Fungsi Berpakaian Menurut QS Al A’raf 7 26 adalah untuk

0
3642
fungsi berpakaian menurut QS Al A'raf 7 26 adalah untuk

Fungsi berpakaian menurut QS Al A’raf 7 26 adalah untuk – Bukan hanya memperindah, fungsi berpakaian menurut QS Al A’raf 7 26 adalah untuk menutup aurat. Dalam surah tersebut, dijelaskan secara khusus fungsi sebenar-benarnya dari pakaian.

Sebagai umat Islam, Sahabat Cahaya Islam perlu tau apa arti berpakaian yang sebenar-benarnya.

Arab, Latin, dan Terjemah Surah Al A’raf ayat 26

fungsi berpakaian menurut QS Al A'raf 7 26 adalah untuk

Secara umum, pakain dikenakan untuk pelindung tubuh dan memperindah tampilan. Namun, dalam agama Islam, ada maksud dan tujuan lain dari berpakaian. Hal ini terdapat dalam QS. Al A’raf ayat 26 berikut:

بَنِىٓ ءَادَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَٰرِى سَوْءَٰتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ ٱلتَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

Lafadz latin: Yā banī ādama qad anzalnā ‘alaikum libāsay yuwārī sau`ātikum warīsyā, wa libāsut-taqwā żālika khaīr, żālika min āyātillāhi la’allahum yażżakkarụn

Terjemah: Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.

Fungsi Berpakaian Menurut QS Al A’raf 7 26 adalah untuk? Begini Penjelasannya

Berdasarkan Tafsir Ibnu Katsir, dijelaskan bahwa surah Al-A’raf ayat 26 berisi bukti anugerah Allah SWT kepada manusia yaitu pakaian yang berfungsi sebagai penutup aurat sekaligus untuk perhiasan.

fungsi berpakaian menurut QS Al A'raf 7 26 adalah untuk

Maksud dari perhiasan di sini adalah memperindah penampilan agar lebih enak dipandang, tetapi tetap sesuai dengan syariat Islam.

Pertanyaannya, bagaimana pakaian yang sesuai dengan syariat, bukankah yang penting dapat menutup area-area vital pada tubuh? Jawabannya adalah tidak, karena ada aturan tersendiri mengenai berpakain. Penjelasannya terdapat dalam QS. Al-Ahzab ayat 59 berikut:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ قُل لِّأَزْوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰٓ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

Lafadz latin: Yā ayyuhan-nabiyyu qul li`azwājika wa banātika wa nisā`il-mu`minīna yudnīna ‘alaihinna min jalābībihinn, żālika adnā ay yu’rafna fa lā yu`żaīn, wa kānallāhu gafụrar raḥīmā

Terjemah: Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Masih terkait dengan pakaian indah, ulama berbeda pendapat mengenai hal ini. Beberapa di antaranya berpendapat bahwa pakaian terbaik yang dimaksud adalah libasut taqwa.  Libasut taqwa sendiri adalah pakaian yang dikenakan oleh orang-orang bertaqwa kelak di hari kiamat.

Kemudian Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin membagi pakaian menjadi dua macam yaitu pakaian lahiriyah dan pakaian batin. Pakaian lahiriah yakni yang berfungsi sebagai penutup aurat dan sifatnya primer. Sedangkan pakaian batin adalah libasut taqwa (pakaian taqwa). Pakaian ini lebih baik daripada pakaian lahir yang nampak karena untuk mencapainya penuh tantangan.

Jadi, fungsi berpakaian menurut QS Al A’raf 7 26 adalah untuk menutup aurat dan memperindah diri. Maksud dari memperindah diri bisa bermakna lahiriyah dan juga bathiniyah.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY