Larangan Bagi Wanita Istihadhah, Ini Penjelasannya

0
32
Larangan Bagi Wanita Istihadhah

Larangan Bagi Wanita Istihadhah – Setiap wanita yang sudah pernah haid pasti pernah pula mengalami istihadhah. Lalu apa saja larangan bagi wanita istihadhah?

Wanita merupakan makhluk yang memiliki keistimewaan serta diciptakan oleh Allah Subhanahu Wata’ala. Salah satu keistimewaannya adalaha haid, yakni hal yang sering dialami oleh wanita telah baligh setiap bulannya.

Selain haid, ada nifas yang biasanya terjadi setelah melahirkan dan juga istihadhah. Ketiganya pun berbeda. Istihadhah umumnya darah yang keluar setelah masa haid terleewat.

Acap kali wanita kurang paham terkait darah yang keluar tersebut sehingga dengan mudahnya menganggap sama saja dengan haid. Sehingga mereka tidak melakukan ibadah yang menjadi kewajibannya.

Padahal, darah haid akan berhenti pada hari ke-7 sesuai dengan siklusnya. Maka jika ada darah yang keluar hari tersebut, dinamakan dengan darah istihahdah.

Larangan Bagi Wanita Istihadhah, Ini Penjelasannya

Darah istihadhah tidaklah menghalangi kita dari kewajiban untuk menjalankan ibadah sesuai dengan perintah Allah SWT.

Nah, Sobat Cahaya Islam, lantas apa saja larangan bagi wanita yang sedang mengalami istihadhah? Demikian ulasannya.

1.      Tidak Boleh Niat Wudhu Menggunakan “Lirof’il Hadatsil Ashghari”

Seperti yang kita ketahui, Sobat. Niat wudhu pada umumnya menggunakan “lirof’il hadasil ashghari”, yang artinya untuk menghilangkan hadast kecil.

Nah, saat tengah mengalami istihadhah hal itu dilarang. Mengapa? Karena yang tepat niatnya adalah menggunakan kalimat “nawaitul wudhu’a listibahatis shalati fardhon lillahi ta’ala”. Artinya, saya niat wudhu agar diperbolehkan melakukan shalat karena Allah Ta’ala.

Larangan Bagi Wanita Istihadhah

Atau bisa juga mengganti niat wudhunya dengan kalimat “nawaitul wudhu’a listibahati muftaqirin ila wudhu’in fardhon lillahi ta’ala”. Artinya, saya niat wudhu agar diperbolehkan melakukan perkara yang membutuhkan wudhu karena Allah Ta’ala.

2.      Wudhu Harus Muwalah (Terus Menerus)

Selanjutnya, larangan bagi wanita yang sedang istihadhah adalah ketika wudhu harus muwalah. Apa itu muwalah? Yakni membasuh dan mengusap anggota badan yang dilakukan dengan terus menerus sebelumanggota badan yang sebelumnya dibasuh atau diusap menjad kering.

Biasanya, saat wanita suci (tidak sedang masa istihadhah) melakukan muwalah saat tengah wudhu hukumnya adalah sunnah. Namun saat tengah istihadhah, hukumnya tersebut berubah menjadi wajib.

Nah, Sobat, apakah wanita istihadhah masih boleh melakukan ibadah sebagaimana orang yang suci? Tentu saja.

Tidak ada larangan bagi mereka (yang sedang istihadhah) untuk melakukan ibadah-ibadah sunnah: seperti membaca Alquran, memegang mushaf tersebut, tawaf maupun sa’I, boleh masuk ke dalam masjid dan i’tikaf, boleh melakukan hubungan seksual dan bahkan boleh untuk diceraikan.

Larangan Bagi Wanita Istihadhah

Hal ini tentu saja berbeda dengan wanita yang sedang haid, mereka tidak boleh disetubuhi dan diceraikan. Maka bagi yang melakukan maka hukumnya adalah dosa besar.

Dasar haid di dalam Al-Qur’an adalah sebagaimana dalam Surat Al-Baqarah ayat 222.

 وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّى يَطْهُرْنَ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ (222

Artinya, “Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah, ‘Haid itu adalah kotoran.’ Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.”

Perlu diingat, jika pun melakukan ibadah sunnah saja boleh. Maka ibadah wajib juga harus dilaksanakan sebagaimana hal tersebut diperintahkan oeh Allah SWT.

Terutama ibadah yang tidak boleh ditinggalkan: shalat fardhu 5 waktu dan puasa Ramadhan.

Demikian di atas merupakan ulasan mengenai apa saja larangan bagi wanita istihadhah serta penjelasan lengkap terkat hal tersebut.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY