Dakwah Ramadan: Ngegep Temen Ga Puasa? Kita Musti Ngapain?

0
285
dakwah-ramadan-ngegep-temen-ga-puasa-kita-musti-ngapain

Dakwah ramadan – jadi ada cerita yang sedikit kocak dari salah satu pembaca cahaya islam. Kisahnya menerangkan tentang dirinya yang di suatu siang bulan Ramadan tidak sengaja melihat temannya dari belakang sedang melaju di jalanan. Hendak menyapa dari belakang, sobat cahaya islam yang satu ini mengikuti perlahan temannya itu dari belakang. Alangkah terkejutnya dia, ketika ternyata:

Motor temannya itu belok ke sebuah warung makan

Sedikit kocak juga sih ceritanya, ngegepin temannya secara tidak sengaja belok dan batalin puasa diam diam. Sang teman pun kemudian malu pula tentang kejadian itu. Padahal kita sama sama tahu, meskipun bahkan sobat cahayaislam itu pun tidak ngegepin, tetap saja Allah maha melihat segalanya.

Dakwah Ramadan: Haruskah kita Diam? Atau Melakukan Sesuatu?

Dari kejadian itu, kami pun akhirnya terinspirasi ygy. Kira kira ketika hal itu terjadi pada kita, apa yang harus kita lakukan biar nggak awkward momen gitu kan? Pilihan gampang sih sebenernya kita pura pura aja ga lihat. namun apakah boleh begitu?

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلاَءِ، وَهَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ، قَالاَ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ رَجَاءٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ، وَعَنْ قَيْسِ بْنِ مُسْلِمٍ، عَنْ طَارِقِ بْنِ شِهَابٍ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ‏”‏ مَنْ رَأَى مُنْكَرًا فَاسْتَطَاعَ أَنْ يُغَيِّرَهُ بِيَدِهِ فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ ‏”‏ ‏.‏ وَقَطَعَ هَنَّادٌ بَقِيَّةَ الْحَدِيثِ – وَفَّاهُ ابْنُ الْعَلاَءِ – ‏”‏ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ بِلِسَانِهِ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ ‏”‏

Hadits abu dawud 4341 diatas menjelaskan ajaran Rasulullah kepada kita pada pengikutnya. Bahwasanya bila kita mendapati saudara kita melakukan tindakan kemungkaran (Dalam konteks ini adalah membatalkan puasanya dengan sengaja. Maka kewajiban kita sebagai orang islam dan beriman adalah MENGINGATKAN.

Mengingatkan dengan Jalan yang Baik dan Tidak Merendahkannya

Dalam hadits diatas kita mengetahui bahwasanya mengingatkan saudara kita atau ber dakwah ramadan kepada teman kita yang munkar adalah dengan 3 level: Dengan tindakan, Dengan Lisan dan Dengan Hati.

Dengan tindakan bukan berarti kita tempeleng teman kita itu ya. Namun kita coba cegah dia untuk belok ke warung. Selanjutnya bisa kita nasihatin dia dengan sedikit memberikan motivasi dan ajakan kebaikan untuk terus berusaha berpuasa. Baru kalo emang udah ga bisa, maka kita boleh doakan saja yang terbaik untuknya.

***

Nah kira kira itu sih, sedikit masukan berdasarkan ajaran Rasulullah yang tepat, ketika kita mendapati teman kita belok ke warung dalam rangka mukel puasa di bulan ramadan. Semoga bisa menjadi dakwah bulan ramadan yang baik dan bermanfaat ya!

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY