompok yang telah terencana dan teroganisir, dilatar belakangi atau dimotivasi oleh suatu tujuan tertentu.

Tindakan teror juga dapat diartikan sebagai sebuah bentuk kejahatan, kekerasan  yang menimbulkan rasa cemas, teror berlebihan terhadap banyak orang.

Banyak kelompok-kelompok tertentu yang melakukan terorisme demi mencapai tujuan yang sudah diimpikan suatu organisasi.

Contohnya adalah ISIS yang merupakan suatu kelompok yang mengatasnamakan Islam. Padahal mereka adalah orang-orang yang menyalahi aturan Islam.

Melakukan pembunuhan, kekerasan, pelecehan dan perbuatan keji lainnya. Ajaran ini jauh sekali dari agama Islam, agama yang memberikan kedamaian, kesejahteraan serta kebahagiaan di muka bumi.

Menanggapi Ujaran Kebencian Terorisme

Jin Jong Oh

Tidak jarang umat muslim menjadi korban, akibat perbuatan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab melakukan kekerasan atas nama Islam.  Tidak sedikit yang mengatakan umat muslim adalah teroris.

Lalu bagaimana umat muslim menanggapi ujaran kebencian seperti ini?

  • Bersabar

Sebagai umat muslim yang memahami ajarannya, kita harus melihat dari perilaku nabi saat diberi ujian dan menghadapi setiap masalah pasti selalu bersabar dan tabah kepada Allah.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ

Arti: Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (Quran Surat Al-Baqarah Ayat 153)

  • Berusaha Meluruskan

Menggunakan bahasa yang sopan dan santun.

Sampaikan serta luruskan apa yang menjadi pusat permasalahan sehingga menimbulkan ujaran kebencian terorisme.

  • Membalas dengan perbuatan baik

Islam tidak mengajarkan kebencian terhadap siapapun. Mencontoh dari sikap Nabi Muhammad Sallahu’alahi Wassalam.

Beliau tidak membenci orang-orang kafir Qurays yang telah membencinya. Rasuullah bahkan mendoakan para orang kafir agar diberi hidayah dan tidak membalas perbuatan mereka dengan kejahatan.

Belajar dari perbuatan Jin Jong Oh sebagai umat muslim yang baik kita harus mampu menjaga sikap, akhlak, serta perbuatan. Islam tidak pernah mengajarkan kebencian. Sobat cahaya Islam dapat menerapkan akhlak dan akidah terpuji dalam diri. Islam adalah agama yang membawa kedamaian.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY