Hukum Mengikuti Budaya Arab yang Bisa Menyebabkan Intoleransi

0
427
hukum mengikuti budaya arab

cahayaislam.id – Banyak yang masih belum memahami di antara ajaran Islam dengan tradisi padahal keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. Lantas bagaimana dengan hukum mengikuti budaya arab?

Sebab kurangnya pengetahuan tentang itu maka banyak orang yang akhirnya menyatukan tradisi dan ajaran sehingga keduanya pun tak lagi tampak berbeda.

Tradisi merupakan adat yang menjadi suatu kebiasaan atau tradisi masyarakat yang dilakukan secara turun temurun. Namun bisa saja lenyap karena adanya gagasan baru yang bisa membuat hal tradisi tersebut terlupakan.

Tradisi bisa disebarkan kepada orang lain dengan berbagai cara. Ada yang melakukannya melalui mekanisme paksaan karena sudah dianggap sebagai perhatian umum.

Seringnya dilakukan oleh individu yang memiliki kekuatan mempengaruhi atau orang yang berkuasa. Contohnya saja dengan cara doktrin, serta bisa juga dengan kebiasaan yang lain.

Namun, pada umumnya yang terjadi adalah tradisi terbangun melalui rasa kagum pada suatu kaum atau kelompok. Seperti kita yang sering meniru atau mengikuti budaya arab.

Padahal, ajaran Islam yang diperkenalkan oleh Nabi Muhammad SAW adalah aturan yang sudah ditetapkan. Tentunya dibuat sangat relevan dengan kehidupan manusia dan segala aspeknya, mulai dari norma-norma, akhlak, ibadah dan lain sebagainya.

Maka dapat disimpulkan bahwa perbedaan antara tradisi dan ajaran Islam adalah terletak pada pokok-pokok keduanya. di mana tradisi dibuat oleh manusia dan memiliki batas waktu, sedangkan ajaran Islam dibuat langsung oleh Allah SWT dan dijelaskan melalui Alquran dan hadits.

Nah, Sobat Cahaya Islam, lantas bagaimanakah hukumnya bagi kita jika mengikuti budaya orang arab? Demikian penjelasannya.

Hukumnya boleh saja, asalkan tradisi atau budaya tersebut haruslah mengikuti aturan di dalam ajaran Islam, bukan sebaliknya.

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاء الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

Artinya : “Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab : 59)

Namun ada dampak buruk yang bisa terjadi, tak lain akan memunculkan sikap intoleransi di dalam masyarakat. Khususnya bagi antar umat beragama.

Cara Mencegah Diri agar Tidak Mengikuti Budaya Arab

Sebaiknya kita kembali menyadari, bahwa negara kita memiliki budaya sendiri yang harus dijaga dan dipertahankan. Di lain sisi, yang lebih penting dari itu adalah adanya ajaran Islam yang merupakan rahmatan lil alamin.

hukum mengikuti budaya arab

Untuk tidak mudah mengikuti budaya dari arab yang bisa memicu intoleransi maka ada beberapa cara untuk mencegahnya. Apa saja?

Memiliki Pola Pikir yang Baik

Yang pertama, kita harus memiliki pola pikir yang baik agar tidak mudah terpengaruh pada ajaran keagamaan garis keras. Sebab hal ini dapat menimbulkan suatu penyimpangan dalam sudut pandang masyarakat secara keseluruhan.

Fatalnya lagi, paham-paham kekerasan yang dengan sembarangan kita anut bisa menumbuhkan berbagai bibit radikalisme.

Mendalami Ajaran Agama Islam di Indonesia

Yang kedua, seperti kita tahu, di Indonesia agama bukan hanya Islam saja melainkan ada berbagai macam agama yang juga diakui secara resmi.

Maka dengan mendalami ajaran agama, kita bisa memahami situasi dalam negeri sehingga tidak mengganggu kestabilan baik di bidang politik, hukum dan keamanan.

hukum mengikuti budaya arab

Lalu kita pun terhindar dari pembentukan kelompok yang ekstrem, radikal dan tidak bisa menghargai kebhinekaan.

Demikian di atas adalah ulasan mengenai hukum mengikuti budaya arab yang bisa memicu intoleransi.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY