Sudah Tahu Hukum Percaya Mitos? Ini Pembahasannya

0
62
Hukum percaya mitos

Hukum Percaya Mitos – Mitos di setiap negara memiliki versi yang berbeda-beda dan pada umumnya dipercaya secara turun-temurun dari nenek moyang. Tentu sobat Cahaya Islam sudah tahu jika hal ini sering masyarakat kaitkan dengan sesuatu yang berbau mistis untuk itu pahami hukum percaya mitos.

Apalagi tidak jarang mitos-mitos yang tersebar sangat berpengaruh besar pada kehidupan masyarakat. Seperti halnya mitos terkait pernikahan, tidak sedikit yang akhirnya batal menikah karena larangan-larangan itu.

Lalu bagaimana Islam menghukuminya? Sobat Cahaya Islam harus mengetahuinya untuk menghindari kesalahan fatal. Pastikan membaca ulasan pada artikel sampai akhir untuk mengetahui jawabannya.

Mengenai Mitos

Makna mitos secara umum adalah cerita berkaitan dengan peristiwa alam semesta, dunia, dan juga makhluk yang menghuninya, mengenai makhluk ghaib, bentuk topografi, dan lainnya. Kemunculannya berasal dari kisah sejarah yang kemudian dilebih-lebihkan.

Bukan tanpa alasan, adanya mitos memiliki beberapa efek positif terutama untuk mendidik masyarakat. Hal ini berkaitan dengan sifat alami manusia yang akan mematuhi berbagai aturan jika ada tekanan.

Namun karena sudah turun temurun dan sering dikaitkan dengan hal mistis berlebihan, ada efek buruk yang akan muncul terutama berkaitan dengan keyakinan beragama. Faktanya, hingga saat ini seringkali masyarakat mengaitkan keuntungan atau kerugian dengan mitos-mitos.

Dalam Islam, hal ini sangat dilarang karena segala sesuai telah Allah SWT atur dengan kuasa-Nya. Seperti termaktub dalam QS. Al-Taghabun: 11 berikut ini:

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ ۚ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Artinya : “Tidak ada suatu pun yang menimpa seseorang kecuali daengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Thagabun : 11)

Penyebab Larangan Percaya Mitos dalam Islam

Pada dasarnya adanya sebuah aturan karena memiliki alasannya masing-masing. Seperti halnya dalam Islam, pengikutnya tidak diperbolehkan percaya akan mitos karena memberi dampak buruk.

Oleh karenanya muncul larangan mempercayainya untuk menghindari dampak-dampak buruk tersebut. Penjelasan lebih lengkapnya ada di bawah ini:

1. Mengarah ke Perbuatan Syirik

Hukum percaya mitos

Seperti yang telah umat Islam ketahui, Syirik merupakan salah satu perbuatan yang sangat dilarang. Tanpa sobat Cahaya Islam sadari, ada banyak hal yang bisa mengarahkan ke perbuatan syirik termasuk terlalu percaya dengan mitos.

Seorang yang percaya mitos memang sangat sering mengkaitkan sesuatu yang terjadi dengan mitos-mitos turun temurun. Padahal seluruh hal yang ada di bumi telah Allah atur sedemikian rupa seperti penjelasan pada QS. Al-Hadid:22 berikut:  

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

Artinya : “Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfudz) sebelum kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demkian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. Al-Hadid : 22)

2. Memicu Murka Allah

Hukum percaya mitos

Salah satu dosa yang sulit mendapatkan Allah SWT adalah dosa musyrik. Oleh karenanya umat Islam sangat dilarang untuk melakukannya. Salah satu bentuknya adalah percaya dengan mitos-mitos.

Meski dunia sudah semakin modern, namun orang yang percaya dengan mitos masih cukup banyak. Bahkan kepercayaan mereka dalam tingkat cukup parah sehingga menimbulkan berbagai masalah misalnya memicu kegagalan pernikahan, praktek perdukunan kian meningkat, dan lain sebagainya.

3. Bisa Membuat Keyakinan Melenceng

Saat seseorang mengaitkan segala kejadian yang dialami sendiri atau orang sekitarnya dengan mitos, maka lama-kelamaan keyakinan akan melenceng karena tidak lagi percaya akan kuasa Allah SWT.

Lebih parahnya, keyakinan seperti itu bisa menjerumuskan orang lain juga sehingga sama-sama berada di jalan yang tidak Allah ridhoi. Tentu dari hal ini akan memicu munculnya dosa jariyah.

Guna meningkatkan keyakinan bahwa Allah SWT yang berkuasa atas segalanya, sobat Cahaya Islam perlu mentadabburi QS. Al-Imran: 26 Berikut:

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Artinya : “Katakanlah, ‘Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerjaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki, Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Imran : 26).

Dari penjelasan mengenai hukum percaya mitos yang dibahas sebelumnya, Sobat Cahaya Islam sangat perlu hati-hati. Jangan sampai terjerumus pada hal menyesatkan. Apalagi syirik masuk dalam kategori dosa besar.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY