5 Etika Bertetangga dalam Ajaran Islam Menurut Rasulullah SAW

0
77
etika bertetangga dalam ajaran Islam

Etika Bertetangga dalam Ajaran Islam – Sobat Cahaya Islam, tahukah apa etika bertetangga dalam ajaran Islam menurut Rasulullah SAW? Hal ini perlu diketahui agar hubungan dengan tetangga tetap harmonis.

Dalam Islam, ada yang disebut adab atau etika bertetangga dan sepatutnya kita terapkan dalam kehidupan berdampingan sehari-hari.

Tetangga merupakan orang yang paling dekat rumahnya dengan kita. Tidak jarang, kita meminta bantuan untuk menangani berbagai urusan yang tidak bisa kita selesaikan sendiri.

Namun, karena adanya perbedaan latar belakang, suku, budaya dan karakter maka bertetangga juga sering menimbulkan benturan pendapat, opini, kemauan dan lain sebagainya.

Oleh sebab itu, Islam mengatur adab atau etika bertetangga supaya bisa dijadikan landasan bagi kita.

Dengan demikian, kita pun akan lebih mudah melakoni hak dan menjalani kewajiban bagi sesama umat Muslim atau dengan tetangga yang non Muslim.

5 Etika Bertetangga dalam Ajaran Islam Menurut Rasulullah SAW

Nah, Sobat, lalu apa saja etika bertetangga yang telah diajarkan oleh syariat Islam? Demikian ulasannya.

1.      Mengutamakan Salam Terlebih Dahulu

Memberikan salam terlebih dahulu adalah etika bertetangga yang nomor satu. Selain itu, mengucap salam ketika berjumpa dengan tetangga dinilai sopan dan upaya menghormati orang lain.

Orang-orang yang bertetangga memang dianjurkan untuk saling menyapa satu sama lain. bagi pihak yang terlebih dahulu mengucap salam, maka secara akhlak lebih baik dan bisa mendapatkan keberkahan baginya.

2.      Tidak Saling Mengganggu

Kita pun tidak ingin terganggu oleh orang lain. Maka dari itu, saling tidak mengganggu adalah etika yang harus diikuti oleh semua umat Muslim yang ingin hidup berdampingan dengan baik.

وَاعْبُدُواْ اللّهَ وَلاَ تُشْرِكُواْ بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ ا.ا.ا.ا

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh [294],… (An-Nisa  : 36).

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا زَالَ جِبْرِيلُ يُوصِينِي بِالْجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ. (رواه البخاري)

dari Ibnu Umar radliallahu ‘anhuma dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jibril senantiasa mewasiatkanku untuk berbuat baik terhadap tetangga sehingga aku mengira tetangga juga akan mendapatkan harta waris.” (HR.Al-Bukhari (no.5556).

3.      Hindari Mengobrol Terlalu Lama

Etika bertetangga selanjutnya adalah tidak membiasakan diri mengobrol terlalu lama dengan tetangga. Terutama, jika membicarakan hal-hal yang tidak penting.

Memang, nyatanya hidup ini tidak terlepas dari mengobrol dengan satu sama lain terutama dengan orang yang ada di sekitar kita.

Namun, jika hal tersebut terkait sesuatu yang kurang penting, maka sebaiknya menghindari semaksimal mungkin.

4.      Saling Memaafkan

Ketika tetangga tidak sengaja melontarkan perkataan yang mungkin menyinggung perasaan. Maka sebaiknya dengan hati legawa kita ikhlas untuk memaafkan.

etika bertetangga dalam ajaran Islam

Sebab, menjad pendendam adalah salah satu penyakit hati yang tidak boleh diidap oleh kita, sebagai manusia dan sebagai umat Muslim.

5.      Bersedia Menolong Tetangga

Jika ada tetangga yang mungkin merasa kesulitan, baik sedang diuji ekonomi atau mengalami musibah yang lain. maka sudah menjadi kewajiban kita, untuk memberikan bantuan terhadapnya.

etika bertetangga dalam ajaran Islam

Jangan menunggu diminta terlebih dahulu, tetapi upayakan senantiasa menggerakkan hati untuk segera menolong saat melihat ada orang yang tinggal dekat dengan kita sedang merasa kesusahan.

Ketika tetangga sakit pun, kita harus menyempatkan waktu untuk menjenguknya. Agar bisa terbina hubungan yang baik dan saling menghargai.

Demikian di atas merupakan ulasan mengenai apa saja etika bertetangga dalam ajaran Islam yang bisa kita lakukan agar bisa menciptakan keharmonisan satu sama lain.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY