Proklamasi Kemerdekaan Punya 4 Arti Bagi Umat Islam Indonesia

0
48

Proklamasi – Setelah melalui rentetan panjang perjuangan serta perlawanan menumpas penjajah, Indonesia menyatakan diri sebagai negara merdeka tepat pada 75 tahun silam. Peristiwa ini ditandai dengan pembacaan naskah proklamasi oleh Ir.Soekarno dan Moh.Hatta, atas nama bangsa Indonesia.

Peristiwa bersejarah yang menjadi titik kebebasan bangsa Indonesia ini terjadi pada Jumat Legi, 17 Agustus 1945, bertepatan dengan tanggal 9 Ramadhan 1364 H silam. Dalam keyakinan umat Islam, proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia ini, merupakan anugerah dan rahmat yang tiada tara dari sang pencipta.

Perjuangan panjang meraih kemerdekaan ini tak terlepas dari campur tangan ulama dan pertolongan Allah SWT sang maha pencipta. Bersenjatakan bambu runcing, para pahlawan mampu memukul mundur para penjajah yang dilengkapi dengan persenjataan lengkap. Jika dipikirkan dengan nalar, bukankah ini suatu hal yang mustahil?

Tak hanya sebagai titik temu kebebasan bangsa Indonesia, proklamasi merupakan titik awal berdirinya suatu bangsa yang akrab kita sebut Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang berdasar kepada Pancasila, dan kental dengan syariat-syariat Islam di dalamnya.

Islam dan Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Pancasila yang terdiri dari lima dasar ini, syarat akan nilai-nilai keislaman didalamnya, dan apabila nilai ini dirubah maka seluruh tatanan negara turut porak-poranda.

Apabila kita menilik dari sudut pandang umat Islam, apa makna proklamasi bagi umat Islam di Indonesia?

Ini Makna Proklamasi Bagi Umat Islam di Indonesia

  1. Penuntasan Misi Tauhid

Rasulullah SAW dan para nabi lainnya merupakan utusan Allah yang mengemban misi tauhid. Mereka ditugaskan untuk membawa umat manusia kepada kemerdekaan, dan membebaskan umat dari segala bentuk penindasan yang dilakukan sesama manusia.

Misi tauhid ini telah Allah sebutkan dalam Al-Quran surah Ibrahim ayat pertama. Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad untuk membebaskan umat manusia dari segala kegelapan. Semangat tauhid inilah yang senantiasa berkobar dalam jiwa para pejuang Islam, mereka mengorbankan segala yang ada demi kebebasan dan kemerdekaan bangsa ini atas para penjajah.

  1. Rahmat Tak Terhingga dari Maha Pencipta

Proklamasi kemerdekaan negara Indonesia merupakan wujud dari firman Allah SWT dalam QS Al-Fath ayat 28 :

“Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.”

Tepat pada 9 Ramadhan, di bulan penuh rahmat dan ampunan ini, Allah mewujudkan proklamasi sebagai bentuk memenangkan Islam dari segala agama yang dibawa oleh penjajah. Sesungguhnya sebaik-baiknya agama adalah Islam.

  1. Pembebasan Diri dari Perbudakan

Hidup dibawah bayang-bayang penjajah, sama halnya dengan praktek perbudakan pada masa Jahiliyah. Hukum rimba menjadi pilihan yang diambil oleh para penjajah, dan rakyat diperlakukan secara tak manusiawi. Perasaan tertinda dan teori perbudakan inilah, yang menjadi landasan para tokoh pejuang untuk memperjuangkan hak setiap insan manusia, mendapatkan kemerdekaan.

Dengan di proklamirkan proklamasi, teori perbudakan ini turut lenyap dari tanah air. Praktek Jahiliyah yang jauh dari nilai-nilai kemanusiaan, diganti dengan praktek kehidupan yang mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan.

  1. Titik Awal Perjuangan Islam di Tanah Air

Sobat cahaya Islam, dengan di proklamirkan proklamasi, bukan berarti cukup sudah perjuangan Islam di tanah air. Dengan ini, dalam kegiatan berdakwah, umat Islam akan dihadapkan dengan tantangan baru yang tentunya lebih berat. Namun, pada hakekatnya, hal ini telah menjadi kodrat dari umat Islam itu sendiri.

Sobat cahaya Islam, kemerdekaan bangsa ini merupakan nikmat besar setelah nikmat iman yang diberikan oleh Allah SWT kepada bangsa ini. Menuju 75 tahun Indonesia merdeka, marilah kita berkomitmen untuk selalu mengisi kemerdekaan dan mewujudkan cita-cita mulia, Menuju Indonesia Emas 2045.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!